Dhody Thahir Bersyukur Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Siap Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Dhody Thahir Bersyukur Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Siap Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Dhody Thahir Bersyukur Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Siap Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat (Analisadaily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) H Dhody Thahir bersyukur atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang menyatakan penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah menurut hukum. Ia menegaskan, tuduhan yang menyebut dirinya sebagai mafia tanah maupun pelaku pemalsuan surat tanah tidak benar.

Pernyataan itu disampaikan Dhody Thahir dalam keterangan pers di ruang Fraksi Golkar DPRD Sumut, Jumat (16/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur karena dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat setelah menjalani proses hukum selama kurang lebih dua bulan.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala pertolongan dan perlindungan-Nya, sehingga saya dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. Saya juga bersyukur atas putusan Pengadilan Negeri Medan yang menyatakan penetapan saya sebagai tersangka tidak sah menurut hukum,” ujar Dhody.
Ia menegaskan, selama ini dirinya hanya memperjuangkan hak-haknya melalui jalur hukum yang sah. Karena itu, ia berharap putusan pengadilan tersebut menjadi momentum untuk meluruskan berbagai tuduhan yang selama ini ditujukan kepadanya.
Dhody juga menegaskan tidak menyimpan dendam kepada pihak-pihak yang pernah menuduhnya. Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada proses hukum dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya tidak menyimpan dendam. Justru saya mendoakan semoga Allah SWT memberikan kesehatan, umur yang berkah, serta membukakan hati dan pikiran semua pihak agar senantiasa berada di jalan yang benar,” katanya.
Kembali Dekat dengan Masyarakat
Di balik proses hukum yang dijalaninya, Dhody mengaku menyadari bahwa situasi tersebut membuatnya tidak leluasa menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, khususnya dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Secara khusus, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut V yang meliputi Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan, dan Kota Tanjungbalai.
Ia mengakui, selama menjalani proses hukum, dirinya tidak dapat hadir secara langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun mendengarkan aspirasi warga sebagaimana biasanya.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Dapil Sumut V yang saya cintai. Selama menjalani proses hukum, saya tidak dapat hadir mengunjungi kegiatan-kegiatan masyarakat dan mendengarkan aspirasi Bapak dan Ibu secara langsung,” ucapnya.
Menurut Dhody, keadaan tersebut bukanlah sesuatu yang diharapkannya. Namun, ia berupaya menerima apa yang terjadi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas.
Dengan adanya putusan pengadilan tersebut, ia menyatakan siap kembali menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Sumut dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
“Insyaallah, saya akan kembali menjalankan amanah dan tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat serta melanjutkan kegiatan-kegiatan sebagaimana mestinya. Saya ingin kembali lebih dekat dengan masyarakat dan mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Berkomitmen Bekerja Lebih Serius
Dhody mengatakan, pengalaman menghadapi proses hukum selama kurang lebih dua bulan menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Ia bertekad menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan keseriusannya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Ia menegaskan, setelah adanya putusan pengadilan, fokus utamanya adalah kembali bekerja dan memberikan perhatian lebih besar terhadap kepentingan masyarakat.
“Ke depan, saya akan bekerja lebih serius untuk masyarakat. Saya berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Apa yang saya alami menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk menjalani kehidupan dan melaksanakan amanah ke depan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, masyarakat, sahabat, tim penasihat hukum, serta insan pers yang telah memberikan doa dan dukungan selama dirinya menghadapi persoalan hukum.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam melewati masa sulit hingga akhirnya memperoleh putusan pengadilan yang menguntungkan dirinya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, masyarakat, para sahabat, tim hukum, dan rekan-rekan media yang selama ini memberikan doa serta dukungan. Semoga semua kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” katanya.
Tetap Mengedepankan Jalur Hukum
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan langkah selanjutnya, Dhody menyatakan akan tetap mengedepankan jalur hukum dan berupaya mencari penyelesaian terbaik atas persoalan yang dihadapinya.
Ia menyebutkan, sebelum putusan pengadilan dibacakan, sejumlah upaya untuk mencari penyelesaian telah dilakukan. Namun, menurut keterangannya, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan yang diharapkan.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin persoalan itu berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Ia memilih menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada mekanisme yang berlaku.
“Yang terpenting, saya akan tetap berusaha mencari jalan terbaik untuk menegakkan kebenaran. Saya tidak ingin melawan atau melakukan sesuatu yang justru memperkeruh persoalan,” ujarnya.
Dhody juga menjelaskan bahwa masih terdapat proses lain yang berjalan. Karena itu, ia akan mengikuti perkembangan persoalan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia berharap putusan PN Medan menjadi pijakan untuk memulihkan keadaan dan membuka jalan bagi penyelesaian persoalan secara adil.
Di akhir keterangannya, Dhody kembali menegaskan komitmennya untuk tidak larut dalam persoalan pribadi dan memilih kembali menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga. Ia berharap dapat kembali hadir di tengah warga Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai, mendengarkan keluhan mereka, serta memperjuangkan aspirasi yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.
“Semoga apa yang terjadi kepada diri saya menjadi pelajaran berharga. Saya ingin kembali bekerja dan menjalankan amanah dengan lebih baik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan kepada kita semua,” pungkasnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi