Dialog Publik GMNI Sumut: Investasi Tambang di Dairi Berpeluang Dongkrak Ekonomi Daerah

Dialog Publik GMNI Sumut: Investasi Tambang di Dairi Berpeluang Dongkrak Ekonomi Daerah
Dialog Publik GMNI Sumut: Investasi Tambang di Dairi Berpeluang Dongkrak Ekonomi Daerah (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Investasi pertambangan di Kabupaten Dairi dinilai berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari membuka lapangan kerja hingga menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, manfaat tersebut bergantung pada pelaksanaan investasi yang sesuai aturan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPD GMNI Sumatera Utara (Sumut), Diga Pinem mengatakan, investasi tidak semestinya langsung ditolak. Sebaliknya, perlu ada ruang dialog agar perusahaan dapat menjelaskan rencana dan tujuan investasinya kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi publik untuk memberikan masukan dan melakukan pengawasan.

Hal itu disampaikannya dalam dialog publik bertajuk Potensi Investasi Pertambangan di Kabupaten Dairi dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah yang digelar DPD GMNI Sumut di Medan, Kamis (22/10/2026). Dialog publik itu diikuti sekitar 50 peserta, terdiri dari kader DPD GMNI Sumut dari berbagai universitas di Medan.

“Kalau memang dijalankan dengan baik, investasi dapat mempercepat pembangunan, baik pembangunan di daerah, pembangunan di bidang ekonomi, pembangunan masyarakat, dan segala aspek,” kata Diga.

Menurutnya, aktivitas pertambangan berpotensi menciptakan efek berantai bagi perekonomian lokal. Selain tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, aktivitas operasional juga dapat meningkatkan permintaan terhadap berbagai kebutuhan usaha, termasuk sektor kuliner atau makanan dan minuman (F&B).

Dampak lainnya, katanya, berpeluang mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Dairi. Meski demikian, Diga menegaskan, potensi ekonomi tersebut tidak boleh hanya menjadi janji di atas kertas. Pelaksanaannya harus diawasi untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai ketentuan dan komitmen yang telah disampaikan.

“Ketika pada pelaksanaannya juga sudah dilakukan dengan baik, kita pasti mengapresiasi. Kita juga objektif. Namun ketika pada pelaksanaannya ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, maka komunikasinya sudah terjalin,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPD GMNI Sumut akan mengambil posisi sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Artinya, kebijakan yang dinilai berpihak kepada rakyat akan didukung, sedangkan hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat akan dikritisi.

Diga juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan rencana pertambangan, termasuk komitmen yang tercantum dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Dikatakan, penilaian terhadap rencana investasi tidak cukup hanya berdasarkan dokumen dan pernyataan awal. Pengawasan harus berlanjut ketika kegiatan operasional berjalan untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan komitmen yang telah dibuat. “Ini kita bicara penerapan. Kita tidak bisa membahas terkait visi dan misi AMDAL yang akan dijalankan di atas kertas. Kita mau lihat pelaksanaannya,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah menjalankan fungsi pengawasan secara tegas karena pengelolaan sumber daya alam harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Dia menilai, perusahaan dan pemerintah sama-sama memiliki tanggung jawab untuk memastikan investasi tidak mengabaikan kepentingan publik. Ia juga mengingatkan agar tidak ada kesepakatan yang justru merugikan masyarakat.

"GMNI Sumut akan terus membuka ruang dialog antara perusahaan, pemerintah, mahasiswa dan masyarakat. Komunikasi tersebut dinilai penting agar rencana investasi dapat dipahami secara luas dan persoalan yang muncul bisa dibahas secara terbuka," tegas Diga.

Mahasiswa Diminta Melek Investasi

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD GMNI Sumut sekaligus pemateri, Hexa Hutapea, mengatakan mahasiswa dan pemuda perlu memahami investasi agar mampu melihat peluang ekonomi sekaligus menilai dampaknya secara kritis.

Menurutnya, pembahasan investasi pertambangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perusahaan, tetapi juga manfaat yang berpotensi dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia mencontohkan sejumlah program PT Dairi Prima Mineral (DPM), perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Dairi, termasuk program beasiswa ke luar negeri bagi anak-anak dari masyarakat setempat.

Hexa mengatakan, program beasiswa DPM ke luar negeri membuka peluang bagi anak-anak dari masyarakat setempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Melalui program beasiswa ke luar negeri dari DPM, anak-anak dari masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Hexa.

Selain pendidikan, ia juga menyinggung dukungan perusahaan terhadap petani dan masyarakat di sekitar wilayah investasi. Menurutnya, berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi bagian dari manfaat yang perlu diketahui mahasiswa saat membahas investasi.

Karena itu, Hexa menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman mahasiswa dan pemuda mengenai investasi agar mereka dapat melihat peluang ekonomi yang tersedia sekaligus memahami dampaknya bagi masyarakat. “Fokus kita bagaimana mahasiswa atau pemuda melek terhadap investasi,” pungkasnya.

(HEN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi