Wabah Difteri Belum Ditemukan di Medan

Analisadaily (Medan) - Wabah difteri sedang menghantui Indonesia. Pasalnya hingga November 2017, 20 provinsi di Indonesia melapor tentang adanya kasus difteri, bahkan 11 provinsi berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Di Provinsi Sumatera Utara khususnya Kota Medan, belum ditemukan kasus tersebut. Demikian menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita, kepada Analisadaily.com, Jumat (8/12).

Usma menjelaskan, difteri merupakan penyakit infeksi yang menyerang membran mukosa tenggorokan dan hidung disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae. Infeksi ini menyebabkan selaput tebal di tenggorokan akan menghalangi saluran pernapasan. Akibatnya, penderita kesulitan bernapas hingga menyebabkan meninggal dunia.

"Umumnya penderita difteri adalah anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa. Dan di Kota Medan sendiri belum ditemukan kasus difteri," katanya.

Usma mengatakan, difteri bukan wabah baru di Indonesia. Sebab beberapa dekade lalu sudah pernah muncul dan hilang sekitar tahun 1990-an. Akan tetapi kembali muncul sekitar 6-7 tahun terakhir.

Menurut Usma, umumnya penderita difteri, terutama pada anak-anak, karena mendapat imunisasi yang tidak teratur atau bahkan sama sekali tidak mendapat imunisasi sehingga sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu menangkal difteri.

Dijelaskannya, jenis imunisasi untuk difteri antara lain DPT-HB-HiB, DT, dan Td. Umumnya imunisasi DPT-HB-HiB pada balita serta DT dan Td diterapkan pada anak-anak sekolah dasar antara usia 6-10 tahun.

"Mungkin para orang tua sedikit anggap remeh perihal imunisasi yang digalakkan pemerintah terutama melalui Posyandu, padahal pelayanannya diberi gratis dan vaksin dijamin asli. Oleh karenanya buang paradigma seperti itu agar anak-anak kita tidak terkena difteri di kemudian hari," sarannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan rutin memberikan imunisasi DPT-HB-HiB. Pada tahun 2015 imunisasi DPT-HB-HiB terealisasi 96,8% dan 2016 terealisasi 98,6%.

"Sampai Oktober 2017 baru terealisasi 79,5% dan hingga akhir tahun ini kita terus berikan imunisasi (DPT-HB-HiB)," tandasnya.

(AA)

Baca Juga

Rekomendasi