Kembalikan Semua Masalah kepada Allah

Galau? Lelah? Putus Asa? Semua itu adalah perasaan yang ada di hati kita ketika tidak sanggup lagi menghadapi masalah dalam hidup. Kekecewaan, penyesalan serta kesalahan yang kita lakukan di masa lalu ketika menyelesaikan masalah membuat hati dan semangat kita lemah. Tidak dapat kita hindari bahwa dalam mencapai sesuatu kita akan terus menghadapi hambatan yang tidak diinginkan. Tidak semua yang kita inginkan berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Hanya usaha terbaik yang bisa kita lakukan dan hasil Allah yang menentukan.

Manusia yang menghadapi masalah terus mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Kita berusaha mencari jawaban agar masalah kita cepat terselesaikan. Apapun rela kita lakukan asal masalah tidak lagi menghampiri kita. Kita mencari jawaban kemana-mana, mencari orang yang dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan masalah kita, namun sayang kita tidak menyadari bahwa jawaban dari semua masalah itu sangatlah dekat.

Sungguh Rasullullah adalah sosok yang luar biasa dalam menghadapi semua tantangan hidup. Umat muslim jauh-jauh hari telah diajarkan oleh Rasulullah Saw untuk menghadapi masalah yang menghampirinya “Aku tinggalkan kepadamu dua hal yang jika kamu berpegang kepadanya maka kamu tidak akan tersesat, yaitu Alqur’an dan As-Sunnah,”( HR. Bukharidan Muslim). Dari hadist tersebut kita ketahui bahwa Alquran merupakan salah satu pedoman utama bagi siapa saja yang memiliki serangkaian masalah dalam kehidupan yang di hadapinya, namun sayangnya kita tidak pernah sadar akan hal ini.

Goresan tinta Budiman Mustofa dalam buku yang berjudul “ Ya Allah Aku Galau, Aku Lelah, Aku Putus Asa” hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern untuk kembali menyadarkan dan mengingatkan kepada kita bahwa solusi dari semua masalah yang kita hadapi adalah Alqur’an.Dengan anak judul “anda galau? Curhatlah kepada Alqur’an”, penulis mengajak pembaca melalui ayat-ayat emas dalam Alqur’an yang menghalau kegaulan manusia dalam hidup untuk mengembalikan semua masalah pada Alqur’an.

Buku ini diawali dengan membangun persepsi kita sebagai manusia tentang masalah yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Bagaimana Alqur’an menempatkan masalah-masalah yang menghampiri kita dan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap masalah. Ayat-ayat Alqur’an serta ilustrasi sederhana yang mendukung teks dalam buku terbitan Al-Quds membuat kita mudah memahami dan mampu menyadarkan kita yang selama ini sibuk menceritakan masalah kepada orang lain yang belum tentu mampu menyesaikan masalah yang kita hadapi untuk melakukan dialog kepada Allah melalui Al-Quran. “Teman yang terbaik untuk berdialog kala masalah datang bertubi-tubi dan badai menghantam adalah Al-Qur’an”. (Hal-20)

Cover buku berwarna merah yang berpadu dengan warna hitam menunjukkan seseorang yang ingin mengakhiri hidup berdiri di tepi tebing yang tinggi dengan melihat ke arah bawah tebing memang terkesan elegan dengan gaya bahasa yang menarik mampu menarik perhatian pembaca dengan kata-kata yang disajikannya. “Tidak ada suatuyang lebih her at dalam hidup kita kecuali ketika kita masih memikul beban kesalahan, kekhilafan dan dosa dipundak kita. la akan menjadi batupenghalang untuk meraih kemajuan... “. (Hal-119)

Di akhir buku ini penulis memberi tips dasyat mengusir galau salah satunya adalah selalu bersyukur. Seringkali jika kita renungi, ternyata Allah memberikan sesuatu kepada kita,yang tidak Dia berikan pada orang lain. Sayangnya, kita hanya melihat orang lain menerima nikmat Allah, tanpa bertanya sudah berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jadi miliki buku ini.

Perensi: Fikri Muhammad Nasution Mahasiswa FDK Jurusan Ilmu Komunikasi Semester I dan Kru LPM Dinamika UIN SU.

()

Baca Juga

Rekomendasi