Warga Jalan Mahayana Medan Tolak Relokasi Pedagang Kuliner Tanpa Sosialisasi

Warga Jalan Mahayana Medan Tolak Relokasi Pedagang Kuliner Tanpa Sosialisasi
Warga Jalan Mahayana Medan Tolak Relokasi Pedagang Kuliner Tanpa Sosialisasi (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Ketegangan terjadi di Jalan Mahayana, Medan, menyusul penolakan keras dari warga setempat terhadap rencana penentuan area penampungan sementara atau relokasi pedagang kuliner yang berasal dari Jalan Pagaruyung.

Kebijakan ini menuai protes lantaran dinilai dilakukan secara mendadak tanpa adanya ruang diskusi maupun sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Penolakan ini bermula ketika para pedagang di Jalan Pagaruyung diminta untuk menutup dan membongkar tempat usaha mereka demi kelancaran proyek pemasangan U-Ditch di kawasan tersebut.

Namun tanpa diduga, petugas tiba di Jalan Mahayana dan langsung membuat garis-garis marka jalan yang diproyeksikan sebagai zona penampungan baru bagi para pedagang relokasi tersebut.

Warga setempat merasa hak-hak mereka sebagai warga negara diabaikan karena aspirasi dan penolakan yang mereka sampaikan sama sekali tidak digubris oleh pihak berwenang di lapangan.

Padahal, masyarakat telah memberikan alternatif solusi dengan menyarankan agar para pedagang dipindahkan ke kawasan Kebun Bunga yang dinilai lebih siap karena memiliki fasilitas umum berupa toilet serta pengelolaan sampah yang sudah memadai.

Keadaan ini membuat warga sekitar merasa resah dan kecewa karena kebijakan tersebut diterapkan tepat di depan mata mereka tanpa pelibatan suara publik.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, kepada Analisadaily.com, Sabtu (17/10/2026) mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas tindakan sepihak tersebut.

"Kami sangat menyayangkan tindakan ini karena dilakukan secara mendadak tanpa ada sosialisasi atau ruang diskusi terlebih dahulu dengan warga, padahal kami sudah mengusulkan lokasi alternatif lain yang lebih siap seperti di Kebun Bunga, tetapi suara kami sama sekali tidak didengar dan seolah-olah hak kami sebagai warga diabaikan begitu saja," ujarnya dengan nada kecewa.

Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera meninjau ulang kebijakan penentuan marka jalan ini serta membuka ruang dialog yang transparan guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan kenyamanan warga Jalan Mahayana.

“Kita sudah dijumpai Kepling, Pak Lurah, dan Pak Camat, dan menyatakan tidak setuju, serta ada warga dalam grup menginformasikan akan membuat polling menggunakan WhatsApp Group. Meski polling sedang dilakukan, tetap marka jalan dilakukan oleh petugas dari Pak Lurah dan Pak Camat. Kita bingung, apakah persetujuan dan saran warga masyarakat tidak ada nilainya dan hanya sekadar kunjungan untuk difoto-foto saja,” pungkasnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi