Oleh: T. Alkisah Led. SEKITAR 29 tahun lalu, tepatnya 1985, empat kecamatan di Kabupaten Batubara mirip seperti lautan. Ribuan rumah warga terendam banjir.
Selain itu, jalan umum lintas Sumatera, persis depan lapangan sepakbola Indrasakti Indrapura Kecamatan Air Putih sempat putus. Berbagai kendaraan yang melintas terpaksa harus melalui jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa dan papan.
Peristiwa tersebut berjalan beberapa bulan. Sampai akhirnya terniat di hati Bupati Asahan untuk memindahkan ibukota Kecamatan Air Putih Indrapura ke Tanjung Kasau. Jalur yang dilewati, Perdagangan. Bila dari Kisaran, ke kiri saat sampai di Limapuluh. Dari Perdagangan, melintasi Pasar I untuk menuju Tanjung Kasau. Demikian juga sebaliknya, bila dari Medan, ke kanan bila sampai di Tanjung Kasau. Kemudian Perdagangan dan Limapuluh.
Sementara penderitaan warga sulit diungkapkan. Maklum dalam kondisi banjir. Air tidak hanya di jalan umum berbagai desa dan halaman rumah, tapi sempat masuk ke dalam rumah warga.
Peristiwa itu benar-benar menyulitkan. Ibu rumah tangga sulit melaksanakan tugas memasak makanan. Karena kawasan dapur juga direndam air.
Hampir setahun peristiwa demikian dirasakan oleh warga puluhan desa dari empat kecamatan. Selain Air Putih, juga Sei Suka, Medang Deras dan sebagian kecil Limapuluh.
Putra-putri warga tidak tentu sekolah. Karena gedung sekolah, terutama SD juga tidak luput dari amukan air banjir. Usaha dan mata pencaharian warga banyak beralih menjadi pengemudi sampan. Membawa sewa dan penumpang untuk diseberangkan. Mengapa banjir itu terjadi?. Penyebabnya tanggul-tanggul dan benteng di sisi kiri dan kanan tiga sungai jebol. Tanggul Sei Gambus, Sei Tanjung dan Sei Sipare-pare.
Demikian juga tanggul di kiri kanan Sei Suka. Air sungai leluasa masuk ke Desa Sei Suka Deras dan Simujur ketika tanggul tidak lagi mampu menahan derasnya arus air yang meluap, kiriman dari hulu sungai di kawasan Kecamatan Bandar dan Bandar Masilam Simalungun. Apa boleh buat. Itulah kenyataan.
Aman
Lalu bagaimana kondisi kawasan empat kecamatan tersebut saat ini? Aman dari ancaman dan bahaya banjir. Kecuali banjir yang datang pada Sabtu, 29 Desember 2001 yang waktunya hanya sebentar. Saat itu penutupan tanggul jebol di Tanjung Muda benar-benar cepat dilakukan. Akhirnya banjir berhasil diusir.
Apa resep pengamanan banjir 1985-an tersebut?. Benar-benar rahmat Tuhan. Australia, negara dan benua di Selatan Indonesia membantu dana hibah murni milyaran rupiah melalui paket proyek bernama Bahbolon.
Bahbolon berasal dari nama sungai yang merupakan induk dari tiga sungai di hilirnya dalam kawasan Kecamatan Air Putih seperti Sei Gambus, Tanjung dan Sei Sipare-pare.
Dana bantuan hibah murni Australia itu dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanggul-tanggul yang ada yang panjangnya puluhan kilometer.
Selesai perbaikan dan peningkatan tanggul, dilakukan pula pembangunan saluran irigasi teknis terdiri dari tiga jenis, primer, skunder dan tertier.
Pintu induknya (Dam) dibangun pada dua tempat. Yaitu di Tanjung Muda dan Desa Perkotaan. Di hulu sungai Dalu-Dalu ada pintu induk untuk irigasi kawaasan lahan di Desa Pematang Panjang dan Limau Sunde.
Kesemua irigasi tersebut dibangun untuk mengairi 10 ribu hektar lebih lahan pertanaian rakyat. Sebelumnya, warga sulit memperoleh air. Lahan pertaniannya hanya mengharapkan tadah hujan.
Melalui irigasi Bahbolon, petani tidak lagi kesulitan air. Itulah yang terjadi beberapa tahun lamanya. Sedangkan saat ini situasinya berubah. Itulah Bahbolon kenangan manis tak terlupa.
Kini Banyak lahan pertanian tanaman pangan itu yang beralih fungsi. Warga memanfaatkan lahannya menanam komoditi yang sempat menjadi primadona, yakni, sawit.
Mengapa hal itu terjadi? Sebahagian mengatakan, tanaman padi kurang memberi keuntungan. Hasil panen gabahnya hanya pas-pasan bila dibanding modal yang digunakan sejak membibit, menanam, merumput dan memanen.
Sedangkan sawit, produksinya bisa dipanen dua kali sebulan dan harganyapun cukup signifikan. Karenanya tidak heran di daerah dan kawasan pertanian tanaman padi sebelumnya, seperti Pematang Panjang dan Desa Aras, sangat banyak lahannya beralih fungsi dengan tanaman sawit. Lihat saja.











