JOC, Antara Hobi dan Cinta Alam

joc-antara-hobi-dan-cinta-alam

Oleh: Rhinto Sustono. ALAM di Kabupaten Deli Serdang menjanjikan untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan dalam segala aktivitas masyarakatnya. Bukan hanya untuk kemaslahatan secara ekonomi, namun juga demi kelang­sungan hidup. Terutama bagi mereka yang selalu tertantang untuk menaklukkan alam demi sebuah obsesi olahraga.

Bicara olahraga jangan hanya terfokus pada materi prestasi. “Bukan itu intinya. Olahraga ya untuk kese­hatan tubuh. Sedangkan prestasi soalan lain dari tujuan olahraga. Tapi olahraga yang kami lakukan tak hanya menyehatkan tubuh,namun juga demi kesehatan jiwa. Apalagi harus melewati sejumlah tantangan yang mengasyikan,” ungkap pentolan Jungle Old Cycle (JOC), Selly Dwi Cahyooputro.

Ditemui di Basecamp JOC, di Jalan Hutan Tua, Limau Manis, Tanjung Morawa, Sabtu (2/2), ia menuturkan komunitas bersepeda yang dibentuknya, tak umum sebagaimana komunitas sepeda gunung lainnya. Meski belum genap setahun, JOC sudah memiliki puluhan anggota.

Mengadopsi kawasan dekat rumahnya, masyara­kat sekitar menyebut sebagai hutan tua, bahkan nama itu kini disematkan sebagai nama sebuah jalan di desa itu. “Jadi Jungle Old Cycle mengadopsi nama jalan tempat komunitas ini dibentuk. Terlebih rata-rata dari personel JOC memang punya hobi sama sebagai pecinta alam,” imbuhnya.

Minggu pagi atau hari libur umum menjadi saat paling ditunggu-tunggu semua personel JOC. Jauh hari sebelum libur, mereka sudah merencanakan jalur menantang yangakan dijadikan lintasan bersepeda. Mereka lebih memilih rute lintasan yang penuh tantangan. Misalnya jalanan berlumpur dan licin, jalan terjal mendaki, bahkan tak jarang melintasi anak sungai kecil yang jarang dilewati orang.

Dengan melintasi medan berat, kekompakan tim akan terasah. Para anggota JOC juga akan semakin mahir membaca tanda-tanda alam. Misalnya bisa lebih tanggap menyikapi jalanan berlumpur yang dalam dan licin, juga dalam menentukan antara keseimbangan tubuh dan kayuhan pedal sepeda, serta tenaga yang harus dihemat agar lebih memiliki daya tahan meskipun menempuh jalur yang berat dan jarak yang jauh.

“Sekali-sekali kalau ada gelaran yang diseleng­garakan instansi pemerintah maupun swasta, kami juga berpartisipasi. Hitung-hitung sekadar refreshing-lah. Karena rutenya pasti nyaman, beraspal dan pastinya tidak membutuhkan tenaga ekstra dibanding jalur yang biasanya kami lintasi,” papar Selly.

Dengan warna seragam yang mencolok, mereka biasanya memang memilih lintasan yang penuh tantangan. Di kawasan Tanjung Morawa saja demikian banyak lokasi yang bisa dijadikan rute untuk ditaklukkan. Kawasan Kebun Lonsum, Kebun PTPN2, bahkan sejumlah kawasan perladangan dan sawah masyarakat kerap mereka pilih untuk dijadikan medan lintasan.

Sekali waktu mereka juga melintas keluar kecamatan. Ke kawasan STM Hilir, Ke Sibiru-biru hingga jalur terabas hutan ke STM Hulu dan Sibolangit selalu mereka tantang untuk ditaklukkan. Hal paling utama dilakukan sebelum memanjakan diri melintasi jalur alam, yakni pemanasan dan doa bersama.

“Kami tidak ingin ada yang cidera saat melintasi medan berat. Makanya didahului dengan pemanasan, latihan fisik ringan, dan tentu saja tidak lupa doa bersama,” katanya. Karena personel JOC dari segala usia, kebersamaan dan saling membantu menjadi modal saat menggowes sepeda gunung.

Disinggung soal merek khusus sepeda dari para personel JOC agar tetap selamat di jalan, Selly malah membalas dengan senyum. Tidak ada kekhususan, semua merek sepeda mereka gunakan sesuai kemampuan ekonomimasing-masing.

Agar keselamatan terjamin, tentu selain kelaikan sepeda yang akan digunakan, juga penggunaan peranti keselamatan bersepeda menjadi hal wajib. “Selain pakaian bersepeda yang standar, helm, dan kelengkapan lainnya juga menjadi perhatian kami.”

Untuk lebih menjamin kelaikan sepeda yang digunakan, saat senggang antara hari libur yang satu dengan libur lainnya, mereka mengumpulkan semua sepeda yang dimiliki. Perawatan dan perbaikan sepeda mereka lakukan secara bersama, layaknya kebersamaan saat dalam perjalanan bersepeda. Dengan cara demikian, kapan pun akan digunakan, kelaikan sepeda sudah terjamin.

Tidak ada tips khusus untuk memudahkan cara bersepeda lintas alam. “Yang terpenting kita memuliakan alam di mana pun. Dengan begitu, alam juga akan bersahabat dan kita akan tetap selamat meskipun harus bersepeda melintasi medan yang berat dan menantang,” ungkap Selly.

Menyangkut adanya kendala di jalan, Selly berujar, semua personel JOC saling membantu dan kekompakan yang biasa dilakukan kini menjadi ikatan kesetiakawanan yang kuat.

()

Baca Juga

Rekomendasi