GARPU Sumut Kecam Berita dan Cover Majalah yang Dianggap Melecehkan Surya Paloh (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Provinsi Sumut mengecam keras isi berita dan cover majalah Tempo edisi Minggu 12 April 2026. Pemberitaan berjudul PT NasDem Indonesia Raya Tbk, itu dianggap tidak benar dan melecehkan sosok Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, H. Surya Paloh.
"Kami (GARPU) Sumut sangat mengecam keras produk di majalah Tempo edisi Minggu 12 April 2026. Sudahlah isi beritanya tidak tepat, cover dan visualisasinya juga kami rasa sangat melecehkan atau merendahkan Ketum Partai NasDem," kata Ketua GARPU Sumut, Saipul Bahri SE saat diwawancarai wartawan, Selasa (14/4/2026).
"Untuk itu, kami mendesak Dewan Pers segera bertindak agar produk berita itu tidak menjadi informasi yang menyesatkan di masyarakat," tambahnya.
Menurut Anggota DPRD Medan itu, narasi dan visualisasi yang dimuat di majalah tersebut tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Pertemuan antara Ketum Partai NasDem, Surya Paloh dan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto merupakan bagian dari silaturahmi politik yang wajar dilakukan.
"Silaturahmi politik biasa dilakukan oleh Ketum partai. Dan dalam pertemuan itu mereka memperbincangkan isu-isu yang berkembang, termasuk soal ambang batas parlemen di Pemilu 2029 mendatang," ucap Sekretaris Fraksi Partai NasDem itu.
Saipul kembali menegaskan bahwa Ketum Partai NasDem, H. Surya Paloh masih menjalankan kepemimpinan secara efektif. Soliditas internal Partai NasDem juga tetap kuat dengan dukungan penuh dari seluruh struktur organisasi partai.
"Kami juga mengingatkan media bertanggung jawab dalam menyajikan informasi. Oleh karena itu, setiap produk jurnalistik, termasuk visualisasi harus tetap mengedepankan akurasi, proporsionalitas dan etika, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang merugikan pihak tertentu," katanya.
"Untuk itu, kami juga mendesak pihak majalah Tempo untuk melakukan klarifikasi secara terbuka agar produk yang dimuat tersebut tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat," ucap Saipul tegas.
(JW/RZD)