Kutacane, (Analisa). Tanaman bunga di Taman Kota Jalan Manunggal Kutacane sering dicabut dan dirusak oleh orang tak dikenal. Hal itu membuat Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sangat kesal.
Hingga Kamis (10/12), belum diketahui motif pencabutan bunga di bagian taman kota itu. Apabila pelaku tertangkap, pihak dinas terkait berjanji akan melaporkan pelaku ke kepolisian agar diproses secara hukum.
Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Tenggara, Drs H Jamanudin M.AP kepada Analisa mengungkapkan, pihaknya telah berulangkali menanam bunga di areal penghijauan (Taman Kota) Jalan Manunggal Kutacane.
Ironis, beberapa kali bunga yang ditanam secara sengaja dicabut oleh orang yang tak bertanggungjawab. Walhasil, petugas pun terpaksa kembali menanan tanaman penghijau yang baru. “Kita berharap masyarakat secara bersama-sama menjaga keindahan kota dan taman kota. Penataan yang telah dilakukan pemerintah daerah ini, hendaknya secara bersama kita dukung,” kata Jamanudin.
Jalan Manunggal Kutacane yang saat ini dijadikan sebagai lokasi penghijauan, sebelumnya merupakan tempat lokalisasi terselubung, namun pemerintah terkait melakukan penggusuran dan relokasi sehingga areal tersebut kini berubah menjadi taman kota.
Wakil Bupati Aceh Tenggara, H Ali Basrah S.Pd MM dalam acara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di pelataran parkir Kantor Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Rabu (9/12), menyatakan sekecil apa pun lingkungan yang ada akan bermanfaat apabila tertata dengan rapi.
Perusakan lingkungan saat ini, sebut wakil bupati, sudah sangat memprihatinkan. Banyak lingkungan yang telah dirusak oleh orang-orang yang tak mengerti tentang betapa pentingnya lingkungan. Penanaman kakao dan jagung di areal hutan lindung adalah perbuatan yang tak seimbang dengan ancaman bencana yang dapat terjadi.
“Ada LSM di Aceh Tenggara, yang katanya peduli lingkungan dan pro rakyat, tetapi apa pun mereka tak tahu dengan lingkungan, perusakan lingkungan tak dapat dibiarkan, mari sama-sama kita menjaganya,” sebut Ali Basrah tanpa menyebutkan LSM dimaksud.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, pada tahun 2016 mendatang akan dilibatkan seluruh sekolah untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) tentang adiwiyata.
Melalui adiwiyata nanti, diharapkan sejak dini di dalam sanubari para siswa atau pelajar akan tertanam pandangan betapa pentingnya menjaga lingkungan.”Seperti Jalan Manunggal Kutacane, dulu dikenal dengan pajak seban, sekarang pajak taman, mari sama-sama kita jaga sehingga kota kita menjadi indah dan bersih,” tandasnya.
Pada acara yang bertemakan; “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi” yang digelar oleh Badan Kebersihan dan Lingkungan Hidup Aceh Tenggara itu, Wakil Bupati Ali Basrah didampingi Asisten III Sahidal Kastri menyerahkan tropi bagi duta wanita pemenang Lomba Lingkungan Hidup Sedunia kepada Yana Sadila, Selvia Angraini, dan Erni Yati Pelis.
Sementara pemenang untuk putra diberikan kepada Leodi Afriansyah, Ridho Hutahayan dan Irwansyah. Lomba sekolah adiwiyata tingkat SMA dimenangkan SMAN 1 Kutacane, disusul SMAN 3 Kutacane, dan SMKN 1 Kutacane. Adiwiyata tingkat SMP dimenangkan SMPN Perisai, SMPN 2 Kutacane, dan SMPN 5 Badar. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dimenangkan SDN 6 Kutacane, SDN Percontohan, dan SDN Purwodadi. Sementara Adiwiyata tingkat Pondok Pasantren (Ponpes) dimenangkan Ponpes Darul Amin, Raudatul Syolihin, dan Nurul Islam. (shd)











