Medan, (Analisa). Director of Islamic Development Universiti Sains Malaysia, Prof Dr. Muhammad Syukri Salleh menyatakan pembangunan berdasarkan Islam memiliki tujuan Mardhatillah yakni mencari Ridha Allah SWT bukan hanya untuk memenuhi kehendak keperluan manusia semata.
“Pembangunan berdasarkan Islam secara akademik baru diperkenalkan di USM dan agak berbeda dengan pembangunan konvensional. Alasannya, acuan pembangunan berdasarkan Islam yakni tasawuf Islam sendiri dan tidak boleh ada modifikasi dari barat,” kata Muhammad Syukri Salleh kepada wartawan usai menjadi pembicara kunci Workshop Antarbangsa Pembangunan Berteraskan Islam (WAPI) ke 8 di Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, Kamis (11/6).
Dia menambahkan, pembangunan berdasarkan Islam pelakunya harus bersifat sebagai hambah dan khalifah Allah di dunia. Ada tiga alam yakni alam ruh, alam dunia dan alam akhirat. Sedangkan kerangka pembangunan berdasarkan Islam antara lain fardu ain dan tauhid.
Menurutnya, pembangunan berdasarkan Islam dalam perkaidahan selalu berasaskan ibadah. Artinya, setiap aktivitas pembangunan mesti berbentuk ibadah dan nantinya akan dihitung sebagai ibadah kepada Allah SWT. “Terkait sumber daya alam, dalam pandangan barat. Alam itu merupakan pemberian dalam wujud. Tetapi dalam Islam, sumber daya alam merupakan ciptaan Allah SWT untuk manusia dengan membuktikan pengabdian kepada Allah SWT.
Rektor UMSU diwakili Wakil Rektor I, Dr. Muhyarsyah, MSi mengatakan WAPI ke 8 tentunya merupakan ajang untuk menyatukan pikiran-pikiran dalam kelompok dan tema yang dibahas.
Dari beberapa kali kegiatan yang dilakukan, katanya terjadi perkembangan yang meningkat. Bahkan, hasil dari pertemuan ini diterbitkan beberapa buku kumpulan hasil para pemakalah. “Kepada dosen UMSU tentunya kita dapat mengambil manfaat yang baik dalam proses penulisan karya ilmiah. Apa yang mereka sampaikan pada WAPI ini adalah ide-ide pengembangan kemampuan dalam diri setiap dosen?,” katanya.
Di bagi Kelompok
Usai pembukaan, para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kajian dengan topik pembahasan yang berbeda-beda.Peserta yang mengikuti pembahasan makalah yakni 114 orang dari Malaysia 74 orang, dan Indonesia 40 orang.
Topik kajian yang dibahas yakni, Pengembangan Islam, Bisnis Islam, Keuangan Islam, Metodologi Islam, Teknologi Islam, Zakat dan Wakaf, Manajemen Islam, Pembangunan Manusia Islam, dan Pendidikan berdasarkan Islam.
Dalam kajian topik zakat dan wakaf. Nur Fara Hana Binti Abdullah memyampaikan materi tentang pemberian zakat kepada pihak yang berhak menerima zakat. Terlihat, katanya di Selangor meskipun dikenal sebagai daerah yanga kaya tetapi masyarakat banyak juga yang berkehidupan miskin.
Diketahui, ada ketergantungan para mualaf dalam menerima zakat dalam bentuk keuangan semata dan masih belum memadai untuk meningkatkan keagamaan dalam diri mereka.
Pengkaji dalam pembahasan ini, Dr. Muhammad Arifin Gultom, SH,MHum mengaku kendala tersebut seharusnya memang bisa diselesaikan tentunya dengan memberikan kail bukan umpan. Artinya, pemberian bantuan seharusnya bersifat usaha bukan konsumtif semata.
Di bagian lain, dalam pembahasan Pendidikan Islam. Dosen Fakultas Agama Islam UMSU Widya Masitah, M.Psi memaparkan hasil penelitian “Upaya Menurunkan Perilaku Agresif Anak Usia Dini dengan Menggunakan Teknik Musik di Raudahatul Athfal Nurul Izzah Kabupaten Deli Serdang”.
Dengan penelitian ini, hasilnya menunjukkan teknik musik mampu menurunkan perilakau agresif anak yang ditunjukkan dengan rata-rata agresifitas yang menurun dari 16,5 menjadi 8,6. (maf)











