Terungkap di Sosper Lily: Warga Keluhkan Berobat di Puskesmas Helvetia Ambil Obat di Apotek Sutomo

Terungkap di Sosper Lily: Warga Keluhkan Berobat di Puskesmas Helvetia Ambil Obat di Apotek Sutomo
Terungkap di Sosper Lily: Warga Keluhkan Berobat di Puskesmas Helvetia Ambil Obat di Apotek Sutomo (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Terkadang teori itu bisa berbeda dengan kenyataan yang dijalani. Jika berobat langsung ke rumah sakit atau puskesmas banyak kendala yang dialami.

"Salah satu contoh saya sendiri pasien Puskesmas Helvetia. Saya selalu rutin setiap bulan ke Puskesmas untuk memeriksakan gula darah. Memang pelayanan sudah bagus. Namun terkadang ada yang tidak pas saya rasakan," demikian curhat Ana Purba warga Komplek Perumahan Hako Indah dalam Sosper anggota DPRD Medan Dr Lily MBA saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Pantai Timur, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Komplek Perumahan Taman Hako Indah, Sabtu (11/4/2026).

Seperti sebelum mengikuti Sosper, Ana berobat ke Puskesmas Helvetia dan cek darah. Berbeda dengan sebelum–sebelumnya, Ana biasanya langsung diberi obat oleh pihak Puskesmas. Namun, mulai Sabtu 11 April 2026, Ana malah disuruh pihak Puskesmas ambil obat ke apotek di Jalan Sutomo. Jelas, hal ini membuat Ana meradang.

"Kan Apotek Sutomo jauh. Jadi saya bilang ke dokternya, dok, kenapa berbeda dari bulan lalu. Bulan ini kenapa obat di ambil ke Sutomo. Lalu dijawab sang dokter bahwa itu peraturan dari pihak Puskesmas," ujar Ana menirukan ucapan sang dokter.

Lalu Ana meminta agar dokter tersebut tidak mempersulit pasien. Kalau bagi Ana, peraturan itulah begitu masalah. Namun pasien yang sudah tua, bertongkat, kasihan. Harus mengambil obat ke Apotek Sutomo kan jauh. Jadi dokter itu menyarankan kembali ke Ana dan pasien lainnya agar menelpon pihak Apitek Sutomo untuk mengantarkan obat tersebut.

Lalu para pasien menunggu hingga pukul 13.00 WIB. Kasihan ibu ibu dan kakek-kakek tersebut. Satu harian menunggu.

"Alangkah baiknya Buk Lily kalau boleh, tolonglah diperhatikan di setiap puskesmas. Bolehlah dibuat peraturan yang tidak mempersulit para pasien. Apalagi bagi pasien yang lansia. Kalau saya masih bisalah mengendarai sepeda motor. Sementara bagi lansia lainnya, bagaimana," tegasnya.

Menyahuti hal tersebut Dr Lily MBA akan mengakomodir persoalan tersebut dan menyampaikannya kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Medan.

Sebelumnya Dr Lily MBA menyampaikan bahwa saat ini Kota Medan memiliki program Universal Health Coverage bagi warga Medan. Jadi warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, bahkan memiliki BPJS Kesehatan namun tertunggak iuran, juga bisa menggunakan UHC dengan hanya menggunakan KTP. Namun wajib KTP Medan.

"Jadi warga cukup menunjukan KTP nya sudah bisa berobat gratis di Puskesmas mauoun ke rumah sakit bila keadaan darurat," pungkas Dr Lily yang duduk di Komisi II DPRD Medan itu.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi