Hari Asuransi Indonesia, Berikut 5 Langkah Jaga Finansial Keluarga dari Risiko Tak Terduga

Hari Asuransi Indonesia, Berikut 5 Langkah Jaga Finansial Keluarga dari Risiko Tak Terduga
Hari Asuransi Indonesia, Berikut 5 Langkah Jaga Finansial Keluarga dari Risiko Tak Terduga (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Jakarta – Ketidakpastian tidak selaludapat dihindari, tetapi keluarga dapat mempersiapkan diriuntuk menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkannya.Dalam rangka memperingati Hari Asuransi Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) mengajak keluarga Indonesia untuk meninjau kembalikesiapan finansial dan menyiapkan perlindungan yang sesuaiuntuk menghadapi risiko kesehatan, ekonomi, maupunkejadian tak terduga lainnya.

Kesiapan ini semakin penting mengingat banyak masyarakatIndonesia menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Manulife Asia Care Survey 2026 mencatat bahwa 62% orang dewasa Indonesia memiliki tanggung jawab merawat anggotakeluarga. Di saat yang sama, mereka rata-rata berencanamengalokasikan 60% aset finansial untuk mendukungkemandirian finansial mereka sendiri dan 40% sebagaiwarisan bagi anak dan keluarga. Temuan ini mencerminkankuatnya komitmen terhadap keluarga, sekaligus menegaskanpentingnya perencanaan yang dapat memenuhi kebutuhan saatini tanpa mengabaikan perlindungan untuk masa depan.

“Kebutuhan keluarga tentu menjadi salah satu pertimbanganutama dalam perencanaan finansial. Namun, keluarga juga perlu memiliki perlindungan agar lebih siap menghadapirisiko yang dapat memengaruhi kesehatan maupunpenghasilan. Dengan memahami prioritas dan risiko yang dihadapi, keluarga dapat mengambil langkah yang lebihrelevan di setiap tahap kehidupan,” ujar Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Shierly Ge, Rabu (21/10/2026).

Berikut lima langkah praktis yang dapat dilakukan keluarga.

1. Kenali kondisi kesehatan dan keuangan keluarga.Mulailah dengan memetakan penghasilan, pengeluaran rutin, tanggungan, utang, serta perlindungan yang telah dimiliki. Kondisi kesehatan juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.Asia Care Survey kembali mencatat bahwa 16% respondendewasa di Indonesia belum pernah menjalani pemeriksaankesehatan menyeluruh oleh tenaga medis profesional.Pemeriksaan berkala dan pemahaman atas riwayat kesehatandapat membantu keluarga mengantisipasi kebutuhan sekaligusmemperkirakan dampak finansialnya.

2. Bangun dana darurat secara bertahap melalui alokasirutin. Dana darurat berfungsi sebagai bantalan finansialketika muncul kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau gangguan penghasilan. Idealnya, dana darurat dibangun secara bertahap melalui alokasi rutin, dengan target awal sekitar tiga hingga enam bulanpengeluaran. Besarannya perlu disesuaikan dengan kondisisetiap keluarga, termasuk jumlah tanggungan dan kestabilanpenghasilan. Agar siap digunakan saat dibutuhkan, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang aman, likuid, dan mudah diakses.

3. Lindungi penghasilan dan keluarga dari risiko takterduga. Penghasilan menopang kebutuhan sehari-hari, pendidikan, cicilan, dan tujuan keluarga lainnya. Ketika sumber penghasilan terganggu karena sakit, kecelakaan, ataurisiko lain, seluruh rencana tersebut dapat ikut terdampak. Perlindungan asuransi dapat menjadi bagian dari mitigasirisiko untuk membantu menjaga kondisi finansial keluargaketika pencari nafkah tidak lagi dapat menjalankan perannyaseperti biasa, sesuai dengan manfaat, risiko yang ditanggung, ketentuan polis, serta proses klaim yang berlaku.

4. Tinjau rencana finansial jangka panjang. Kebutuhankeluarga berubah seiring waktu. Karena itu, rencanapendidikan, masa pensiun, dan warisan perlu ditinjau secaraberkala, setidaknya setahun sekali atau ketika kondisikeluarga berubah. Percakapan terbuka membantu setiapanggota keluarga memahami prioritas dan perannya. Hal inisejalan dengan temuan survei bahwa 82% orang dewasa di Indonesia percaya percakapan yang terbuka dan jujurmengenai masa tua dan pensiun dapat membantumeningkatkan kesejahteraan.

5. Cari pendampingan profesional bila diperlukan. Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua keluarga. Tenaga profesional, termasuk agen dapat membantumemetakan kebutuhan, mengidentifikasi kesenjanganperlindungan, dan menjelaskan pilihan berdasarkan tujuanserta kemampuan finansial keluarga. Sebelum mengambilkeputusan, pahami manfaat, biaya, risiko, pengecualian, dan jangka waktu produk yang dipertimbangkan.

Momentum Hari Asuransi Indonesia menjadi pengingat yang tepat untuk berhenti sejenak dan meninjau kembali kesiapanfinansial keluarga. Langkah-langkah ini tidak harus dilakukansekaligus. Yang terpenting adalah memulai dari kebutuhanpaling mendesak, menetapkan prioritas secara disiplin, dan memperbarui rencana seiring perubahan kondisi keluarga.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi