Bagaimana Kopi Melindungi Tubuh?

bagaimana-kopi-melindungi-tubuh

Oleh: dr. Eric Gradiyanto Ongko. Para ilmuan sekarang telah membuktikan bahwa minum kopi jenis tertentu dapat bermanfaat bagi kesehatan otak. Namun bagaimana minuman po­puler ini mendukung fungsi kognitif? Sebuah studi baru mengidentifikasikan beberapa me­ka­nisme yang memungkinkan kopi untuk menjaga kemerosotan mental.

Apa yang membuat kopi menjadi sekutu kesehatan otak? Menurut da­ta dari Harvard, TH Chan School of Public Health di Boston, sekitar 54 persen dari semua orang dewasa di Amerika minum kopi setiap hari.

Sementara minum kopi dapat mem­bawa manfaat dan risiko bagi ke­sehatan. Studi tahun 2016 dari Uni­versity of Ulster di Coleraine, Ing­gris, menyimpulkan bahwa man­faat kesehatan dari konsumsi kopi secukupnya jelas mele­bihi potensial risiko.

Salah satu manfaatnya ialah kopi tampaknya me­lindungi otak dari gang­guan kognitif dan mening­katkan kemampuan berpikir.

Bagaimana ini bisa terjadi, dan ada apa dengan kopi yang sangat ber­manfaat bagi ke­sehatan kognitif? Konsumsi ko­pi memiliki beberapa ko­relasi dengan penurunan ri­siko mengalami penyakit Al­zheimer dan Parkinson.

Penemuan Dr. Weaver dan tim yang diterbitkan dalam jurnal Frontier in Neuroscience, menunjukkan bahwa kunci manfaat untuk perlin­dungan otak tidak terletak pa­da kan­dungan kafeinnya, tetapi pada kebe­radaan kan­dungan yang dilepaskan da­­lam proses memanggang biji kopi.

Ini semua tentang proses pe­mang­­gangan. Dalam pene­litian saat ini, para peneliti memutuskan untuk menge­tahui efek dari tiga jenis ko­pi: caffeinated dark roast, caf­feina­ted high roast, dan decaffeinated dark roast.

Caffeinated dan decaffei­nated dark roast keduanya me­miliki po­ten­si yang iden­tik dalam uji eks­pe­rimen awal. Jadi para peneliti meng­amati sejak dini bahwa efek perlin­dungannya bukan disebabkan oleh kafein.

Lambat laun, semua mata rantai jatuh pada tempatnya, karena para pe­neliti mulai memusatkan per­hatian pada sekumpulan kandungan yang disebut phenylindanes (feni­lindan), yang terbentuk sela­ma pro­ses pemanggangan bi­ji kopi dan meminjamkan ra­sa pahit dari kopi itu sendiri.

Ini merupakan fenilindan, dari­pada kandungan lain yang berhu­bu­ngan dengan kopi, yang tampaknya mengham­bat pengga­bu­ngan dari ‘tau’ dan ‘betaamyloid’. Se­nyawa-senyawa ini merupakan pro­tein bera­cun, dimana penum­pukan berle­bihan di dalam otak ialah faktor kunci dalam kondisi neu­rode­generatif seperti penyakit Al­zheimer dan Parkinson. Jadi fe­nilin­­dan merupa­kan penghambat ganda.

Kelihatannya pada waktu pe­manggangan yang lebih lama me­nye­babkan biji kopi meng­hasilkan lebih banyak fenilindan. Ini me­nun­jukkan bahwa dark roasted coffee – apakah yang biasa atau tanpa kafein – memiliki efek per­lindungan ter­kuat terhadap otak.

Ini pertama kalinya pene­liti me­nye­lidiki bagaimana fe­nilindan ber­interaksi de­ngan protein yang bertang­gung jawab untuk Alzhei­mer dan Parkinson.

Di masa depan, para pene­liti ber­tujuan untuk melaku­kan penye­li­dikan lebih rinci tentang sifat-sifat dari feni­lindan, dan efeknya terha­dap tubuh setelah dicerna.

Sebuah penelitian baru da­ri tim ilmuan di Jerman te­lah mengung­kap­kan meka­nis­me yang sebelum­nya be­lum ditemukan, menunjuk­kan bagaimana kafein dapat me­mi­cu perbaikan otot-otot jantung.

Penelitian tahap ini hanya me­libat­kan percobaan pada tikus, me­ne­­lusuri lebih dalam pada pertum­bu­han tubuh pa­da bukti observa­sional me­nunjukkan kafein memi­liki efek kesehatan yang meng­un­tungkan.

Beberapa penelitian obser­va­sio­nal skala besar akhir-akhir ini mene­mukan bahwa konsumsi kopi se­cukupnya tidak hanya aman, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah studi besar dari tahun 2017, mengumpulkan data dari 21 me­tas­tudi yang ber­beda, menyimpulkan bahwa peminum kopi memiliki 19 persen lebih sedikit ke­mung­kinan untuk meninggal aki­bat penyakit jan­tung pembu­luh darah diban­dingkan pe­minum non-kopi.

Studi baru ini, di sisi lain, me­na­warkan petunjuk pen­ting yang da­pat membantu menjelaskan ba­gai­mana kopi dapat memberikan per­lin­­dungan terhadap penyakit jan­tung.

Penelitian sebelumnya da­ri tim Jerman yang sama me­netapkan bah­wa kafein me­ningkatkan kapasitas fung­­sional dari sel-sel pembuluh darah (endotel). Sel-sel pen­ting ini tersusun melapisi ba­gian dalam pembuluh darah, dan ketika fungsi sel-sel ini menjadi tidak efektif atau dis­fungsi, dapat menyebab­kan penyakit jantung koro­ner, hipertensi ataupun diabe­tes.

Studi baru ini membahas lebih lanjut tentang cara kafein mem­pe­ngaruhi sel-sel ini. Ditemukan bah­wa kafein merangsang aksi dari protein yang disebut p27, yang ber­tanggung jawab untuk mem­promosikan migrasi sel endo­tel dan meningkatkan proses perbaikan sel di dalam jan­tung.

Tidak peduli apa yang di­sampai­kan bahwa kopi men­jadi berbahaya, asu­pan secu­kupnya adalah kunci keber­hasilan. Penelitian yang dila­kukan oleh ahli biologi Ame­rika me­ngungkapkan bahwa dua hingga tiga cangkir kopi sehari lebih dari cu­kup untuk memberikan perlin­du­ngan bagi jantung, sedikit mening­kat­kan metabolisme dan bah­kan me­­ngu­rangi nafsu makan jika me­mili­­ki masalah berat badan berle­bihan. Kopi juga memiliki antiok­sidan seba­nyak teh hijau, yang arti­nya secara teori dapat menlin­dungi tu­buh dari kanker dan memper­lam­bat penuaan.

Kopi dapat membunuh­mu. Apa yang salah dengan kafein? Sebagian besar, efek kafein dapat mening­kat­kan tekanan darah dan menye­bab­kan dinding pembuluh darah ber­kon­traksi. Para peng­kritik bersi­ke­ras meng­klaim bahwa konsumsi ko­pi berlebihan dapat menyebab­kan serangan jantung, dan ada beberapa kebenaran un­tuk ini.

Namun, para ahli telah meng­hitung bahwa dosis kafein yang me­matikan ada­lah 10 hingga 13 gr, yang ber­arti bahwa perlu minum 23 liter kopi pada waktu bersa­maan un­tuk meninggal. Ini lebih dari se­ratus cangkir ko­pi. Volume cairan se­perti ini membunuhmu lebih cepat di­bandingkan kafein.

Dua cangkir dalam sehari mem­bantu untuk mengatasi nyeri otot setelah olahraga be­rat, para ilmuan dari University of Georgia mengkla­im. Tidak perlu minum kopi secara ter­atur. Hanya dua cang­kir setelah sesi latihan, cukup untuk memu­lihkan otot.

Keuntungan lain adalah ke­mam­puan kopi untuk me­ningkatkan sta­mina, yang me­mungkinkan pela­tihan yang lebih lama dan lebih efi­sien. Kafein sangat penting dalam tim olahraga karena meningkatkan fokus dan reak­si. Terlalu banyak ko­pi disertai dengan olahraga berat da­pat menyebabkan jan­tung ber­debar-debar dan tre­mor yang diikuti masalah ti­dur dan gangguan saraf.

Kopi lebih baik dari wine. Terda­pat serangkaian perco­baan pada ti­kus betina dan menemukan bahwa dosis ka­fein tertentu memicu tikus untuk kontak seksual lebih se­ring. Ada ‘tapi’ – minuman hanya efek­tif asalkan pe­rem­puan tidak mi­num kopi se­cara teratur. Jika perem­puan ialah seorang peminum kopi, wine merupakan pilihan yang tepat.

Ada teori bahwa dosis ka­fein ter­tentu dapat membantu laki-laki lebih aktif di tempat tidur. Kafein me­ningkatkan aliran darah, yang berarti da­rah dibawa lebih baik ke or­gan genitalnya. Hasilnya, ke­mungkinan untuk ereksi dan dura­si­nya bisa meningkat; oleh karena itu, kopi dapat dianggap sebagai kan­­­dungan untuk mencegah dis­fungsi ereksi.

Kopi tidak lebih buruk da­ri teh hi­­jau. Kemampuan un­tuk menye­gar­kan dan menye­babkan gangguan tidur sepe­nuhnya benar. Efek uta­ma­nya pada tubuh merupakan rang­sangan sistem saraf.

Rata-rata secangkir kopi instan mengandung jumlah yang sama (atau lebih sedi­kit) kafein seperti se­cangkir teh hitam pekat. Teh hijau mengandung lebih banyak kafein. Ke­tika individu ber­hati-hati me­ngonsumsi kopi di paruh kedua hari itu, indi­vidu tidak membatasi kon­sumsi teh, mendapatkan le­bih banyak kafein darinya.

Dokter tidak merekomen­dasikan minum kopi lebih da­ri enam jam se­belum tidur, sama berlaku untuk teh, ka­rena kafein dari teh lebih ha­lus/lembut, efeknya lebih la­ma.

Kopi tanpa kafein me­ngan­dung ka­fein. Jika pan­du­an kopi bertu­lis­kan ‘de­caf’, jangan berpikir bah­wa akan meminum air berwar­na. Kopi tan­pa kafein lima ka­li lebih lemah dari kopi ins­tan biasa, dan tiga kali le­bih lemah dari soda, tetapi ma­sih mengandung kafein.

Rasa kopi tergantung pada jenis pemanggangan dan penyeduhan. Se­jenis minyak esensial yang ter­kan­dung dalam biji kopi mulai me­ng­uap pada suhu 200 derajat. Se­ma­kin banyak minyak yang diekstraksi selama pe­manggangan, semakin pa­hit dan kuat rasa dan aromanya dari minuman yang akan dibuat. Jenis pemanggangan akan teridentifikasi oleh war­na dari biji kopi. Biji men­tah memiliki warna putih, bah­kan sedikit kehijauan, dan menjadi lebih gelap dalam pro­ses pe­manggangan, dari coklat ke hitam.

Durasi penyeduhan mem­pe­ngaruhi rasa dan komposi­sinya, jika ingin mendapat­kan semua kafein da­ri kopi, seduh lebih lama, dan pilih warna yang paling gelap.

Kafein tidak pahit. Bu­kan­lah ka­fein yang memberi rasa pahit pada kopi. Ahli kimia mempercayai bah­wa antioksidan yang membuat kopi sehat. Jadi jika ingin muda dan sehat, harus meng­hadapi kepa­hi­tannya.

()

Baca Juga

Rekomendasi