Lubukpakam, (Analisa). Bupati Deliserdang Ashari Tambunan meresmikan penggunaan Vihara Dharma Shanti di Jalan Setia Budi Pasar Nol, Kota Lubukpakam, ditandai penandatanganan prasasti secara bersama-sama, Sabtu (12/10).
Bupati menegaskan, pembangunan bidang keagamaan menjadi hal utama karena unsur penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya umat sebagai insan pembangunan.
Keberadaan vihara Dharma Shanti menjadi bagian pembinaan umat, tempat bersujud, beribadah, membaca doa dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu juga menambah jumlah sarana dan prasarana peribadatan yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan koordinasi juga konsolidasi pembinaan umat.
"Saya senang mendengar vihara ini tak sekadar jadi tempat ibadah. Namun juga dimanfaatkan untuk bisa menjadi tempat multiguna bagi kepentingan masyarakat dari dalam daerah maupun luar daerah," kata Bupati.
Ketua Panitia Pelaksana Sudjadi Sujitno memaparkan, vihara Dharma Shanti sebenarnya telah hadir di tengah masyarakat Kota Lubukpakam sejak 12 tahun lalu dengan bangunan hanya berupa 2 unit ruko. Seiring waktu, vihara itu memiliki ratusan umat Buddha baik berasal dari daerah Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai yang terus bertambah sehingga ruang ibadah dan lokasi parkir jadi terbatas.
Tahun 2015 vihara itu kemudian dibangun dan kurun waktu sekira 4 tahun telah rampung dengan harapan berfungsi untuk membina dan membentuk moralitas baik serta meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan uluran tangan tanpa membedakan-bedakan.
Turut hadir dalam peresmian itu Dewan Bimas Buddha Caliadi, Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryanta Tarigan, Pebimas Buddha Sumut Budi Sulistiyo, unsur Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Deliserdang. (ak)











