Mengenang Awal Pembangunannya

Bagian Tembok Berlin Ditemukan Masih Tegak

TEMBOK Berlin kini tinggal kena­ngan. Tirai beton tersebut telah diroboh­kan penduduk Jerman pada 9 November 1989. Sepanjang sejarah berdirinya, sejak 13 Agustus 1961 dan selama Perang Di­ngin, Tembok Berlin membagi Berlin Ba­rat dan Berlin Timur serta daerah Jer­man Timur lainnya.

Kini memori keangkeran Tembok Ber­lin mengemuka dengan penemuan ba­gian dari peri­meter pertahanan luar. Ba­­gian dari Tembok Berlin yang baru dite­mukan masih berdiri tegak hingga kini.

Sejumlah warga menemukan segmen yang merupakan bagian dari Tembok Ber­lin di dekat markas badan intelijen BND Jerman. Temuan ini diumumkan seba­gai bagian dari peringatan untuk mengenang para korban dalam peringatan ulang tahun ke-57 awal pembangunan Tembok Berlin.

Bagian sepanjang 20 meter dari Tem­bok Berlin ini ditemu­kan sekelompok war­ga yang sedang berjalan-jalan di sebe­lah baratlaut kota, ujar anggota de­wan Efraim Gothe Senin (13/8), dalam acara peringatan itu.

"Saya benar-benar terkejut bahwa masih ada bagian yang belum ditemukan," kata Gothe. Gothe termasuk di antara kelompok pejalan kaki yang menemukan bagian dinding tembok legendaris itu pada Juni. Selama ini bagian itu diselubungi semak-semak dan pepohonan.

Pada hari itu, Gothe dan anggota lain dari kelompoknya tersandung dinding yang berdiri di dekat markas modern badan intelijen BND.

"Tidak seorangpun berencana untuk mem­bangun tembok!" Demikian pim­pinan Jerman Timur (DDR) Walter Ul­bricht mengatakan pada 15 Juni 1961 dal­am sebuah konferensi pers di depan war­tawan internasional. Dua bulan kemu­dian datang perintah darinya untuk me­nutup daerah perbatasan di Berlin.

The Berlin Wall Foundation menegas­kan bahwa struktur bangunan tembok itu asli. "Selalu ada bagian-bagian kecil yang ter­sembunyi di suatu tempat di sekitar kota," tandas Gesine Beutin perwakilan yayasan itu.

Menghormati para kor­ban

Meski semua segmen utama dari tem­bok itu telah dipetakan pada awal tahun 2000-an, masih ada kemungkinan bebe­rapa ba­gian yang terlewat, ujar Beutin.

Selain itu, tembok pembatas sepanjang 155 kilometer yang berakhir di sekitar Berlin Barat terbuat dari berbagai jenis ma­terial, jadi bukan hanya dibuat dari tembok beton bertulang yang selama ini terkenal, tambahnya.

Pada 1990-an, diciptakan East Side Gal­lery oleh 118 seniman dari 21 negara untuk memberikan guratan seni pada sisa-sisa tembok Berlin, yang sengaja disisa­kan untuk menjadi bagian dari sejarah. Walhasil, tur tembok Berlin men­jadi tak menyeramkan. "Di lingkaran luar, di per­ba­tasan ke ne­gara bagian Bran­denburg, ada juga ben­teng dengan pagar dan kawat duri. Itu tidak selalu terlihat seperti yang biasa kita bayangkan," jelas Beutin.

Pada Senin barusan, Walikota Berlin Michael Müller dan pejabat senior lainnya meletakkan ka­rangan bunga di pusat pe­ringatan korban Tembok Berlin guna me­nandai tanggal dimulai pem­bangunan tembok itu.

Pemerintah Jerman Timur mulai mem­bangun penghalang yang sangat kokoh pada 13 Agus­tus 1961 untuk menghen­tikan orang-orang lari ke Barat.

Para pejabat pemerintahan Komunis membenarkan tindakan ini dengan alasan untuk melin­dungi negara dari campur ta­ngan Barat. Tembok itu dihancurkan 57 tahun kemudian pada 9 No­vember 1989. Lebih 100 orang tewas ketika men­coba menye­beranginya. (dwc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi