Rumah Sakit di Tanah Suci

Oleh: Maulana Syamsuri.

Jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berangsur-angsur meninggalkan tanah suci Madinah dan Makkah, juga Jemaah haji asal Indonesia. Namun bukan berarti kawasan Tanah Suci menjadi lengang dan sunyi. Setelah musim haji berakhir, tanah suci akan tetap dipadati umat muslim dari seluruh penjuru dunia untuk melakukan ibadah umroh. Termasuk umat muslim dari berbagai provinsi di Indonesia

Di musim haji tahun ini, Jemaah haji Indonesia berjumlah 255.200 orang. Saat ini cuaca di tanah suci terutama di Makkah berkisar antara 40 hingga 50 derajat celcius. Bagi masyarakat Indonesia merupakan suhu yang tinggi dan panas. Menurut buku Panduan Perjalanan Haji yang diterbitkan oleh Depag/ Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji, udara panas dapat menyebabkan berbagai penyakit khas, antara lain Heat Stroke atau sengatan panas akibat penumpukan panas yang berlebihan dalam tubuh.

Heat stroke dapat menyebabkan nyeri kepala, pusing dan bingung. Bahkan menyebabkan kesadaran diri hilang, bicara ngacau, mengigau, gangguan orientasi langkah menjadi goyah, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius. Kulit tubuh menjadi kering dan panas, namun tidak berkeringat. Buku Panduan Perjalanan Haji memberi petunjuk agar setiap Jemaah keluar penginapan harus memakai payung atau penutup kepala bagi yang tidak berihram. Minumlah air 5-6 liter setiap hari dan jangan menunggu haus. Jangan menahan buang hajat besar maupun buang air kecil . Tidurlah 6-8 jam sehari. Perbanyak makan buah segar seperti jeruk, apel, delima atau anggur.

Selain itu, penyakit yang biasa diderita para Jemaah haji adalah Meningitis atau radang selaput otak. Penyakit ini ditularkan oleh kuman meningokoccal. Kuman penyakit ini cepat berkembang. Penularan penyakit ini melalui kontak langsung, terkena percikan air ludah, dahak dan cairan ingus.

Penyakit lain yang biasa diderita Jemaah haji atau umroh adalah penyakit saluran pernafasan, seperti infleunza, mimisan, radang tenggorokan (pharingitis). Bronchitis, adalah radang tenggorokan yang ditularkan oleh bakteri virus melalui percikan dahak saat batuk dan gejalanya demam tinggi, serta sesak nafas. Sementara radang paru-paru atau pneumonia disebabkan oleh basil dan virus dan ditularkan melalui udara. Demam tinggi akibat penyakit ini dapat menyebabkan penderita tidak sadarkan diri. Penyakit kulit juga dapat terjadi akibat kelembaban udara yang rendah dan kulit mudah mengalami iritasi serta bibir pecah-pecah dan mengakibatkan eksim. Bakteri sigella amuba juga menyebabkan para Jemaah haji menderita penyakit saluran pencernaan atau disentri. Penderita disentri selalu merasakan sakit perut, sering buang air encer seperti bubur, berlendir bahkan berdarah, kadang-kadang disertai muntah dan panas tinggi.

Jangan anggap sepele dengan penyakit mimisan, yakni pendarahan melalui rongga hidung. Penyebabnya adalah infeksi truma, tumor, perubahan suhu ekstrem serta sitemik kelainan darah, hypertensi, arteroselerois dan kelainan endokrim serta perubahan suhu atmosfir. Mimisan dapat menyebabkan terjadinya shock dan traumatik.

Akhir-akhir ini di Tanah Suci selalu diterpa badai pasir yang dapat mengganggu kesehatan bagi para Jemaah haji maupun Jemaah umroh. Juga terjadinya berbagai musibah, seperti runtuhnya crane yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban wafat dan luka-luka, terjadinya tenda yang runtuh dan terakhir tragedi saat pelontaran jumrah di Mina yang menewaskan ratusan Jemaah.

Meskipun berbagai penyakit diderita para Jemaah, tidak perlu khawatir karena pihak pemerintah Arab Saudi memberikan pelayanan kesehatan yang sangat maksimal di Madinah maupun di Makkah. Di Tanah Suci tersedia layanan kesehatan yang cukup. Menurut buku Chapters From The History of Madinah, karya Al Hafidh terbitan King Fahd National Library terdapat banyak rumah sakit di Madinah baik milik pemerintah Arab Saudi maupun swasta.

Salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Madinah adalah RS Al Malik yang menyediakan sekitar 200 tempat tidur dan pelayanan oleh sekitar 100 dokter ahli, lebih dari 185 tekenisi. RS Bersalin dan Anak memiliki lebih dari 225 tempat tidur dan puluhan dokter. Rumah sakit mata juga terdapat di Madinah. Terdapat 50-an tempat tidur dan belasan dokter tersedia di rumah sakit ini. RS Khusus demam juga tersedia di Madinah. RS ini dilengkapi dengan laboratorium yang mutakhir serta belasan dokter ahli. Tidak usah heran di Madinah juga terdapat RS Jiwa. Penderita stres dapat dirawat di sini. Di rumah sakit ini juga terdapat puluhan tempat tidur untuk merawat pasien yang butuh rawat inap. Rumah sakit spesialis jantung juga terdapat di Madinah dan memiliki fasilitas yang lengkap serta para dokter spesialis jantung dan ahli penyakit dalam. Jemaah haji atau umroh usia lanjut banyak dirawat di rumah sakit ini.

Rumah sakit yang paling besar dan terlengkap peralatannya adalah RSU King Fahd yang memiliki lebih dari 375 ruang rawat inap serta seratusan dokter ahli maupun dokter umum. RSU Madinah Munawwarah memberikan layanan kesehatan selama 24 jam.

Sementara itu di kawasan Madinah terdapat banyak rumah sakit swasta antara lain Rumah Sakit umum Az Zahra. Rumah sakit ini didirikan tahun 1979 oleh Dr. Muhammad bin Badi bin Abdul Aziz. Terletak di tepi jalan yang menghubungkan Madinah dengan daerah Al Awali di kawasan pertanian dan perkebuan kurma. Rumah sakit ini terdiri dari 2 gedung utama yang dibangun sesuai standar dan kriteria ilmiah mutakhir di bidang rancang bangun. Potensi yang dimiliki rumah sakit ini mencakup bagian diagnosa & sinar X, bagian sinar suara, komputer, analisa medis, penelitian darah, pathologi dan hormon, bagian ginjal buatan, juga dilengkapi dengan sarana lensa mata, serta perawatan gigi. Bagian yang sangat penting dari rumah sakit ini adalah khusus penyakit wanita, lengkap dengan bagian saluran kemih, pernafasan buatan dan benturan jantung. Juga ada ruang rawat THT yang juga dilengkapi dengan peralatan paling canggih dan di rumah sakit ini juga ada spesialis bedah tulang.

Seperti halnya di Indonesia, di Madinah juga terdapat ratusan Puskesmas. Apotek dan toko obat juga mudah ditemui di Madinah maupun di kawasan Makkah. Di Madinah juga terdapat Kantor Kesehatan Arab Saudi dan instansi ini telah mengeluarkan belasan ribu akta kelahiran bagi masyarakat Madinah, dan masyarakat di luar Madinah.

Rumah Sakit di Makkah

Khusus di daerah Makkah juga terdapat banyak rumah sakit, sehingga Jemaah haji atau jamah umroh yang sakit dapat memilih rumah sakit terdekat untuk perawatan. Rumah sakit yang memiliki sarana lengkap adalah King Abdullah Medical City. Juga Security Forces Hospital. Rumah sakit bersalin serta anak juga ada di kawasan Makkah yakni RS Maternity and Children Hospital. Belasan rumah sakit lainnya di kawasan Makkah adalah An Noor Specialist Hospital, Rumah Sakit Alawi Tunsi, Rumah sakit Muhammad Saleh Basharahil, yang terletak di Al Madinah Munawwarah Road no.15. Rumah sakit Aiyad Emergency juga dapat menjadi pilihan bagi yang membutuhkan perawatan kesehatan. King Abdul Aziz Hospital juga cukup layak memberikan layanan kesehatan bagi orang yang butuh rawat inap. Selain itu masih ada lagi rumah Sakit Asian Polyclinik dan Rumah Sakit Al Muhabbah yang memberikan layanan kesehatan 24 jam.

Di kawasan Makkah yang setiap tahunnya berkumpul sekitar 2 juta ummat yang melaksanakan ibadah haji juga terdapat 2 rumah sakit besar, yakni King Faisal Hospital serta Prince Majid ibn Abdulaziz serta Rumah sakit Al Hujun dan Shifa Al Barakah Medical Centre, Sementara rumah sakit yang terdapat di Mina adalah Rumah Sakit Al Jisr. Sebagian korban luka-luka musibah di kawasan pelontaran Jumrah, juga dirawat di rumah sakit ini dan RS An Noor Makkah.

Imbauan Menjaga Kesehatan

Rumah sakit memang banyak terdapat di kawaan Madinah maupun Makkah, namun sebaiknya Jemaah haji maupun Jemaah umroh harus menjaga kesehatan dan menghindari penyakit. Ada kalanya Jemaah umroh berada di Tanah Suci pada musim panas, namun adakalanya pada musim dingin. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 40 hingga 50 derajat celcius. Namun pada musim dingin suhu udara di Makkah antara 10 hingga 25 derajat celcius, semantara di Madinah suhu udara berkisar antara 5 hingga 20 derajat celcius

Suhu yang amat dingin dirasakan penulis ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 2001 dan suhu di Madinah di bawah 5 derajat celcius hingga mengakibatkan bibir pecah-pecah dan sukar untuk makan maupun berbicara. Saat itu penulis lupa membawa krim pelembab Lipgloss yang amat diperlukan untuk menangkal udara dingin.

Bagi yang akan melaksanakan ibadah umroh sebaiknya mencari informasi keadaan suhu di Madinah maupun Makkah. Bila musim dingin sebaiknya harus membawa persiapan menangkal udara dingin, seperti sweater, jaket tebal, kaus kaki dan kaus tangan, masker, serta penutup kepala. Jangan lupa membawa obat-obat yang biasa dikonsumsi ketika di tanah air.

Buku Panduan Perjalanan Haji juga menganjurkan agar berhati-hati ketika melakukan tahallul atau gunting rambut. Bercukur atau tahallul adalah salah satu rukun haji dan umroh yang harus dilaksanakan. Untuk mencegah penularan penyakit AIDS (virus HIV) yang berasal dari Jemaah negara lain, maka pada waktu tahallul setiap Jemaah hendaknya menggunakan alat cukur atau gunting milik sendiri, jangan bekas yang dipakai oleh Jemaah lainnya. Karena pisau cukur atau gunting orang lain rawan menularkan bakteri AIDS/HIV.***

* Penulis menunaikan ibadah haji 2001 dan umroh 2008.

()

Baca Juga

Rekomendasi