Pembangunan Drainase Diduga Tak Optimal, Picu Longsor Dekat Permukiman Warga (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Paluta - Pembangunan Jalan Provinsi ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu kembali mendapat sorotan. Kali ini, kondisi konstruksi dan sistem drainase di sekitar Desa Bahap, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, menjadi perhatian setelah terjadi longsor yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.
Longsor yang terjadi di dekat permukiman warga dikhawatirkan dapat semakin meluas apabila aliran air tidak segera ditangani. Terlebih, pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran pemerintah daerah dengan nilai kontrak sekitar Rp94,37 miliar.
Salah seorang warga setempat, NR, mengaku khawatir kondisi tersebut dapat mengancam permukiman mereka.
“Kalau hujan lagi, kami takut rumah kami ikut hanyut karena tidak adanya saluran buang dari parit ini,” ujarnya lirih.
Drainase Jadi Pertanyaan
Dalam pekerjaan konstruksi jalan, sistem drainase memiliki peran penting untuk mengendalikan limpasan air sekaligus melindungi badan jalan dan lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, kondisi parit di lokasi longsor tersebut perlu mendapat pemeriksaan teknis. Apakah konstruksi saluran telah sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis dalam kontrak? Apakah terdapat saluran pembuangan yang semestinya mengarahkan aliran air menjauh dari area yang rawan longsor?
Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka oleh pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan pekerjaan.
Masyarakat sekitar berharap pembangunan jalan yang telah lama dinantikan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan dikerjakan dengan kualitas maksimal.
Jika ditemukan bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau sistem drainase belum berfungsi sebagaimana mestinya, diperlukan tindakan perbaikan agar kondisi tersebut tidak menimbulkan kerusakan lebih besar maupun membahayakan warga.
Kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/BMCK Sumatera Utara perlu memberikan penjelasan mengenai penyebab longsor dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Perlu dipastikan apakah longsor tersebut murni disebabkan faktor alam dan curah hujan atau terdapat persoalan pada sistem drainase maupun konstruksi yang turut memperparah kondisi.
Kejelasan mengenai penyebab longsor penting untuk memastikan pembangunan jalan bernilai puluhan miliar rupiah tersebut memenuhi standar teknis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (GT) (WITA)











