Cerita Dibalik Thaipusam

Oleh: Indah Pratiwi

THAIPUSAM merupakan salah satu perayaan yang digelar umat Hindu di seluruh dunia, khususnya umat Hindu Tamil sebagai bentuk penghormatan pada anak Dewa Siwa yakni Dewa Murgan. Perayaan Thaipusam juga sekaligus memperingati hari ulang tahun Dewa Murgan.

Hal itu disampaikan Sabay, Wakil Ketua Kuil Shree Soepramaniam Na­garattar Jalan Kejaksaan Medan be­berapa waktu lalu. Ia mengatakan pera­yaan Thaipusam dirayakan setahun se­kali, tepatnya pada bulan kesepuluh da­lam kalender Tamil yang dikenal dengan bulan ‘Thai’.

“Thaipusam dirayakan sebagai peng­hormatan pada Dewa Murgan. Kata Murgan sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya ‘cantik’ atau ‘tampan’. Disebut Dewa Murgan karena rupanya yang tampan. Thaipusam biasanya jatuh pada Januari atau Februari tergantung perhitungan bulan, sama seperti menentukan bulan Rama­dan pada umat Islam,” jelasnya.

Ia menuturkan, Thaipusam hanya dira­yakan oleh umat Hindu yang ber­etnis Tamil. Di India, tidak semua ma­syarakat merayakan itu. Karena Thai­pusam merupakan perayaan khusus Tamil, acara masyarakat India Selatan.

Sabay mengatakan Thaipusam juga meru­pa­kan bentuk rasa syukur umat Hindu Tamil kepada Dewa. Mereka biasanya memandikan patung Dewa Murgan dengan susu sapi pada hari itu. Ada juga umat Hindu Tamil yang bernazar.

Thaipusam di Medan

“Pada hari Thaipusam di Medan Minggu (24/1), penganut agama Hindu Tamil melakukan sembahyang di kuil kemudian malam harinya meletakkan patung Dewa Murgan ke atas kereta kencana (Raddam) yang telah berusia 123 tahun berasal dari Penang, Malay­sia. Setelah itu diarak dengan diiringi lagu-lagu religi berkeliling Kota Medan,” ucap Sabay.

Lebih jauh ia mengatakan, persiapan acara perayaan Thaipusam dilakukan sejak dua minggu sebelum acara berlangsung. Thai­pusam dirayakan oleh kurang lebih delapan ribu umat Hindu Tamil di Kuil Shree Soepramaniam Nagarattar Jalan Kejaksaan Medan yang telah berdiri sejak 1892.

“Umat Hindu Tamil di Indonesia memang paling banyak terdapat di Medan, kurang lebih ada 30 ribu orang. Itulah disebut kawasan Kampung Keling, yang sekarang berganti nama menjadi Kampung Madras. Madras sendiri adalah nama daerah di India Selatan, namun sekarang dinamakan Chennai,” ujarnya.

()

Baca Juga

Rekomendasi