Oleh: Dr. Agus Priyatno, M.Sn. Teknik bold impasto (tekstur tebal) adalah teknik melukis dengan cara melapisi setahap demi setahap dengan cat hingga tebal pada permukaan kanvas. Lapisan demi lapisan dilakukan dengan kuas atau pisau palet. Maestro bold impasto di antaranya Rembrandt van Rijn (1606-1669) dan Vincent van Gogh (1853-1890). Impasto berasal dari bahasa Italia yang berarti campuran tebal.
Lukisan impresionis yang berkembang di Prancis pada akhir abad 19, juga menggunakan teknik bold impasto. Selain digunakan oleh perlukis impresionis, pelukis lain juga menggunakan teknik bold impasto. Di antaranya pelukis Belanda abad 17 Frans Hals dan Peter Paul Rubens. Pelukis pemandangan abad 19 dari Inggris John Constable dan pelukis Prancis Theodore Rousseau. Munculnya teknik melukis bold impasto bagian dari perkembangan penggunaan cat minyak, yang mulai secara luas digunakan oleh para pelukis pada akhir abad pertengahan di Eropa.
Di Indonesia teknik melukis bold impasto atau tekstur tebal mulai banyak lakukan oleh pelukis sejak penggunaan media cat minyak di Indonesia. Pelukis yang sangat menonjol dalam menggunakan teknik ini adalah Widayat. Pelukis lain yang juga menggunakan teknik ini dalam berkarya di antaranya pelukis Nyoman Gunarso, Suwaji, Hardjiman dan Agus Burhan.
Lukisan Widayat diciptakan dengan tekstur tebal, warna-warna tersier dan kombinasi kontur tebal dan tipis. Corak lukisan Widayat sangat cocok dilukiskan dengan tekstur tebal. Lukisannya cenderung dekoratif. Figur-figur pada lukisannya mengalami stilisasi dan deformasi, kontur tebal serta tipis membentuk unsur piktorial lukisan secara harmonis. Tekstur tebal berperanan dalam mengatur nuansa warna, hingga lukisan tampak menarik.
Lukisan tentang sepasang sejoli melukiskan figur-figur yang telah distilisasi dan dideformasi. Dua figur manusia, rusa, kera, burung-burung dan pepohonan dilukiskan dengan gaya dekoratif. Kontur sangat berperanan dalam membentuk wujud gambar. Kombinasi kontur tebal dan tipis dipadukan secara harmonis, sehingga lukisan tampak indah dilihat. Teknik bold impasto atau tekstur tebal berperanan menguatkan nuansa warna.
Pada lukisan pohon flamboyan tua, warna cenderung didominasi hitam dan merah. Nuansa warna yang diciptakan mampu melembutkan warna lukisan secara keseluruhan. Warna dibuat dengan cara melapisi berkali-kali hingga tekstur tebal terkesan memperkokoh batang pohon flamboyan. Demikian pula dengan bunga-bunga flamboyan berwarna merah diciptakan dengan cara yang sama. Tekstur tebal memberi kesan bunga-bunga yang lebat, tumbuh di ranting-ranting pohon.
Pada lukisan ratu hutan, tekstur tebal berperanan penting membentuk unsur piktorial. Tekstur tebal digunakan untuk menguatkan kesan gelap dan terang lukisan. Tekstur tebal pada lukisan ini kuat membangun harmoni warna sekaligus mempekuat bentuk objek-objek lukisan. Widayat mahir menggunakan tekstur tebal untuk menciptakan harmoni lukisan. Demikian pula dengan lukisan-lukisan karya Widayat lainnya, semua tampak indah dengan tekstur tebalnya. Di antaranya lukisan hutan kera, ikan purba, peziarah ke Tanah Suci, gadis duduk di atas batu, kawanan burung hutan, perjalanan, Taman Firdaus, dan tiga wanita pencari pasir.
Teknik bold impasto atau tekstur tebal pada lukisan Widayat merupakan bentuk kreativitas sang pelukis untuk menciptakan lukisan bekarakter Indonesia. Pelukis generasi Widayat sangat kuat dengan karakter kebangsaan, seperti halnya Nyoman Gunarso, Suwaji, dan Harjiman. Mereka beberapa pelukis yang dengan sekuat hati, berusaha menciptakan lukisan berkarakter dengan menggali nilai-nilai lokal dari daerahnya. Kemampuan pelukis Widayat menstilisasi dan mendeformasi figur-figur pada lukisannya dan menerapkan teknik bold impasto untuk membentuk karakter lokal, menunjukkan kemampuan krativitasnya yang tinggi.
Penulis dosen pendidikan seni rupa FBS Unimed dan Pengelola Pusat dokumentasi seni rupa Sumatera Utara.











