Rahasia Sukses Budidaya Ikan Gabus

IKAN GABUS sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ikan yang terkenal akan kelezatannya ini bisa Anda dapatkan di pasar maupun tempat pelelangan ikan. Ia merupakan salah satu jenis ikan asli Indonesia yang habitat aslinya di rawa, waduk hingga sungai-sungai.

Hanya saja jumlah produksi ikan gabus di Indonesia masih rendah, sehingga perlu dilakukan pengembangan budidaya. Sampai sekarang jumlah pemasok terbesar ikan gabus berasal dari Kalimantan. Ikan ini mempunyai kelebihan dalam proses pemijahannya, kita hanya perlu melakukan pemijahan alami walapun jika kita mau bisa dilakukan pemijahan buatan.

Ikan gabus biasanya melakukan pemijahan ketika musim penghujan sekitar bulan Oktober sampai November.

Cara Budidaya Ikan Gabus:

1. Membedakan Jantan dan Betina

Anda bisa dengan mudah membedakan si jantan dan betina. Caranya bisa dengan melihat fisik ikan gabus. Kelamin jantan ditandai dengan bentuk kepala yang lonjong dengan warna tubuhnya cukup gelap, lubang pada kelamin memerah serta jika Anda urut akan mengeluarkan cairan benih.

Sedangkan ciri-ciri fisik untuk betina yaitu memiliki kepala yang agak membulat dengan warna tubuhnya cukup terang, bentuk perutnya sedikit besar dan cenderung agak lembek jika dipegang, apabila Anda urut akan mengeluarkan telur. Sebaiknya untuk indukan jantan bobotnya harus mencapai 1 (satu) kg.

2. Proses Pemijahan

Yang perlu Anda siapkan dalam melakukan pemijahan ikan gabus yaitu fibreglass atau bak beton. Ukuran bak beton yaitu PxLxT 5x3x1 meter kemudian keringkan selama 3-4 hari. Lalu isi bak beton dengan volume air setinggi 50 cm serta biarkan air mengalir pada waktu pemijahan berlangsung.

Anda bisa menutupi bak kolam dengan tanaman eceng gondok untuk membantu perangsangan pemijahan. Masukkan 30 indukan jantan dan 30 indukan betina ke dalam bak, lalu biarkan proses pemijahan berlangsung. Setelah bertelur, segera ambil dengan menggunakan sekupnet halus. Telur sudah siap untuk ditetaskan.

Selama proses pemijahan, selalu kontrol kolam setiap hari, apabila telur sudah menetas maka akan segera mengapung di permukaan kolam. Indukan betina bisa menghasilkan telur mencapai 10.000–11.000 butir telur.

3. Proses Penetasan Telur

Sebaiknya pada proses penetasan dilakukan di dalam akuarium untuk memudahkan mengontrol kondisi telur. Siapkan ukuran akuarium PxLxT 60x40x40 cm, biarkan dalam kondisi kering selama dua hari, lalu isi air dengan ketinggian sekitar 40 cm.

Di dalam akuarium pasang dua titik aerasi kemudian nyalakan selama proses penetasan telur, pasang juga alat pemanas hingga air mencapai suhu 28°C. Masukkan telur ikan gabus dengan kepadatan ± 4-6 butir per cm² lalu biarkan sampai menetas.

Pada umumnya telur sampai menetas memerlukan waktu 24 jam. Selama dua hari setelah larva ikan gabus menetas, Anda tidak perlu memberikan pakan karena masih mempunyai cadangan makanan.

4. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus

Masa pemeliharaan larva ikan gabus dimulai dari dua hari setelah menetas sampai berusia 15 hari, Anda bisa menggunakan akuarium yang digunakan dalam proses penetasan telur dengan kepadatan lima ekor larva per-satu liter air. Larva ikan gabus yang berusia dua hari sebaiknya diberi makanan seperti naupli artemia, yang bisa diberikan 3x dalam sehari.

Untuk larva ikan gabus yang berusia lima hari diberikan pakan tambahan daphnia 3x sehari atau secukupnya. Dalam menjaga kualitas air bisa dilakukan penyiponan yaitu membuang kotoran serta sisa-sisa pakan lalu diganti menggunakan air baru sekitar 50%. Proses penyiponan bisa dilakukan paling tidak tiga hari sekali atau tergantung pada kondisi air.

5. Proses Pendederan

Proses pendederan ikan gabus dilaksanakan pada kolam tanah. Berikut ini kami ulas secara poin per poin untuk memudahkan Anda dalam memahami; Ukuran kolam tanah 200m².

Sebelumnya lakukan proses pengeringan kolam selama ± 5 hari. Bersihkan kolam jika ada gulma yang mengganggu. Buatkan kemalir dengan ukuran lebar 40 cm serta tinggi 10 cm.

Ratakan tanah pada dasar kolam. Tebarkan kotoran ayam/puyuh pada dasar kolam dengan kisaran 5-7 karung. Isikan kolam dengan air setinggi 40 cm kemudian rendam ± 5 hari. Tebarkan 4000 ekor larva ikan gabus ketika pagi hari. Setelah mencapai dua hari, berikan 1-2 kg pelet.

Panen benih bisa dilakukan apabila usia larva ikan gabus mencapai tiga minggu.

Ikan gabus merupakan salah satu ikan karnivora. Sehingga, tak heran jika ikan ini sering menjadi hama bagi budidaya ikan di kolam atau empang karena memangsa ikan yang dibudidayakan.

Namun, usaha budidaya ikan gabus yakni dengan memisahkannya dengan ikan lainnya. Prospek dari ikan ini sangat bagus karena masyarakat banyak yang menyukai kelezatan rasanya, dan banyak dicari masyarakat sebagai obat penyembuhan luka. Tak ayal jika harga ikan gabus ini perkilogramnya tergolong malah, mulai dari Rp40ribu hingga Rp45ribu.

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan pemberian probiotik. (Int)

()

Baca Juga

Rekomendasi