Perhimpunan Marga Lie Sumut Rayakan Imlek

perhimpunan-marga-lie-sumut-rayakan-imlek

Medan, (Analisa). Perayaan Tahun Baru Imlek di ka­langan suku Tionghoa di Indonesia dan mancanegara, merupakan tradisi ta­hun­an untuk merayakan pergantian ta­hun yang jatuh pada setiap tanggal pertama bulan pertama kalender Lunar atau yang populer disebut Imlek. Pera­yaan ter­sebut menandai dimulainya mu­sim semi dan musim tanam bagi rakyat, yang umumnya dirayakan sampai hari ke-15 atau disebut cap go me.

Perhimpunan Marga Lie (PML) Su­matera Utara, yang menurut ka­lender Imlek tahun ini sudah memasuki tahun 2570, merayakannya pada Minggu (10/2) di kantor sekretariat per­him­punan yang berkedudukan di Jalan Burjamhal Medan.

Acara ini dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari para pengurus, pembi­na, penasihat, anggota beserta keluarga besar Perhimpunan Marga Lie dan para undangan lainnya. Acara diawali dengan sembahyang kepada Tuhan YME untuk memanjatkan rasa syukur, dilanjutkan dengan penghormatan kepada leluhur Marga Lie, serta dilan­jutkan dengan hiburan atraksi barong­sai, nyanyian, tari-tarian, kuis berha­diah dan pemilihan berbusana nuansa Imlek terbaik.

Ketua Panitia  Jocelie dalam sam­bu­tan­nya didampingi Sekjen Anton Lieswanto beserta segenap panitia pera­yaan Imlek tahun ini mengatakan,  acara ini bertujuan untuk mempererat persau­daraan dan silaturahmi sesama marga Lie, juga dengan warga sekitarnya de­ngan penuh suka cita.

Acara dengan konsep 'dari kita, oleh kita, untuk kita' mencerminkan budaya gotong-royong  dan jalinan kekompakan seluruh anggota perhimpunan.

 Ketua Umum Perhimpunan Marga Lie Sumut Hadinata Rusli BA, dalam  hal ini diwakili dr. Julijamnasi Sp.Onk Rad, dalam sambutannya menyampai­kan tentang sejarah asal-usul leluhur marga Lie zaman dahulu kala, sampai dengan kiprah masyarakat Tionghoa dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.

Perhimpunan Marga Lie Sumut juga selama ini telah sangat aktif melaksana­kan berbagai kegiatan sosial yang ditu­jukan pada warga kurang mampu sesuai amanah Pancasila tentang kese­tiakawa­nan sosial rakyat Indonesia.

 Ketua Pembina Sadikin Lie dalam sambutannya menyatakan secara tegas bahwa Perhimpunan Marga Lie Sumut tidak berpolitik praktis. Ia mengarahkan agar masyarakat khususnya warga mar­ga Lie di Tahun Babi Tanah ini ber­par­tisipasi aktif membangun bangsa dan negara, serta menjaga kerukunan dan solidaritas sosial, terlebih lagi memasuki tahun politik agar jangan mudah ter­provokasi isu-isu yang meresahkan dan menyesatkan.

Diharapkan kepada seluruh anggota marga Lie sebagai bagian tak terpi­sah­kan dari NKRI agar menggunakan hak suaranya secara bijaksana dan tidak golput untuk turut serta dalam pilpres maupun pilleg 17 april 2019.

Ketua Umum juga mengimbau agar siapapun tidak mengatasnamakan Per­him­punan Marga Lie Sumut dalam kegiatan politik, terlebih lagi me­nya­takan dukungan kepada salah satu kan­didat parpol, caleg maupun capres, agar dapat menjunjung tinggi AD/ART yang telah disepakati para pendiri perhim­punan. 

Terakhir, segenap keluarga besar Perhimpunan Marga Lie Sumut men­doa­kan semoga NKRI kita yang tercinta ke depannya semakin maju, rakyat sehat makmur sejahtera dan aman sentosa se­­lamanya. (rel/rrs)

()

Baca Juga

Rekomendasi