Lansia Berperan Bentuk Nilai Tradisi Keluarga

lansia-berperan-bentuk-nilai-tradisi-keluarga

MASYARAKAT Vietnam punya cara tradisional dalam melasterikan tradisi dalam kehidupan sehari-hari mereka dan tentunya itu merupakan sesuatu yang sangat baik.

Betapa tidak, di Vietnam ba­nyak warga “4 generasi”, para anggota keluarga hidup secara rukun, saling merawat dan menjaga. Sungguh tradisi dan ciri indah dari keluarga tradisional. Dalam setiap keluarga, kaum lansia dianggap sebagai pilar keluarga dan memainkan peranan yang sangat penting.

Kaum lansia merupakan teladan-teladan cerah tentang mo­ral, gaya hidup dan punya jasa dalam membina kebahagiaan keluarga. Ada banyak orang kakek, nenek yang telah mengambil moral dan kasihsayang-nya untuk membina keluarga-keluarga “3 generasi” atau “4 generasi”.

Nenek Chau Thi Thu, di Kecamatan Hong Ha, Kota Ha Long, Provinsi Quang Ninh berusia sudah genap 100 tahun. Keluarga-nya menjaga keluarga “4 generasi” yang tinggal bersama dalam satu rumah secara hangat, rukun dan berbahagia sudah le­bih sepuluhan tahun ini.

Sekarang, nenek Thu tinggal ber­sama dengan keluarga anak­nya yang ke-dua yaitu bapak Pham Xuan Huong dan keluarga 2 cucu-nya. Meski ada kesenja­ngan besar dalam hal usia, cara berfikir dan cara bekerja, tapi semua anggota dalam keluarga menya­dari diri dalam menjaga tra­disi keluarga.

Anak-cucunya menghargai dan berbakti kepada kakek, nenek dan orangtua; kakek, nenek dan orang tua menjadi teladan, meng­ajari anak-cucu dan aktif ikut serta dalam pekerjaan sosial. Bapak Diep Anh Sang, tetangga keluarga Ibu Chau Thi Thu, menutur­kan.

“Sangat luar biasa. Keluarga-nya punya 4 generasi dan merupakan ke­luarga revolusi yang turun-temurun. Suami nenek Thu meninggal dunia sudah 10 tahun ini.

“Keluarga-nya bersaudara banyak, tapi semuanya adalah pejabat dan pegawai negeri, cucu-nya semua menempuh kuliah tingkat pendidikan tinggi. Keluarga-nya hidup secara sangat berbudaya yang muda menghor­mati yang tua dan menjadi teladan bagi semua orang dalam lingkungan kehidupan bermasyarakat”.

Empat generasi hidup dalam satu keluarga dengan banyak perbedaan tentang cara berfikir, maka untuk bisa menjaga keluarga, setiap anggota-nya harus tahu “menghormati orang tua, memberikan ampun kepada orang muda”, tahu mendengarkan orang lain dan hal yang penting ialah harus tahu mengontrol diri agar bisa hidup ber­sama memupuk kebahagiaan keluarga. Ba­pak Pham Xuan Huong, anak laki-laki Ibu Thu memberita­hukan:

Generasi

“Untuk bisa merukunkan hubungan, setiap generasi harus mengerti kema­juan sosial, jangan hanya menjaga pen­dapat yang suda ketinggalan za­man, hal itu sangat sulit untuk hidup bersa­ma-sama. Dan hal yang penting ialah jangan menciptakan diskriminasi antara anak laki-laki, anak perempuan, anak menantu guna menciptakan keter­kaitan dan perasaan keluarga antar-generasi”.

Ibu Hoang Thi Quang, istri Pham Xuan Huong, menantu perempuan nenek Thu juga me­ngatakan: Lebih dari separo abad sudah menjadi me­nantu, hubu­ngan ibu mertua – anak menantu perempuan pada permulaan­nya juga mengalami beberapa masalah, tapi semuanya disesuaikan karena toleransi ibu mertua dan kesadaran dari menantu perempuan. Nguyen Thi Thanh Tam, menantu perempuan Ibu Quang, cucu menantu perempuan Ibu Thu mengatakan:

“Semua orang tahu bahwa kaum lansia memainkan peranan yang sangat penting. Yaitu meng­arahkan anak-cucu mengerti tentang asal-usul-nya, ke­mudian mereka belajar banyak hal, tahu bagaimana cara hidup keluarga dan bagaimana untuk bisa menjaga keluarga. Saya sangat bangga karena tinggal dalam satu keluarga “4 gene­rasi”.

Kaum lansia memainkan pe­ranan yang sangat besar dalam membentuk nilai-nilai budaya keluarga; memilih, mengembangkan dan mewariskan nilai-nilai budaya baik itu kepada ge­nerasi-generasi di kemudian hari. Keluarga nenek Chau Thi Thu dengan 4 generasi yang bersama-sama hidup secara harmonis dalam sebuah rumah, sungguh-sungguh menjadi salah satu tipikal dalam menjaga keindahan tra­disonal keluarga Viet Nam. (tt/bh/vvwc/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi