23 Vicaris GBKP Ditahbiskan Menjadi Pendeta

Medan, (Analisa). Sebanyak 23 vicaris GBKP ditahbiskan menjadi pendeta, di GBKP Runggun Pasar Pitu, Padang Bulan, Klasis Medan-Kutajurung, Minggu (4/11). Penahbisan dipimpin Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba didampingi Sekretaris Umum Pdt Rehpelita Ginting beserta puluhan pendeta lainnya.

Pdt Agustinus dalam sambutannya meng­harapkan para pendeta yang baru di­tah­biskan serta para pekerja Tuhan lain­nya supaya terus meningkatkan pelayanan kepada jemaat.

Dalam era globalisasi de­ngan tantangan yang semakin besar, jemaat perlu pendam­pingan dalam mening­katkan spiritualitas dan solidaritas.

“Peran pendeta semakin diperlukan untuk membawa jemaat mendengarkan dan melakukan firman Tuhan. Karena itu pendeta harus bisa mengajari jemaat dan me­lakukan apa yang diajarkan. Pelayan Tu­han harus bisa jadi teladan di tengah jemaat,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pentah­bi­san Pendeta, Sastra Surbakti mengha­rapkan kepada para pendeta yang ditah­biskan su­paya bisa setia dan menunjukkan ko­mitmen dalam melayani di tengah gereja. Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian hingga terlaksa­nanya acara dan mohon maaf bila ada kekurangan.

Membawa kehidupan

Pdt Rosmalia Barus dalam khotbahnya dengan tema “Memberi kehidupan bagi orang lain” mengajak semua jemaat supaya jangan hanya mendengarkan firman tetapi menjadi pelaku. Dalam kehidupan ini ada empat tahapan yang dilakukan yakni mendengarkan suara hati, berkata-kata, me­nyatakan dalam sikap dan perbuatan serta memberdayakannya.

Sebagai gereja katanya, baik sebagai organisasi maupun orangnya harus peduli. Membuka pintu dan jendela bagi semua pihak tanpa membedakan SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Rasa kasih dari Tuhan akan melahirkan ucapan penghiburan yang diikuti dengan perbuatan. Membantu meringankan beban orang lain. Dengan demikian gereja akan memberi kehidupan bagi sekitarnya dan membawa kemuliaan nama Tuhan.

Sementara itu, Pdt Ngamani Br Damanik sebagai pendeta yang baru ditahbiskan dalam khotbah sulung yang diambil dari Nehemia 2:1-10 mengatakan, Nehemi adalah tokoh yang patut diteladani karena setia dalam semua perkara.

Karena itu katanya, dalam pelayanan juga harus setia. Menjadi seorang pendeta, harus tetap setia walaupun tanggung jawab semakin besar.

Dalam pelayanan di tempat baru dia bertekad dan mengajak rekan sekerjanya untuk peduli dengan lingkungan sekitar dan menjadi berkat. Semua masalah akan dapat diatasi bila tetap mengandalkan Tuhan.

Acara itu juga ditandai dengan pembe­rian cendera mata kepada para pendeta yang ditahbiskan. Turut memberi sambutan antara lain: Ketua Klasis Medan Kutajurung Pdt Steven Kumenit, Ketua BPMR Rung­gun Pasar Pitu Pdt Sehat Tarigan, perwa­kilan kategorial Pdt Natalitna Br Tarigan dan perwakilan orangtua pendeta yang ditahbiskan. (rel/rrs)

()

Baca Juga

Rekomendasi