Berdasarkan Penelitian Terbaru

Hitler Meninggal 1945 dari Temuan Giginya

SELAMA ini banyak sejara­wan yang meyakini bahwa pe­mimpin Jerman Nazi Adolf Hitler berhasil menyelamatkan diri se­telah bunkernya diserbu tentara Uni Soviet pada 1945.

Hitler disebutkan berhasil kabur dari Jerman dan pergi ke tempat persem­bu­nyian­nya di Argentina menggunakan ka­pal selam U-Boat.

Namun, penelitian baru ilmu­wan Pran­cis pada gigi yang diduga milik Hitler ba­ru-baru ini membantah semua teori konspi­rasi tersebut di atas.

Sebuah tim ahli patologi Prancis belum lama ini diizinkan untuk memeriksa satu set gigi yang disimpan di Moskow yang ditemukan di Berlin pada awal Mei 1945.

Dan kesimpulan para peneliti, yang diterbitkan akhir pekan lalu di European Journal of Internal Medicine, tidak mera­gukan bahwa gigi tersebut milik Hitler.

"Giginya asli, tidak diragukan lagi. Stu­di kami membuktikan bahwa Hitler me­ninggal pada tahun 1945," tegas ketua tim ahli patologi, Philippe Charlier, kepada kantor berita AFP.

Menurut bukti baru itu, Adolf Hitler be­nar-benar meninggal pada 1945 berda­sarkan temuan gigi di sisa pembakaran jasad pemimpin diktator itu. Penelitian dilakukan di Moskow.

"Gigi-gigi itu asli, tidak ada keraguan. Studi kami mem­buktikan bahwa Hitler meninggal pada 1945," ujar Charlier. "Kita bisa menghentikan semua teori konspirasi terkait Hitler."

Ada beberapa perdebatan tentang ke­matian Hitler pada 30 April 1945. Namun, kebanyakan sejarawan setuju Hitler bunuh diri dengan istrinya Eva Braun di bunker serangan udara priba­dinya, di Fuhrer­bunker, Berlin, Jerman. Jenazah Hitler ditemukan tentara Soviet, yang kemudian membuang jasadnya dan dibakar di belakang bangunan Reich Chancellery. Beberapa teori konspirasi lain tidak sepen­dapat dengan pernyataan tersebut.

Ada pula teori yang lebih mengejutkan dimana Hitler lari ke Argentina dan ke­mudian menjalani hari-harinya di Los Angeles dan mendirikan basis di Antartika.

"Hitler tidak melarikan diri ke Argentina dengan kapal selam, Hitler juga tidak ber­sembunyi di pangkalan rahasia di An­tar­tika sana," papar Charlier.

Dalam pemeriksaan gigi, peneliti tidak menemukan jejak serat daging. Itu artinya Hitler dikenal sebagai seorang vegeta­rian. Peneliti juga menemukan endapan berwarna kebiruan pada gigi palsu logam diktator, yang menunjukkan reaksi kimia dari menelan sianida beracun sesaat sebelum kematian.

Charlier juga diberi kesem­patan melihat potongan tengkorak Hitler untuk menen­tukan kebera­daan lubang yang kemung­kinan besar disebabkan oleh peluru. Sa­yangnya, para ilmuwan tidak diberi izin untuk mengambil sampel untuk pemerik­saan lebih lanjut.

“Kami tidak tahu apakah dia meng­gu­nakan sianida untuk bunuh diri atau me­nembakkan peluru di kepalanya. Ke­dua­nya sangat mungkin terjadi," tambah Charlier

Studi tentang Adolf Hitler yang ditulis bersama Charlier dan rekan-rekannya. Penelitian ini menandai pertama kalinya sejak 1946 bahwa para peneliti diberi akses oleh Dinas Rahasia Rusia (FSB) dan arsip negara. (tlgc/sptnc/idpc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi