Gubsu Bicara Kondisi Gemar Membaca

“Seperti Tong Kosong Nyaring Bunyinya”

seperti-tong-kosong-nyaring-bunyinya
Medan, (Analisa). Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan, kondisi saat ini seperti peribahasa, “tong kosong nyaring bunyinya”.

“Karena keterbatasan membaca, jadi mulut yang banyak bicara. Kebanyakan bicara, otak jadi kurang. Seperti peribahasa, tong kosong nyaring bunyinya. Demikianlah kondisi saat ini,” ujar Gubsu saat membuka Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Aula Raja Inal Lantai II Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (24/10).

Gubsu mengungkapkan, kegemaran membaca merupakan salah satu perbedaan orang Indonesia dengan asing. “Orang Indonesia ketika berpergian naik pesawat begitu pesawat ‘take off’, langsung cari posisi untuk tidur. Sementara orang asing, begitu lampu mati tanda safety belt boleh dibuka, langsung ambil buku, hidupkan lampu dan membaca,” ungkapnya.

Mengenai kegiatan yang memakai kata ‘safari’ ini, Edy minta jangan hanya seremonial belaka. Jadikanlah kegiatan yang benar-benar bermanfaat khususnya untuk meningkatkan minat baca. “Saya harap safari ini jangan hanya berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain. Jangan hanya membuat sibuk tuan rumah dan hadirin tapi tujuannya tak jelas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Gubsu juga mengkritik sistem pendidikan kita. “Sistem pendidikan kita harus dibenahi. Lihat saja anak sekarang tas yang dibawa sangat berat karena banyak buku yang dibawa. Sementara hasilnya tak jauh beda dengan saya saat sekolah dulu yang hanya membawa buku satu dan dilipat dimasukan ke saku celana,” ujar Gubsu sambil bergurau.

Demikian juga soal waktu. Gubsu mengatakan, waktu anak untuk bermain saat ini sangat sedikit. Padahal anak-anak waktu yang cukup untuk bermain. Ini demi perkembangan jiwa si anak tersebut sendiri.

DAK

Sementara Pustakawan Utama dari Perpusatkaan Nasional Drs Dedi Junaidi mengakui kegemaran masyarakat untuk membaca khususnya di pedesaan masih rendah. Untuk itu Perpustakaan Nasional melakukan sejumlah program.

“Mulai 2018 Perpustakaan Nasional mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada daerah-daerah. Khusus untuk Sumut tahun ini ada 12 kabupaten/kota yang memperoleh DAK. Kabupaten Nias Utara mendapat DAK sebesar Rp10 miliar untuk membangun perpustakaan,” ungkapnya. 

Di samping itu lanjutnya, Perpustakaan Nasional melakukan revitalisasi perpustakaan melalui program perpustakaan desa berbasis inklusi. “Perpustakaan desa di tiga kabupaten di Sumut yaitu, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Labuhanbatu menjadi contoh,” ungkapnya.

Inti dari safari itu sendiri berupa talkshow yang menghadirkan nara sumber selain Dedi adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut Ir Halen Purba MM dan Dosen Universitas Negeri Medan yang juga Wakil Rektor II Universitas Asahan Drs Zulkifli Simatupang MPd.

Halen menyampaikan visi dan misi Perpustakaan Daerah Sumatera Utara yaitu menjadi Sumatera Utara yang Bermartabat.

Sedangkan Zulfikli bicara membudayakan kegemaran membaca yang dimulai dari keluarga. “Semua itu bisa dimulai dari keluarga, termasuk budaya gemar membaca,” ujarnya. (rrs)

()

Baca Juga

Rekomendasi