Usaha Sampingan IRT Beromzet Rp50 Juta/Bulan

KISAH sukses ibu rumah tangga (IRT) yang  berbisnis usaha sampingan. Hanya dengan kreatif dan tekun bisa menjadi inspirasi ibu rumahan yang lain untuk mengembangkan bisnis usaha sampingan dan bisa menunjang pendapatan keluarga.

Pemilik Bisnis Rumahan Usaha Sampingan Smoothy Sprei House, Lidya Sari (39), bisa menjadi contoh bagi ibu rumah tangga yang bisa tetap berkreasi Bisnis Rumahan Usaha Sampingan meski sudah tak lagi bekerja.

Lidya membuktikan bahwa seorang ibu rumah tangga pun bisa jadi pengusaha Bisnis Rumahan Usaha Sampingan yang sukses dan mandiri secara finansial dengan pendapatan puluhan juta per bulan dari bisnis sprei.

Ia memulai Bisnis Rumahan Usaha Sampingan aneka sprei, bedcover, dan home set dimulai dua tahun lalu. Awalnya Lidya hanya sebagai pedagang atau reseller sprei, namun hatinya tergerak untuk bisa membuat produk Bisnis Rumahan Usaha Sampingan sendiri.

“Saya dulu sempat kerja swasta, jadi sekretaris di salah satu hotel di Jakarta. Setelah menikah dan punya anak, saya putuskan berhenti dan Bisnis Rumahan Usaha Sampingan . Tapi karena terbiasa kerja, jadi nggak bisa diam saja sehari-hari,” kata Lidya.

Sebelum jadi pengusaha Bisnis Rumahan Usaha Sampingan pembuat sprei, ia sempat kerja rias pengantin untuk kegiatan pesta perkawinan. Namun setelah anaknya sudah berusia dua tahun, bisnisnya mulai tercetus.

“Modal awal saya Rp15 juta. Modal Bisnis Rumahan Usaha Sampingan itu dipakai untuk beli mesin jahit, mesin obras, bahan, plastik kemasan dan bikin katalog,” katanya.

Ia mengatakan, kunci sukses Bisnis Rumahan Usaha Sampingan adalah melayani semua jenis pesanan para pelanggan tanpa memilih dan melakukan pemasaran melalui reseller.

Dengan pilihan bahan katun 70 persen, ia membuat sarung bantal, tutup galon, sprei sampe bed cover. Produk karyanya ini dijual mulai dari Rp25.000 untuk sarung bantal, sprei mulai Rp100.000-Rp1,5 juta. “Kita bikin juga yang spesial bahan sutra. Pokoknya pesanan Bisnis Rumahan Usaha Sampingan apa aja, kita usahakan bisa buat,” katanya

Strategi penjualan Bisnis Rumahan Usaha Sampingan agar bisa diterima pasar adalah membuat katalog. Selain itu, ia juga rajin ikut pameran Bisnis Rumahan Usaha Sampingan untuk menjaring para reseller. Reseller bisa beli katalog Rp30.000, nanti dapat keuntungan 10 persen-15 persen dari produk yang dijualnya.

“Sekarang saya udah punya 50 reseller mulai dari mahasiswa dan kebanyakan ibu-ibu rumah tangga kaya saya. Ibu-ibu muda sekarang kan banyak yang awalnya kerja swasta setelah menikah dan punya anak jadi ibu rumah tangga. Ibu-ibu ini cari kesibukan Bisnis Rumahan Usaha Sampingan dan pendapatan tambahan,” katanya.

Ia mengungkapkan ada reseller Bisnis Rumahan Usaha Sampingan-nya yang bisa menjual sampai 100 potong sprei per bulan. Para reseller Bisnis Rumahan Usaha Sampingan ini punya downline atau tenaga pemasaran sendiri dengan hanya bermodal menjual katalog ke orang lain lagi.

“Ingin, ada rencana nanti saat Lebaran atau penjualan reseller tertentu banyak, kita kasih bonus produk. Supaya lebih kenal, suka dan semangat jualan,” katanya.

Lewat ketekunannya, saat ini Bisnis Rumahan Usaha Sampingan Lidya bisa memproduksi 500-700 potong sprei per bulan. Omzet Bisnis Rumahan Usaha Sampingan yang didapat sampai Rp50 juta. “Anak saya dua, lumayan Bisnis Rumahan Usaha Sampingan bisa bantu untuk keperluan sehari-hari,” katanya tersenyum. (dtc)

()

Baca Juga

Rekomendasi