Banyak orang mengeluh karena kesulitan mendapat rezeki, padahal merasa sudah bekerja dengan begitu keras. Kerja keras dan banting tulang setiap hari ternyata tak menjamin ketercukupan rezeki. Sebab, ada hal yang paling mendasar yang harus disadari oleh manusia, sebagai seorang hamba bahwa rezeki datangnya dari Allah Swt, sehingga untuk mendapatkannya, kita harus meminta kepada-Nya. Bekerja keras memang merupakan jalan mendapatkan rezeki, namun pada akhirnya yang menentukan seberapa banyak rezeki yang kita dapat, semua berada dalam kekuasaan Allah Swt.
Jadi, manusia harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah Swt. agar diberi ketercukupan rezeki. Dengan kata lain, di samping berusaha atau ikhtiar dengan bekerja keras, manusia harus mendasarinya dengan keimanan atau keyakinan bahwa Allah Yang Maha Kuasa-lah yang menentukan hasilnya. Keimanan tersebut bisa tergambar dari ibadah yang dilakukan. Di buku terbaru berjudul Hidup Tenang Dikejar-kejar Rezeki ini, kita akan didedahkan dengan pelbagai kedahsyatan yang tersimpan dari beragam shalat dan puasa sunnah, terutama dalam hal keberkahan dan keberlimpahan rezeki. Shalat sunnah menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ketercukupan rezeki.
Salah satu salat sunnah tersebut adalah salat sunnah Dhuha. Salat sunnah Dhuha adalah salat yang dilakukan pada waktu dhuha (pagi hari), saat cahaya matahari sedang naik, kurang lebih setinggi 7 hasta (sekitar pukul 7:00 hingga pukul 11;00). Shalat sunnah Dhuha menyimpan banyak fadilah jika dijalankan dengan istiqamah. Di antaranya, bisa dibangunkan sebuah istana di Surga, memperoleh ampunan dari Allah Swt, mendapatkan pahala yang sebanding dengan shadaqah. Di samping itu, dijelaskan pula bahwa salah satu fadilah salat sunnah Dhuha adalah dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran.
Rasulullah Saw. bersabda, “Salat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran. Dan, tidak ada yang akan memelihara salat Dhuha, melainkan orang-orang yang bertaubat” (HR. Tirmidzi). Di samping mendatangkan rezeki, orang yang istiqamah menjalankan salat Dhuha akan diberi kecukupan rezeki. Sebuah hadits dari Nu’im bin Hammar menyebutkan, Rasulullah Saw bersabda, “Tuhanmu yang Maha Tinggi telah berseru, ‘Hai Anak Adam! Salatlah empat rekaat bagi Aku pada awal siang (Dhuha). Maka, Aku akan cukupkan engkau pada akhir siang itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud) (hlm 19-20).
Salat sunnah yang juga bisa melimpahkan rezeki adalah salat witir. Salat witir adalah salat sunnah yang bilangan rekaatnya ganjil. Biasanya, waktunya setelah salat Isya’ sampai Subuh. Mengamalkan salat witir secara istiqamah dapat membuat kita terlepas dari hutang, baik hutang berupa materi maupun janji. Hati kita di-setting Allah untuk selalu jujur pada orang lain sehingga bila kita berjanji, kita akan selalu berusaha untuk menepatinya. Artinya, keinginan untuk berusaha menepati janji pada dasarnya bersumber dari kekuasaan Allah.
Mungkin kita menganggap kebangkrutan adalah terbatas tentang kekayaan, saham atau aset perusahaan, dan segala hal yang bersifat material. Namun, ditegaskan penulis di buku ini bahwa kebangkrutan yang sesungguhnya adalah kebangkrutan personalitas yang akan menjadikan hidup mengalami krisis. Kebangkrutan personalitas berarti ketika orang sudah tidak memenuhi dan menepati segala janji dan kewajibannya sebagai manusia, baik kepada Allah Tuhannya maupun kepada sesama manusia (hlm 94). Ini merupakan kebangkrutan yang lebih substansial, yang bisa membawa seseorang pada kemiskinan, baik secara material maupun moral.
Oleh karena itu, dengan mendekatkan diri pada Allah, salah satunya melalui salat sunnah witir, diharapkan kita bisa dibebaskan dari segala bentuk kebangkrutan, terutama kebangkrutan personalitas, sehingga bisa menjadi manusia yang bisa membayar dan menetapi segala hutang dan janji. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, kita akan belajar menjadi manusia yang bisa menjalankan peran dan tugas dengan baik, dan bisa menetapi segala janji dan hutang seperti seharusnya.
Di samping salat sunnah Dhuha dan salat sunnah witir, masih ada pelbagai amalan salat sunnah yang kaya akan fadilah, tanpa terkecuali memberi ketercukupan rezeki bagi seorang hamba. Di antaranya adalah shalat Tahajjud, shalat Hajat, shalat Taubat, shalat sunnah Rawatib, shalat Istikharah, shalat Tasbih, dan lain sebagainya. Masing-masing amalan shalat sunnah menyimpan fadilah yang bermacam-macam.Shalat sunnah Istikharah misalnya, akan bisa membuat seseorang terbebas dari kesulitan hidup, termasuk kesulitan dalam mendapatkan kecukupan rezeki. Wallahu A’lam..
Peresensi: Al-Mahfud, lulusan STAIN Kudus










