Medan, (Analisa). Ribuan umat Buddha memadati kegiatan Sanghadana Bersama Kathinakala 2015 yang berlangsung di Grand Angkasa Hotel, Minggu (15/11). Sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD bersama para pandita, upasaka – upasika, jajaran pengurus MBI dan Umat Buddha yang hadir memberikan paket persembahan kepada anggota Sangha.
Kegiatan rutin tahunan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara ini diawali dengan perayaan pencapaian 10 vassa Bhante Bhuripanno Thera, Bhante Thitavamso Thera dan Bhante Candasilo Thera.
Ketiga Bhante Sangha Agung Indonesia yang mencapai Thera tahun 2015 tersebut ditabiskan menjadi Samanera pada saat yang sama yakni 19 Juli 2005 oleh YM. Bhante Jinadhammo Mahathera dan juga diupasampada pada saat yang bersamaan yakni tanggal 11 Juni 2006, hanya berbeda menit. Beliau bertiga diupasampada menjadi Bhikkhu di What Tumpo Thailand oleh Upajaya Lompo Audhapanno Maha Thera. Pencapaian Thera oleh Bhikkhu dari tiga suku berbeda yakni Batak, Jawa dan Tionghoa ini memberi warna tersendiri bagi Sangha Agung Indonesia.
Bagi Umat Buddha, perayaan Kathina merupakan momen yang tepat untuk memberikan persembahan kepada Sangha (Persaudaraan Bhikkhu – Bhikkhuni) sebagai wujud bhakti Umat Buddha dan sumbangsih bagi pengembangan Buddha Dharma sehingga kebajikan yang dilakukan diharapkan membuahkan karma baik serta melimpahkan berkah dan manfaat bagi semua makhluk.
Ketua MBI Sumut Upa.Ony Hindra Kusuma didampingi Ketua Panitia Sumut acara Sanghadana Kathinakala 2015 UP Darsono, mengungkapkan bahwa perayaan Kathina merupakan salah satu hari besar Agama Buddha selain Hari Waisak, Asadha dan Maghapuja.
Hari Kathina merupakan perayaan berakhirnya musim hujan (MasaVassa) selama tiga bulan yang dimanfaatkan oleh anggota Sangha untuk berdiam diri di vihara dan melaksanakan latihan diri secara intensif sesuai dengan vinaya.
Untuk perayaan Kathina tahun ini, MBI sebagai majelis tertua dan terluas jaringannya hingga kabupaten/kota ini mengkoordinir kegiatan Sanghadana Bersama di berbagai kabupaten/kota antara lain Lubukpakam, Tebingtinggi, Kisaran, Tanjungbalai, Pulo Raja, Rantauprapat, Kota Pinang , Padang sidimpuan dan kota lainnya sebagai upaya bersama MBI Kabupaten/ Kota mengalang semangat kebersamaan.
Upa.Canda Kumara Johny, Ketua Panitia Kota Medan mengungkapkan segenap panitia telah berupaya menyiapkan dengan baik serangkaian persiapan untuk menyukseskan kegiatan ini.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses tanpa kendala yang berarti. Kami berupaya menyempurnakan pelaksanaan kegiatan Sanghadana ini dari tahun ke tahun untuk memberikan kenyamanan bagi Umat yang hadir. Harapan kami kegiatan Sanghadana ini menumbuhkembangkan bibit karma baik bagi kebahagiaan semua makhluk hidup, “imbuh Upa.Canda Kumara Johny.
Sementara itu, dalam ceramahnya Bhante Pannasami Thera memberikan pemahaman kepada Umat Buddha untuk dapat menyempurnakan praktik berdana yakni dilakukan dengan keyakinan, penuh hormat, secara tepat waktu, ikhlas dan tanpa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain. Praktik berdana yang dilakukan dengan tepat akan menghasilkan buah karma yang baik berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah. (rel/rrs)











