Sembilan Negara Paling Religius di Dunia

AGAMA menjadi kekuatan terbesar untuk mengumpulkan massa. Di balik itu, dapat men­jadi tolok ukur keanekaragaman bu­daya. Agama menyatukan pi­kiran banyak orang, seperti hal­nya ko­munitas.

Di dalamnya, mereka bisa saling berbagi dan berkomu­ni­kasi. Di dunia, banyak negara dengan kekuatan agama terbesar. Hal itu membuat penduduknya berperi­la­ku religius. Berikut be­berapa  negara dengan penduduk paling religius sedunia:

1. Nigeria

Nigeria terletak di Afrika Barat. Bahasa ibu mereka adalah  Prancis. Hampir seluruh pendu­duk, sekitar 90%, memeluk aga­ma Islam. Tijaniyya, Senussi, dan Hamalist adalah organisasi yang paling berpengaruh.

Kota suci mereka adalah Ma­darounfa, Kiota, Say, dan Aga­dez yang merupakan kota penting bagi umat Muslim. Mayoritas ter­catat sebagai penganut Islam yang taat. Kendati demikian, bu­kan berarti mereka melupakan 10% masya­rakat yang beragama lain. Mereka hidup berdampi­ngan dengan rukun dan minim perpecahan.

2. Sri Lanka

Sri Lanka terletak di Asia ba­gian selatan dan berbahasa ibu  seperti  Sinhala, Tamil, dan Ing­gris. Mayoritas penduduk­nya ber­a­gama Buddha. Totalnya men­ca­pai 70%. Sementara lain­nya beragama Hindu, Kristen, dan Islam. Masyarakat umum­nya menganut ajaran Buddha taat. Mereka juga menerapkan aja­ran agama dan filosofinya dalam kehidupan sehari-hari. De­wa yang disembah adalah Wisnu, Siwa, Kali, Ganesa, dan Skanda.

3. Malawi

Malawi merupakan sebuah wilayah di Afrika bagian tengga­ra dengan bahasa utamanya  ada­lah Chewa dan Inggris. Masya­rakat di Malawi umumnya me­me­luk agama Islam, Hindu, Ka­tolik Roma, dan Protestan.

Banyak orang Muslim di sini karena dulunya para pedagang Arab dari Timur Tengah yang tiba di Malawi untuk urusan bis­nis membawa agama Islam ke ne­gara tersebut.

Hal yang sama berlaku untuk pedagang India yang menge­nal­kan agama Hindu. Kemudian, orang Amerika dan Eropa serta Australia membawa agama Ka­tolik dan Protestan.

Mayoritas penduduk asli Che­wa dan mereka memeluk agama Katolik dan Protestan. Semen­tara itu, orang Yao bera­gama Is­lam. Secara keseluruhan, pe­meluk Protestan menduduki ang­ka 55% populasi, sementara Ka­tolik Roma 20%, dan Muslim 20%.

Sisanya berpemeluk agama Hindu dan lain-lain. Mereka men­jalankan ibadah dengan taat dan mempraktikkan ilmu agama di kehidupan sehari-hari.

4. Yaman

Yaman berlokasi di Asia Ba­rat. Bahasa yang paling banyak diucapkan adalah  Arab. Hampir semua penduduknya menganut agama Islam. Ada yang memeluk Kristen dan Hindu, namun sangat kecil.

Mereka mengikuti budaya orang Muslim, bahwa wanita ha­rus selalu tertutup saat di luar ru­mah. Karena itu, kerudung menjadi adat yang penting untuk negara tersebut.

Selain mengikuti ajaran aga­ma, menyesuaikan dengan at­mos­fer wilayah. Meski demi­kian, ada juga yang berpakaian ala Barat. Namun hal itu tak di­per­soalkan. Mereka tetap hi­dup ber­dampingan dengan ru­kun. Pe­nam­pilan apa pun akan dihormati.

5.  Thailand

Thailand terletak di Asia Teng­gara dengan bahasa ibu mereka adalah bahasa Thailand. Sekitar 95% penduduk beragama Buddha dan sisanya Hindu, Kris­ten, juga Islam. Saat Buddha di­perkenalkan di Thailand, aga­ma tersebut segera menjadi aga­ma  dominan.

Ajaran agama tersebut mem­buat mayoritas orang Thailand percaya pada reinkarnasi. Kare­nanya, banyak orang mengun­ju­ngi kuil, menyalakan kemenyan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik kelak. Sekitar 30.000 kuil ada di negara ini. Ba­nyak pemuda Thailand yang men­jadi biksu. Mereka mendedi­kasi­kan hidup untuk belajar aga­ma.

6. Armenia

Armenia adalah negara di Asia, bekas Republik Soviet. Se­bagian besar penduduk me­nga­nut agama Kristen, namun ada juga orang-orang yang beragama Islam. Kendati demikian, negara mengizinkan siapa pun untuk mengikuti agama apa pun. Ne­gara ini juga mengizinkan pendu­duknya menjadi ateis. Mereka yang beragama Kristen beriba­dah di Gereja Apostolik Armenia, yang berbeda dengan gereja-gereja Orthodoks, Katolik, dan Protestan.

Mereka percaya pada orang-orang kudus, tapi bukan api pe­nyucian. Pemimpin tertinggi me­reka adalah Echmiadzin. Ke­kuasaan tertinggi memiliki we­we­nang untuk mengendalikan sistem Gereja Armenia.

7. Bangladesh

Bangladesh berlokasi di Asia bagian selatan. Bahasa utama yang dipakai adalah bahasa Be­ngali. Penduduknya 88% berag­ama Islam.

Keyakinan lain, se­perti Hin­du, Kristen, Buddha, animisme, dan kesukuan juga ada di negara tersebut. Agama Islam memain­kan peran besar di negara ini. Namun hal itu tak mengurangi harmonisasi hidup berdampi­ngan.

8. Georgia

Georgia adalah negara yang masuk dalam wilayah Eropa Ti­mur. Bahasa ibu mereka adalah Georgia. Dikenal sebagai negara religius karena memiliki banyak gereja dan tempat-tempat berbau spiritual di mana-mana.

Mayoritas beragama Kristen Ortodoks. Namun ada juga yang beragama lain. Kehidupan mere­ka berdampingan, menghormati satu sama lain, dan mencoba untuk tidak menganggap perbe­daan sebgai ancaman bagi me­reka. Banyak upacara yang dige­lar di dalam gereja, seperti per­nikahan. Banyak orang Georgia percaya pada akhir zaman.

9. Maroko

Maroko terletak di Afrika Utara, berbatasan dengan Samu­dra Atlantik dan Laut Medite­rania. Ba­hasa yang paling banyak diucapkan adalah Arab. Hampir 99% orang Maroko berstatus Muslim.

Hal ini menja­dikannya negara Islam. Mereka merupakan orang-orang yang taat mendirikan shalat, lima kali sehari. Doa-doa terde­ngar melalui speaker dari masjid-masjid lokal di setiap tempat.

Mirip dengan banyak negara Islam, perempuan diharapkan menggunakan cadar saat ke luar rumah. Namun, orang Maroko sangat ramah terhadap penda­tang. (idntc/wac/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi