Ketua PASTI Binjai Berharap

Perbaikan Jembatan Payaroba Segera Terealisasi

Binjai, (Analisa). Ketua Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia (PASTI) Kota Binjai, Ng Pau Min, berharap perbaikan Jembatan Sei Bingei III di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, yang mengalami kerusakan sejak beberapa bulan terakhir, bisa segera terealisasi.

Hal ini mengingat, jalur itu merupakan akses vital dalam menjamin proses mobilisasi kendaraan bertonase tinggi, maupun distribusi logistik dari dan keluar Kota Binjai. Sehingga jika jalur tersebut tertutup dalam jangka waktu lama,  banyak pihak akan dirugikan.

“Kita tetap mendukung langkah yang dilakukan Pemko Binjai, guna mencegah kecelakaan. Tapi masyarakat juga butuh kejelasan, kapan jembatan bisa diperbaiki. Kapan juga badan jalan yang berlubang bisa ditambal. Sebab ini adalah akses utama,” ungkapnya kepada Analisa, saat meninjau kondisi Jembatan Payaroba, Minggu (22/5).

Demi mengantisipasi terhentinya proses distribusi barang kebutuhan pokok, terutama bahan pangan, BBM, dan pupuk, dari Kota Binjai menuju Kabupaten Langkat bagian hulu, ataupun sebaliknya, Ng Pau Min, turut berharap Pemerintah Kota Binjai, menyediakan jalur alternatif sementara.

Sebab menurutnya, penutupan sementara Jalan Ismail dan Jalan Letda Umar Baki sebagai jalur lalu lalang kendaraan barang dan truk bertonase tinggi, menyebabkan pengusaha dan pengemudi angkutan mulai mengeluh, akibat bertambahnya biaya operasional.

“Tentunya harus ada jalur alternatif. Sebab pasca jembatan ditutup, terus terang biaya operasional kendaraan kian bertambah. Supir terpaksa melewati jalur alternatif lain dengan jarak lebih jauh, yang banyak praktek kutipan liarnya,” terang Ng Pau Min.

Bahkan saat ini diakuinya, proses distribusi logistik juga semakin tidak efisien. Sebab penambahan jarak tempuh kendaraan menyebabkan proses distribusi logistik menjadi semakin lama, dan hanya bisa dilakukan dalam satu kali perjalanan.

“Sekarang ini serba sulit. Di satu sisi, pengusaha butuh biaya tambahan untuk menutupi THR dan bonus karyawan. Di sisi lain, kebutuhan rumahtangga para supir juga ikut meningkat, terutama menjelang puasa dan lebaran, serta masuknya tahun ajaran baru,” ujar Ng Pau Min. (wa)

()

Baca Juga

Rekomendasi