Tiganderket, (Analisa). Air berhulu Gunung Sinabung dijadikan petani Tiganderket, Kabupaten Karo pengganti pupuk (dolomit), sedang musim kemarau ini, membuat petani risau karena pencurian air dilakukan oknum kurang bertanggung jawab.
Dilanda kemarau hampir tiga bulan, mengakibatkan debit air irigasi berkurang khususnya penyaluran ke lahan pertanian, petani padi khawatirkan ada pencurian air dilakukan oknum petani.
Tanaman tumbuh dengan baik 70 persen, perlu air sebagai sumber utama. Sebabnya, petani dipastikan akan lakukan apapun asal bisa dapatkan air meskipun harus mencuri air dari lahan tetangga.
Begitu pentingnya air bagi pertumbuhan tanaman petani, karenanya, selama tiga bulan kemarau melanda Kecamatan Tiganderket dan sekitarnya, petani khawatirkan kasus pencurian air dilakukan oknum petani yang sering terjadi, ungkap Ida br Sembiring (38) salah seorang petani Desa Tiganderket pada Analisa, Rabu (16/7).
Walau masalah pencurian air sudah diangap biasa dan tidak timbulkan kontak fisik, namun keributan adu mulut pasti terjadi walau ujungnya damai secara kekeluargaan. Hal inilah yang selalu kita khawatirkan, ujarnya.
Aman (42) kepada Analisa mengatakan, untuk persiapan tanaman tomat di lahan butuh air sebelum pemakaian mulsa, sebab itu tidak jarang pengalihan air irigasi lahan pertanian tatangga dia alihkan ke lahannya untuk beberapa saat.
“Bila ketahuan, resikonya kena marah tetangga namun apa boleh buat dari pada tanaman tidak hidup,”ujarnya.
“Syukur saja masalah pencurian air yang sering terjadi bila musim kemarau tiba, petani di sini selalu ambil jalan musyawarah guna selesaikan masalah. Dikenakan denda atau dimarahi saat ketahuan mencuri air dari lahan tetangga, “ katanya.
Air di Kecamatan Tiganderket dan sekitarnya yang ber hulu dari Gunung Sinabung bagus disiramkan ke lahan pertanian sebelum melakukan penanaman. Sebab, kandungan air berhulu Sinabung mengandung belerang dan unsur lain dibutuhkan tanah, katanya.
Sekarang ini, petani di Kecamatan Tiganderket yang menggunakan aliran air berhulu Gunung Sinabung tidak lagi gunakan dolomit sebagai unsur penetral tanah. Sebab, kandungan air hulu Sinabung terdapat kandungan lebih baik dari pada dolomit.
Hal itu dikuatkan dari hasil analisis Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USU menunjukkan, sifat kimia debu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung tergolong masam hingga masam dengan pH 4,30-4,98). (dik)











