Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB

Kerugian Ekonomi Akibat Rayap Rp18,68 Triliun

Medan, (Analisa). Kerugian ekonomi masya­rakat akibat serangan rayap mencapai Rp18,68 triliun lebih per tahun ter­­golong  suatu ang­ka  yang cukup be­sar.

Kerugian tersebut dihitung dari serangan rayap pada ba­ngunan ru­mah di Indonesia  Rp8,68 triliun dan bangunan gedung lainnya Rp10 tri­liun.

Guru Besar Fakultas Ke­hutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Dodi Nan­dika,MS menyatakan rayap orga­nisme yang menimbulkan ke­rugian bagi manusia.

“Ini ditandai dengan rusak­nya kom­­­­ponen bangunan dari kayu  dan  isinya berupa  per­alatan rumahtangga (furni­ture), buku-buku, kain dan su­rat ber­­harga”, katanya  ke­pa­da Ana­lisa , Selasa (16/8).

Dia mengemukakan hal itu se­hubungan akan menjadi pem­­bicara pada Seminar Seni Pengendalian Rayap  di Medan pada 24 Agustus 2016.

Dodi menyebutkan area sebaran rayap meliputi hampir seluruh tanah air antara lain di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. 

Jumlah spesies pada ta­hun 70-an saja  200 spesies rayap. Sedangkan di dunia men­capai 2.500 spesies dari berbagai genus.

Sumatera Utara khususnya   seba­gai provinsi terbesar di Indonesia tidak luput perhatian perusahaan ur­ban pest control sebagai area per­kembangan pe­sat sektor properti.

“Seperti perumahan, hotel, resto­ran, kafe, kantor, pabrik, gudang dan fasilitas lainnya yang berpotensi ter­serang rayap. Itu artinya betapa he­batnya bioekologi  rayap”, kata Dodi Nandika.

Sementara itu Badan Pe­meriksa Keuangan (BPK) Asosiasi Perusa­haan Pengen­dalian Hama Indonesia (ASSPHAMI) Sumut, Stevie Annie Pasaribu,SP  didam­pingi Supervisor  Yudi Hari­yono  menjelaskan seminar sehari  yang diadakan Termi­nix Pest Control  ini akan di­ikuti  sekitar 100 peserta.

“Diharapkan para peserta yang terdiri dari pengelola properti dan pelaku usaha lain­nya lebih mema­hami ba­gai­mana menuntaskan ra­yap  secara mapan agar terhindar dari kerugian eko­nomi ma­sya­rakat”, pin­ta Stevie. (bay)

()

Baca Juga

Rekomendasi