Identitas dan Ideologi

Oleh: Wahyu Hidayat. Indonesia terbentang dari Sa­bang sampai Merauke, dengan ribuan pu­lau menghiasi negeri pertiwi yang di­da­lamnya terdapat bermacam aga­ma, suku, adat, ras, bahasa, adat serta budaya yang menjadi keistimewaan bagi bangsa Indonesia. Masyarakat majemuk, heterogen, dan multikul­tural itulah identitas bangsa Indonesia yang dikenal seluruh penjuru dunia.

Keberagaman ini tentunya menjadi ke­banggaan yang dibungkus dengan ke­istimewaan bangsa Indonesia. Ke­ber­a­gaman ini membentuk Indonesia men­jadi sebuah negara yang unik, ka­rena keunikan ini tidak dimiliki oleh negara-negara lain didunia.

Lahirnya Indonesia adalah inte­grasi dari berbagai variabel masya­ra­kat, masyarakat yang plural menjadi ke­kuatan bagi negara. Identitas inilah yang pada akhirnya menjadi ideologi negara dalam menjalani kehidupan bernegara.

Pancasila adalah sebutan ideologi bangsa, yang lahir karena kebera­ga­man dan pluralnya masyarakat In­do­nesia. Didalamnya terkandung nilai-nilai leluhur nenek moyang bangsa yang kemudian melalui dinamika dan konsensus dan pada akhirnya lahirlah Pancasila sebagai Ideologi bang­sa.

Ideologi sebagai alat untuk menca­pai kesetaraan dan kesejahteraan ber­sama dalam masyarakat (Karl Max),  ideo­logi lahir atas konsensus bersama dan berdasarkan nilai-nlai leluhur yang terkandung didalamnya dengan tu­juan menjadi pedoman dalam ke­hidupan bernegara baik itu pe­­­me­rintah dalam mencapai tujuan negara mau­pun masya­rakat dalam kehidupan se­hari-harinya. Kesejahteraan adalah tu­juan negara, implementasi dari ke­se­jahteraan adalah bagai­mana masya­rakat sudah sejahtera bidang ekonomi, po­litik dan lain sebagainya.

Pancasila adalah ideologi resmi bangsa Indonesia yang dalam domain negara dijalankan secara masif dalam berbagai sektor kehidupan bernegara, baik itu dalam hal politik, hukum dan lain sebagainya. Kesaktian pancasila beberapa kali menunjukkan kesak­tian­nya yaitu berhasil menjadi pence­gah kesenjangan antar masyarakat.

Masyarakat yang kultural selain menjadi keistimewaan bagi bangsa Indonesia dilain sisi menjadi sumber konflik, sering kali kita jumpai bagaimana konflik-konflik horizontal terjadi karena berlatarbelakang perbedaan. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri pemerintah bagaimana mewu­judkan bangsa yang dikenal plural agar hidup rukun dan damai.

Pemikiran dan gagasan dasar adalah konsep dari ideologi, bagai­mana pikiran dasar masyarakat umum harus menjadi landasan bagi pemerin­tah dalam menetapkan suatu keputus­an apapun, artinya semua proses penetapan keputusan harus berlan­das­kan atas pemikiran dan gagasan ma­syarakat.

Identitas bangsa adalah ciri khas sua­tu bangsa yang pada dasarnya di­kenal oleh bangsa lain, begitupun In­donesia siapa yang tidak kenal dengan ke­beragaman Indonesia. Pu­­jian ke­mu­dian datang dari berbagai bangsa-bang­sa lain, salah satu tokoh timur per­nah berkata, “Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya dan bahasa, teta­pi masih satu negara, namun berbeda halnya dengan timur tengah dimana memiliki bahasa yang sama, suku yang sama, serta agama yang sama tetapi terpecah-pecah men­jadi beberapa negara” (kira-kira begitu ba­hasanya). Artinya apa, kebanggaan ini menjadi pujian bangsa lain ketika berbicara Indonesia.

Identitas disini juga merupakan sua­tu jati diri bangsa kita  yang mana jati diri bangsa kita tidak dimiliki oleh bangsa lain manapun. Jati diri ter­sebut merupakan kumpulan dari ber­bagai kebiasaan-kebiasaan masya­ra­kat bangsa Indonesia.

Dengan kompleksnya itu, kita dapat memahami mengapa bangsa kita bisa bersatu padahal berbeda-beda. Ya, alasannya cuma satu yaitu IDEO­LOGI. Ideologi pancasila meru­pakan ideologi satu-satunya yang berdasarkan nilai leluhur asli suatu bangsa, beda halnya dengan ideologi yang lain, berba­gai  negara memiliki ideologi yang sama tetapi kita punya ideo­logi sendiri yang di dasarkan atas iden­titas masyarakat bangsa Indo­ne­sia.

Ideologi pancasila itu merupakan pan­dangan hidup bangsa Indonesia, pan­casila itu sebagai pondasi atau da­sar negara Indonesia. Ibaratkan sebuah ru­mah yang harus dimulai dengan mem­buat pondasi, itulah pancasila. Ka­rena itulah mengapa pentingnya ideo­logi dalam suatu bangsa, ideologi sebagai alat untuk memperkokoh bangsa, begitupun pancasila Indonesia akan tegak berdiri dan berjalan sesuai dengan tujuannya jika berlandaskan pada ideologi bangsa yaitu pancasila.

Dengan demikian kita patut bangga karena mempunyai identitas yang tidak dimilki oleh bangsa lain, kemu­dian identitas bangsa Indonesia men­jadi ideologi bangsa yang dijadi­kan pe­doman dalam kehidupan bernegara. Mari sama-sama kita rawat dan kita pa­hami dari identitas bangsa kita, karena identitas inilah yang sudah menghantarkan bangsa kita sampai sejauh ini.

Keberagaman bisa menjadi positif dan bisa menjadi negatif, kebera­gam­an akan positif karena akan mem­berikan kemajuan serta perkem­ba­ngan bagi bangsa, dan dampak ne­gatifnya bisa menjadi disharmonisasi da­lam kehidupan bernegra. Maka dari itu mari kita maknai identitas bangsa kita yang beragam dengan hal po­sitif. ***

Penulis adalah Menteri ADKESMA BEM Universitas Jambi dan mahasiswa aktif ilmu pemerintahan Fisipol UNJA.

()

Baca Juga

Rekomendasi