Mata-mata Hingga Pembunuh

Lima Orang Terkenal Abad ke-19

MENJADI orang terkenal itu bisa ditempuh dengan banyak cara. Pada umumnya, ketenaran itu didapatkan aki­bat keterampilan, kekuasaan, rupa menawan dan kekayaan yang dimiliki.

Tapi tidak jarang sese­orang men­­jadi tenar karena hal yang tidak lazim seperti karena sering mem­bual, sim­panan orang berpengaruh, se­ring berkata kasar, hingga pem­bunuh berantai.

Berikut orang-orang tenar pada abad ke-19, karena alasan yang tidak umum dan unik seperti diku­tip dari The­vinta­ge­news.com, be­lum lama ini:

-Beau Brummell, Hobi Bicara Kasar

George Beau Brummell lahir pada 1778 dan meru­pakan seorang de­­sainer bu­sana yang terkenal ka­rena karya-karyanya yang elegan dan ‘bergengsi’.

Brummell juga merupakan te­man dekat Pangeran Wales, George IV. Gaya berpakaian­nya yang ele­gan dan ber­geng­si, membuat de­sainer itu de­ngan mudah dapat mem­­baur dengan lingkungan sang Pa­ngeran.

Namun, bukan keahlian­nya se­bagai desainer dan ke­dekatan de­ngan sang pange­ran yang membuat Brum­mell terkenal. Pria itu men­jadi sangat dikenal banyak orang karena cara bicaranya yang kasar dan suka menyinggung orang.

Dia bahkan pernah me­nyebut Pangeran George se­bagai ‘pundi-pundi’ uangnya.

Pada tahun 1813, Brum­mell ak­hir­nya kena batunya sendiri. Aki­bat lelucon ka­sarnya, dia dibuang ke Calais dan dikejar-kejar utang.

Dia kemudian dipenja­rakan di Pran­cis akibat utangnya yang me­num­puk. Di dalam bui, dia men­derita stroke berulang kali dan me­ninggal akibat sakit jiwa pada tahun 1840.

-Clara Barton, Pendiri Palang Merah AS

Clara Barton dilahirkan di Mas­sac­husetts pada tahun 1821. Se­masa hidupnya, Cla­ra bekerja se­ba­gai seorang guru di Patten Office, Was­hing­ton D.C, AS dan pe­ra­wat selama Perang Sipil. Walau­pun mempunyai prestasi yang bagus selama menjadi pe­nga­­jar dan pera­wat, Clara lebih di­­ke­nal sebagai pendiri Palang Me­rah AS.

Selama bekerja menjadi perawat pe­rang, Clara yang juga seorang guru dengan be­rani mengantarkan perse­diaan obat-obatan ke garis de­pan, bahkan ikut serta da­lam pencarian prajurit hilang.

Ketika mengunjungi Ero­pa, Clara bekerja pada or­ganisasi ban­tuan yang dikenal dengan sebutan International Red Cross atau Palang Merah Internasional.

Setelah Kembali ke AS, Clara me­ngajukan proposal untuk men­dirikan Palang Me­rah AS, yang kemudian didirikan pada 1881.

-Honinbo Shusaku, Pe­main ‘Go’

Salah satu permainan tra­disional terkenal di Asia Ti­mur adalah ‘Go’. Permainan Go dimainkan dengan meng­gunakan butiran batu bulat berwarna hitam dan putih yang disusun di atas papan kotak berjala.

Permainan yang membu­tuhkan daya konsentrasi dan strategi ma­tang itu, menjadi sangat terkenal di Jepang pada Abad ke-19.

Pada masa itu, seorang pemuda ber­nama Kuwahara Torajiro, me­ru­pakan pemain Go terbaik di Hiroshima. Setelah menyelesaikan ma­sa studinya, Kuwahara melan­jut­kan pendidikannya di Edo se­karang Tokyo di sebuah sekolah Go terkenal, Ho­ninbo.

Di tempat itulah Kuwahara ak­hirnya dikenal dengan nama Ho­nin­bo Shusaku mengga­bungkan na­ma sekolah dan kepala seko­lahnya.

Pada tahun 1846, Shusaku berte­mu dengan Gennan In­seki yang me­ru­pakan salah satu pemain Go ter­baik kala itu. Shusaku lalu ber­main Go melawan Inseki dan me­nga­­lahkan pria itu dengan satu ge­ra­kan mematikan.

Dia meletakkan sebuah batu hi­tam di tengah-tengah tempat ko­song papan, yang membuat posi­sinya menjadi kuat. Permainan Shu­­saku tersebut membuat teli­ngan Inseki menjadi merah mena­han malu dan amarah. Sejak saat itu gerakan ter­sebut dikenal dengan sebutan ‘Ear-Reddening Move‘ atau gerakan telinga merah.

-Mary E. Walker, Mata-mata

Mary Edwar Walker me­ru­pakan satu-satunya perem­puan di dunia yang pernah menerima penghar­gaan Me­dal of Honor.

Perempuan yang lahir pada ta­hun 1832 itu merupakan se­orang ahli bedah, mata-mata, dan juga ta­hanan pe­rang.

Mary bekerja sebagai se­orang guru sekolah untuk membiayai pen­didikan dok­ter­nya di Syracuse Medical College, dan menamatkan pendidikannya pada 1855.

Saat Perang Saudara me­letus pada 1861, perempuan itu mena­war­­kan diri menjadi perawat di Pa­tent Office Hospital, Washington D.C.

Pada tahun 1862 Mary berhenti menjadi perawat dan melanjutkan pendidikannya di Therapeutic College, New York. Tapi, dia kembali men­­jadi mata-mata.

Mary akhirnya ditangkap dan dipenjarakan pada tahun 1864 oleh Pa­sukan Confe­derate. Dia kemu­dian dibe­bas­kan pada bulan Agus­tus tahun itu, setelah dipenjara di Richmond, Virginia.

-H.H. Holmes, Pembunuh Berantai

Dr. Henry Howard Holmes m­eru­pakan salah satu dari pem­bunuh be­rantai modern yang pertama kali didoku­me­ntasikan.

Holmes mendirikan se­buah hotel yang kemudian di­kenal dengan se­butan ‘Kas­til Pembunuh’, diba­ngun dengan tujuan memudahkan aksi kejamnya.

Mantan mahasiswa kedok­teran itu mengaku telah mel­akukan 27 pem­bunuhan, sembilan di anta­ra­nya sudah terbukti. Holmes mengu­liti dan menjual tengkorak kor­ban­nya kepada beberapa orang kena­lan, laboraturium, dan sekolah.

Akhirnya, Holmes ditang­kap un­tuk pertama kalinya atas tuduhan pe­nipuan asu­ransi. Kemudian, dia kembali diadili karena membunuh re­kan penipuan­nya sendiri, Benja­min Pitezel.

Selama di dalam penjara, pem­bunuh berantai itu mene­rima uang se­besar US$ 7,500 atau Rp 98 juta dari koran Hearst , atas pengakuan 27 pem­bunuhan yang dilakukan­nya. (lpt/tgc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi