Rahasia Gelap Kekaisaran Mongolia

PADA abad ke-13, bangsa Mongolia bang­kit dari negeri yang terisolasi, dengan mem­bentuk salah satu kekai­saran  terbesar di dunia yang pernah dikenal. Meskipun mereka pada awalnya sebagai  sebagai prajurit seder­hana, keluarga penguasa Mongolia akhirnya menjadi klan terkaya dan terkuat di muka Bumi.

Kekaisaran Mongolia ter­catat  kedua ter­besar dalam sejarah dunia, hanya dika­lahkan oleh Imperium Brita­nia, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak keja­yaan­nya, dengan perkiraan pen­duduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan.

Kekaisaran Mongolia didi­rikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mem­per­satukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih di antara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan Dinasti Xia Barat di Tiongkok Utara dan Kerajaan Khawarezmia di Persia.

Pada puncaknya, Kekai­saran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Teng­gara ke Eropa tengah. Selama kekua­saannya, Mo­ngolia melakukan pertukaran budaya ant­ara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.

Kekaisaran Mongolia di­pimpin oleh Kha­gan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jeng­his Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Hor­de (Rusia). Semua wila­yah pem­bagian itu dipimpin  keturunan Jenghis Khan.

Menurut ahli sejarah Barat R.J. Rummel, sekitar 30 juta orang diperkirakan  terbunuh di bawah pemerintahan Ke­kaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiong­kok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mo­ngolia. Hijrah dari  tenda ke kota is­tana besar mereka di Ka­rakorum, istana Mongolia me­miliki segala macam ra­hasia.

- Pembunuhan

Genghis Khan melakukan pembunu­han pertamanya saat berumur 14 tahun. Menurut sejarah yang dikenal dengan The Secret His­tory Of The Mongol, pemuda bernama Te­mujin sering dibuli abang tirinya Begter.

Setelah Begter mencuri beberapa makanan dari mereka, Temujin dan adik­nya Qasar secara diam-diam melewati Begter melalui rumput panjang dan dilubangi dengan anak panah.

Tidak mengherankan, Ge­nghis tetap me­nyukai pem­bunuhan sebagai metode pe­me­cahan masalah dan sejum­lah musuh-musuh­nya me­ning­gal  secara mendadak dan men­curigakan.

Suatu kasus kecil melibat­kan pegulat Mo­ngolia terke­nal bernama Buri, yang telah mela­kukan kesalahan dengan    mempermalu saudara  Jenghis Belgutei dalam pertandingan sebelum Genghis naik ke tam­puk  kekuasaan.

Menurut The Secret His­tory, setelah Te­mujin men­jadi Jenghis Khan, dia me­ngun­dang Buri untuk tan­ding ulang.

- Eksekusi

Meskipun Genghis Khan melarang peng­gunaan pe­nyik­­saan,  eksekusi Mongolia  se­ring sangat mengerikan. Ketika Guyuk Khan men­duga bahwa Fatima telah me­racuni sau­daranya, Guyuk te­lah dia disiksa agar me­ngakui  perbuatannya.

Bangsa Mongol biasanya memiliki tabu tidak mau me­numpahkan darah bangsa­wan, maka metode eksekusi favorit lain mema­tikan.

Khalifah Abbasiyah al-Musta'sim itu di­masukkan dalam karpet dan diinjak-injak sampai mati oleh se­kelompok kuda.

Seusai Pertempuran Su­ngai Kalka,  pa­ngeran Rusia yang tertangkap menjadi bu­lan-bulanan  Mongolia.

Jenghis sendiri memerin­tahkan agar  pe­nguasa  Tangut yang tertangkap diganti na­ma­nya menjadi Shidurqu ( "Loyal") sebelum dia dibu­nuh, sehingga  arwahnya akan dipaksa untuk mengabdi kepada bangsa Mongolia.

- Budak seks

Kendati banyak wanita Mongolia naik ke posisi ting­gi, bangsa Mongolia sendiri tidak feminis. Wanita-wanita asing yang tertang­kap dalam perang mereka dipaksa meni­kah de­ngan pria Mongolia  atau dipaksa menjadi selir. (bbs/listv/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi