Sibolga, (Analisa). Danrem 023/Kawal Samudera, Kolonel (Kav) Abdul Rahman Made menilai, Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah sangat rentan terjadi bencana banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan kesiagaan dan kesiapan dari seluruh elemen masyarakat termasuk unsur Pemda dan TNI/Polri dalam rangka penangganan secara cepat dan tanggap.
Demikian disampaikan Kolonel (Kav) Abdul Rahman Made usai menutup pelaksanaan gladi Posko penanganan bencana di Makodim 0211/TT Jalan SM Raja Kota Sibolga, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, jajaran Korem 023/KS khususnya Kodim 0211/TT harus mampu diperbantukan kepada Pemda setempat guna turut serta menanggani tanggap darurat dalam proses penanganan bencana di wilayah ini, sehingga kita tidak hanya dapat dihitung, namun diperhitungkan karena mempunyai peran penting dalam mengatasi dampak dari bencana alam.
“Kemampuan itu kiranya dapat dicapai dalam pelaksanaan gladi posko ini. Sebab, selain untuk melatih prosedur hubungan antara komandan dan staf juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” katanya.
Danrem berharap, ada kelanjutan dari pelatihan ini sehingga kemampuan personel bisa semakin profesional termasuk dengan melakukan simulasi dilengkapi peralatan pendukung langsung ke lokasi-lokasi yang rawan bencana.
Penutupan Gladi Posko ini sekaligus menandakan pelatihan penangganan bencana yang dilaksanakan personel TNI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah resmi ditutup.
Hadir pada acara tersebut Dandim 0211/TT Letkol Inf Indra Kurnia, Wa Aster Kasdam I/BB Letkol (Arh) Freddy Halomoan Sitinjak selaku tim assistensi, Dandim 0212/TS, Letkol Inf Uyat, Kepala BPBD Tapteng Bonaparte Manurung dan para Koramil jajaran Kodim 0211/TT beserta para peserta lainnya. (yan)











