Sekolah Setengah Hari atau Seharian

Oleh: Nur Akmal. Baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kita yang baru, bapak Muhadjir Effendy melempar wacana sekolah seharian atau full  day school untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Katanya ini untuk mencegah siswa dari pengaruh buruk lingkungan atau aktivitas tidak bermanfaat di luar jam sekolah. Juga agar orangtua yang bekerja bisa lebih mudah menjemput anak tanpa khawatir aktivitas anak di rumah saat ia masih bekerja.

Nah, wacana ini kemudian menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, apakah memang kita harus menerapkan sekolah seharian? Banyak para pakar atau pemerhati pendidikan yang turut berkomentar tentang ini, termasuk sahabat Taman Riang. Sebagian komentar sahabat Taman Riang juga dimuat pada edisi kali ini. Lalu sebenarnya apa sih untung atau ruginya bersekolah seharian penuh? Dan apa pula kelebihan sekolah se­harian?

Kepala Sekolah SD IT Siti Hajar Medan yang selama ini menerapkan full day school, Rahmat Martuah mengatakan sebenarnya full day school tidak selalu identik dengan tekanan belajar yang tinggi dan berat. Menurutnya full day school juga bisa menjadi menyenangkan. Tergantung dari bagaimana sekolah merancang aktivitas pembelajarannya.

“Konsep pembelajaran di full day school itu tentu harus menyenangkan, program yang dirancang harus menarik, guru-guru harus kreatif. Kreatifitas guru itu yang paling penting agar sekolah satu harian tidak jadi membosankan,” ujarnya.

Sekolah Seharian

1. Dengan aktivitas yang beragam di sekolah, siswa jadi bisa terhindar dari aktivitas yang kurang bermanfaat seperti bermain game di warnet atau aktivitas-aktivitas yang membawa dampak negatif lainnya.

2. Sekolah seharian juga menawarkan aktivitas yang tentunya akan menambah wawasan, ilmu dan kemampuan yang pasti akan bermanfaat.

3. Sekolah sehari penuh kabarnya tidak akan memuat pelajaran umum, melainkan lebih kepada aktivitas yang sifatnya ekstrakurikuler atau aspek sikap.

Sekolah Setengah Hari

1. Sekolah setengah hari juga tak salah dan juga memiliki sisi positif. Salah satunya kita bisa punya waktu luang di siang hari. Namun waktu itu hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, misalnya dengan tidur siang atau ikut kursus.

2. Manfaatkan pula waktu kosong di siang hari (jika tidak mengikuti kursus) untuk bermain dan berkumpul bersama teman-teman di lingkungan rumah. Bermain sangat penting bagi usia sekolah, banyak manfaat dari bermain dan bercengkrama dengan tetangga atau teman-teman.

3. Jika orangtua kamu tidak sibuk bekerja di siang hari, atau mungkin bekerja dari rumah, manfaatkan situasi tersebut dengan lebih mengakrabkan diri bersama keluarga. Membantu pekerjaan orangtua di rumah juga boleh.

()

Baca Juga

Rekomendasi