Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/11), rapper Amerika Serikat itu terlibat adu mulut dengan seorang pramugari, yang diklaim telah bersikap "terlalu agresif" dan "sangat tidak sopan" kepadanya lantaran dia tidak bisa mendengar instruksinya karena dia sedang menggunakan headphone dengan peredam bising miliknya.
Will.i.am kemudian ditemui polisi di Bandara Sydney pada hari Sabtu (16/11) setelah kejadian itu
"Saya minta maaf untuk mengatakan bahwa saya dan rombongan telah mengalami layanan yang buruk dalam penerbangan dengan Maskapai Qantas karena seorang pramugari yang bersikap terlalu agresif, Saya tidak ingin meyakini dia rasis. Tapi dia jelas telah mengarahkan semua kekesalannya hanya kepada orang-orang berkulit berwarna," ungkap Will.I.am dalam cuitan di akun twitternya.
Namun Qantas menggambarkan insiden itu sebagai suatu kesalahpahaman. "Kami sepenuhnya mendukung kru kami dan pekerjaan hebat yang mereka lakukan dalam memastikan keselamatan semua yang ada di kapal," kata perusahaan itu dalam sebuah memo kepada staf pada hari Senin (18/11).
Qantas juga menolak tuduhan bahwa insiden itu ada hubungannya dengan ras.
"Ada kesalahpahaman di dalam penerbangan kami tersebut, yang tampaknya telah diperburuk oleh Will.i.am yang memakai headphone peredam bising dan tidak bisa mendengar instruksi dari kru," kata seorang jurubicara dalam sebuah pernyataan. (Ant/Rtr)










