Rektor USM Indonesia Prof Ivan Elisabeth Purba menyulang kue ulang tahun kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba di sela acara wisuda di Griya Ben, Medan. (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia terus memperkuat komitmennya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global. Komitmen itu diwujudkan melalui penanaman lima nilai utama atau core values, yakni spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme, dan globalisme.
Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes, menegaskan kelima nilai tersebut menjadi ciri khas yang membedakan lulusan USM-Indonesia dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
Hal itu disampaikannya dalam acara Wisuda Universitas Sari Mutiara Indonesia Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Griya Benn Convention Hall, Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/10/2026).
Menurut Ivan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik. Lebih dari itu, lulusan harus memiliki integritas, karakter kuat, disiplin, serta kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
“Di kampus USM-Indonesia ada core values yang mendukung visi menjadi universitas unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Lulusan diharapkan siap berkarya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta memiliki karakter sesuai nilai-nilai USM-Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai spiritualisme menjadi landasan moral yang menuntun lulusan agar tetap teguh dalam menjalani kehidupan, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab.
Nilai intelektualisme mendorong lulusan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan. Sementara itu, profesionalisme menekankan pentingnya disiplin, etos kerja, kompetensi, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi.
Adapun nasionalisme membentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Sedangkan globalisme mendorong lulusan memiliki pola pikir terbuka, wawasan internasional, serta kemampuan menghadapi perubahan dan persaingan dunia.
Ivan mencontohkan kepedulian mahasiswa USM-Indonesia yang turut membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh sebagai wujud nyata nilai nasionalisme dan solidaritas kemanusiaan.
“Nilai-nilai ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan. Lulusan USM-Indonesia harus memiliki ilmu, integritas, profesionalisme, rasa nasionalisme yang kuat, serta kemampuan berpikir global,” tegasnya.
Perkuat Mutu Pendidikan dan Kolaborasi
Ivan menambahkan, penerapan nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya USM-Indonesia memperkuat integritas akademik melalui prinsip kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Integritas akademik, katanya, merupakan fondasi penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang adil, bermartabat, dan menghasilkan lulusan berkualitas.
Karena itu, pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di USM-Indonesia terus diarahkan untuk mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi.
Fokusnya meliputi peningkatan kualitas lulusan, penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kemitraan di tingkat nasional maupun internasional.
Pada wisuda tersebut, Ivan bersama Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D., menyerahkan ijazah kepada lulusan Magister Kesehatan Masyarakat (S-2), Sarjana Kesehatan Masyarakat (S-1), dan Sarjana Farmasi (S-1).
Parlindungan Purba: Kemajuan Kampus Hasil Sinergi Bersama
Sejalan dengan pesan rektor, Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Menurutnya, kemajuan USM-Indonesia tidak terlepas dari kontribusi orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, dan alumni yang bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan, relevansi lulusan, inovasi, serta riset yang memberikan dampak nyata.
“Seluruh pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari para orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, hingga alumni,” kata Parlindungan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan dan pengembangan USM-Indonesia. Yayasan Sari Mutiara Medan berharap kolaborasi tersebut terus terjaga dan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan serta pembangunan bangsa.
Parlindungan yang juga menjabat Konsul Kehormatan Korea Selatan di Medan itu turut berbagi kebahagiaan karena pelaksanaan wisuda bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-63.
Ia mengungkapkan, momen wisuda tersebut menjadi hadiah istimewa baginya. Bahkan, ia menyempatkan diri berfoto bersama para wisudawan satu per satu.
“Wisuda sarjana hari ini juga menjadi kado ulang tahun saya yang ke-63. Saya sudah berfoto satu per satu dengan semua lulusan. Berfoto itu penting untuk masa depan. Nanti yang berfoto dengan saya harus lebih hebat pada beberapa tahun mendatang,” ujarnya, disambut meriah keluarga besar USM-Indonesia dan para wisudawan.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para lulusan untuk tidak berhenti setelah memperoleh gelar akademik, tetapi terus belajar, mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Wisuda ini turut dihadiri jajaran senat universitas, para wakil rektor, kepala lembaga, dekan, ketua program studi, dosen, serta orang tua dan keluarga wisudawan.
Melalui penguatan karakter dan peningkatan kualitas akademik, USM-Indonesia berharap para lulusannya mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah dan nasional dengan wawasan global.
(NAI/NAI)











