BADAN antariksa Amerika, NASA merilis dua foto angkasa terbaru. Salah satunya foto fantastis terbaru The Veil Nebula atau cadar Nebula, dengan pemandangan yang sangat menakjubkan, sekilas tampak seperti kawat lampu neon. Sementara gambar kedua adalah foto terbaru dari galaksi spiral NGC 3521.
The Veil Nebula adalah segumpalan awan yang terbentuk dari gas dan debu dari suhu yang terionisasi di gugusan bintang Cygnus, adalah sisa-sisa dari ledakan sebuah supernova raksasa pada 8.000 tahun silam.
Materi dari sisa ledakan tersebut merentang ke area sejauh sekitar 110 tahun cahaya. Jaraknya kurang lebih 2100 tahun cahaya jauhnya dari bumi. Pada 1785 lampau, astronom William Herschel berhasil mengamati cadar Nebula.
NASA mengatakan teleskop luar angkasa Hubble menangkap foto ini. Bintang yang meledak dan membentuk cadar Nebula itu adalah 20 kali-nya matahari. Dalam keadaan normal, cadar Nebula secara relatif tampak gelap, tapi foto yang ditangkap teleskop Hubble ini jauh lebih cerah.
Sebagian dari The Veil Nebula menunjukkan struktur dari berbagai filamen dan kawat. Penjelasan standar adalah gelombang eksitasi itu sangat tipis, radiusnya kurang dari 1/50,000, karena itu hanya bisa melihat lapisan (kulit) paling ujung, sehingga lapisan luar itu sekilas tampak seperti filamen.
Sementara itu, permukaan lapisan luar yang bergelombang menimbulkan berbagai gambar seperti filamen, sekilas tampak seperti saling menjalin satu sama lain.
NASA mengatakan bahwa bagian merah terang dari nebula itu berasal dari cahaya yang dipancarkan oleh hidrogen, sedangkan warna hijau dan biru masing-masing berasal dari sulfur dan oksigen.
Karena luasnya area cakupan nebula veil, sehingga sulit bagi astronom untuk mengamatinya. Foto close-up yang diambil Teleskop luar angkasa Hubble adalah gabungan foto dari enam gambar yang ditangkap Hubble, namun, itu juga hanya menunjukkan jarak sekitar dua tahun cahaya.
Struktur lengkap dari galaksi NGC 3521 berhasil diabadikan Hubble. Panjang galaksi spiral NGC 3521 sekitar 50.000 tahun cahaya, memiliki inti yang padat dan cerah, serta struktur spiral yang padat.
Galaksi spiral NGC 3521 terletak di rasi bintang Leo, dengan jarak sekitar 40 juta tahun cahaya dari Bumi. Sama seperti galaksi filamen lainnya, galaksi yang megah ini stukturnya tampak kurang jelas, saat strukturnya yang berbentuk busur itu tiba di lengan spiral, dapat merentang ke galaksi Messier 101.
Dan di antara 30 persen galaksi filamen yang diketahui, ada sekitar 10% sekilas tampak seperti galaksi spiral NGC 3521. (joni/rmat)
Kembali
Sementara itu, karena tertarik dengan pesonanya, untuk kesekian kalinya, para astronom kembali mengamati Nebula Messier 17 yang jauhnya 5,500 tahun cahaya dari bumi.
Seperti dilansir “The Washington Post” (23/9), Nebula Messier 17 bukanlah hasil temuan benda langit baru, karena ia telah memiliki beberapa nama yang indah, misalnya Nebula Omega, Nebula Angsa, Nebula Tapal Kuda, atau Nebula Lobster dan sebagainya.
Ia memiliki sebutan sebagai bunga mawar, karena mirip dengan seuntai mahkota bunga mawar.
Nebula Messier memiliki ukuran 15 tahun cahaya besarnya, dengan massa 800 kali dari massa matahari, sedangkan massa gas antar planet keberadaannya adalah 30,000 kali-nya matahari.
Sementara itu, Nebula Messier 17 memiliki sebuah area HII, yang tengah mengandung bintang. Para ilmuwan memperkirakan, bahwa unsur hidrogen di antaraya itu menghasilkan benda langit raksasa yang panas, sementara itu, bagian dari materi gas bintang yang baru lahir itu mengalami perubahan ionisasi, dan melepaskan gas ke ruang angkasa dengan kecepatan supersonik.
Keterangan gambar (Kiri) Gambar bintang baru dari Nebula Messier 17 yang dirilis ESO pada Mei 2004 silam. (Kanan) Gambar bagian dari Nebula Messier 17 yang dirilis ESO pada Januari 2012 lalu. (internet)
Nebula Messier 17 kemungkinan mengandung ribuan bintang, ditambah dengan pancaran gas hydrogen berenergi tinggi, sehingga baru membentuk mahkota bunga mawar yang indah dengan paduan warna merah dan pink.
Sementara itu, laman situs phys.org (23/9) lalu menyebutkan, bahwa astronom menggunakan teleskop MPG/ESO 2.2 meter milik European Southern Observatory (ESO) di La Silla Observatory, Chile, untuk melakukan pengamatan dan fotografi baru terhadap Nebula Messier 17.
Gambar terkait dengan jelas menunjukkan kontur seluruh Nebula dan awan gas, debu serta bintang baru lahir di dalamnya, misalnya gugusan bintang NGC 6618 di antaranya itu mengandung 35 bintang.
Jumlah bintang di dalamnya itu diperkirakan mencapai 800 bintang di bagian pusat, dan lebih banyak lagi di sekelilingnya. Benda-benda langit yang terbentuk secara teratur ini melepaskan energi, dan ditilik dari kejauhan 5,500 tahun cahaya dari bumi, ia merupakan seuntai daun mahkota bunga mawar yang indah. (ebn/ar)











