Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2010 lalu telah menyisakan kepedihan bagi warga sekitar. Luapan awan panas dan lava panas telah menerjang wilayah sisi selatan Merapi sejauh 17 kilometer dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu.
Jejak dahsyatnya letusan Gunung Merapi bisa dilihat dari kawasan yang diterjang lava panas hampir lima tahun lalu. Satunya Anda bisa menyisir kawasan Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Kampung yang terletak di samping Kali Gendol, kali utama yang bersumber dari Gunung Merapi, menjadi saksi bisu keganasan lahar merapi tersebut.
Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi.
Namun, ada keberkahan yang mengiringi erupsi yang menyapu 150 kepala keluarga di kampung Jambu tersebut. Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan 'batu alien'.
Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak di tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.
"Batu alien ini memiliki wajah manusia, memang harus difoto agar bisa melihat 'penampakan' wajah dengan jelas," kata Slamet Riyadi, pemandu pengemudi penjelajahan area lava tour Merapi Land Cruiser Community (MLCC) kepada VIVA.co.id.
Memang tampak sekilas batu itu tak ada yang unik. Hanya bongkahan batu besar di sebuah ketinggian. Namun, saat VIVA.co.id menuruti saran pemandu tersebut, dan mengeceknya, maka memang batu itu terlihat seakan memiliki mata, telinga dan mulut.
Dari sisi kanan, maka penampakan wajah akan terlihat setelah melihat hasil foto kamera digital ataupun ponsel dengan seksama.
Slamet mengatakan memang awalnya tak diketahui adanya keistimewaan penampakan aneh tersebut. Saat itu warga merasa biasa saja.
Namun, begitu ada penampakan wajah, maka warga kemudian menamai batu alien kepada batu tersebut.
Ihwal nama alien, kata Slamet, itu pun sebenarnya plesetan saja. Warga lokal awalnya menyebut itu adalah batu 'alihan' dalam bahasa Jawa. Jika diartikan pada bahasa Indonesia maksudnya adalah batu pindahan dari puncak Merapi yang telah terseret sejauh 7 kilometer hingga sampai kampung Jambu.
Keunikan batu itu tak sampai di situ saja. Selain berpenampakan wajah alien, batu itu juga berpenampakan kepala singa.
Slamet menunjukkan pada arah sebaliknya wajah alien, batu besar tersebut menampakkan kepala singa. Sama seperti sebelumnya, Slamet menyarankan untuk melihat penampakan itu, lebih baik melalui foto kamera ponsel atau perangkat lainnya. (vn)











