Rayakan Ulang Tahun Bersama Rakyat Kecil, Sofyan Tan : Bukan Pujian, Keberhasilan Anak-anak Kurang Mampu adalah Hadiah Terbesar (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan – Ratusan warga merayakan ulang tahun ke-67 anggota DPR RI Dr Sofyan Tan dengan penuh sukacita di Jambur Ernala, Medan, Sabtu (26/9/2026). Namun, perayaan itu bukan sekadar seremoni ulang tahun. Di balik suasana penuh keakraban, terselip kisah haru tentang perjuangan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kini berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Massa yang didominasi kaum ibu dan mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika Sofyan Tan memilih duduk bersila di atas panggung, sementara para ibu juga duduk tanpa kursi memenuhi arena Jambur Ernala.
Sebelum pemotongan kue ulang tahun, sejumlah keluarga secara bergiliran menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada Sofyan Tan. Mereka menceritakan bagaimana bantuan dan fasilitasi yang diberikan telah membuka jalan bagi anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Dengan suara bergetar dan penuh haru, mereka kemudian menyerahkan ulos kepada Sofyan Tan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bagi Sofyan Tan, ungkapan tersebut justru menjadi pengingat bahwa perjuangan di bidang pendidikan tidak boleh berhenti. Pada usia ke-67, ia mengaku bahagia dapat merayakan hari ulang tahunnya bersama masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Saya senang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat pada hari ulang tahun saya. Tetapi yang paling membuat saya bahagia bukan pujian, ucapan selamat ulang tahun ataupun ulos yang diberikan,” ujar Sofyan Tan.
Ia mengatakan, kebahagiaan terbesar baginya adalah ketika anak-anak yang telah mendapatkan fasilitas pendidikan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Keberhasilan anak-anak kita itulah hadiah yang terbesar bagi saya,” katanya, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ratusan warga.
Sofyan Tan berharap kesempatan yang diperoleh anak-anak melalui KIP Kuliah tidak berhenti pada keberhasilan pribadi. Menurutnya, pendidikan harus menjadi mata rantai kebaikan yang terus mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ia mengajak para penerima manfaat untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan pendidikan, meraih keberhasilan dan kelak ikut membantu anak-anak lain yang membutuhkan.
“Berkat yang sudah diterima ini harus terus mengalir dan mengalir untuk generasi yang akan datang,” pesannya.
Sofyan juga meminta para orang tua tidak hanya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah dan pemerintah. Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi bagian penting agar anak-anak mampu melewati proses pendidikan hingga berhasil.
Ia berharap anak-anak yang kini mendapatkan kesempatan kuliah kelak dapat menjadi orang-orang yang mampu meneruskan perjuangan membantu masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan juga menyampaikan pesan tentang pentingnya masyarakat menentukan pilihan politik secara sadar. Ia mengingatkan agar masyarakat mencari pemimpin yang benar-benar memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat kecil, bukan pemimpin yang hanya mengejar kepentingan diri sendiri maupun kelompok.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh politik uang dalam menentukan pilihan. Menurutnya, praktik tersebut dapat menimbulkan persoalan karena pemimpin yang mengeluarkan biaya besar untuk memperoleh jabatan berpotensi lebih memikirkan pengembalian modal setelah terpilih.
“Jangan memilih pemimpin karena uang. Pilihlah pemimpin yang memikirkan rakyat,” pesannya.
Setelah memberikan motivasi dan literasi politik, Sofyan Tan kemudian memotong kue ulang tahun. Suasana berubah semakin meriah ketika ratusan warga bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun.
Kehangatan perayaan semakin terasa ketika Sofyan Tan menyanyikan lagu “Anak Sekolah”. Lagu tersebut diiringi para pemain musik dari anak-anak sekolah Yayasan Sultan Iskandar Muda dan diikuti ratusan warga yang hadir.
Momen itu seolah menjadi gambaran sederhana tentang pesan utama perayaan ulang tahun Sofyan Tan: pendidikan bukan sekadar jalan untuk mengubah masa depan seorang anak, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Acara kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. Warga beramai-ramai menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Sofyan Tan.
(NAI/NAI)











