Evakuasi dan Perbaikan Rute Diharapkan Tuntas Hari Ini

Kecelakaan KRL Diselidiki

kecelakaan-krl-diselidiki

Bogor, (Analisa). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab kecelakaan anjloknya Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek rute Jatinegara-Bogor di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. Sementara, Ditjen Perkeretaapain diperintahkan untuk melakukan evaluasi atas kecelakaan ini.

“Nanti KNKT yang akan menye­lidiki dan mencari penyebabnya. Saat ini kami fokus melakukan perbaiki KRL anjlok agar perjalanan KRL kem­bali normal,” kata Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro, kepada wartawan di lokasi kejadian di Bogor, Minggu (10/3).

Setelah diketahui penyebab anjlok­nya KRL tersebut, dia berharap keja­dian tersebut tidak terulang kembali. “Pengguna KRL semakin banyak, apa­lagi Senin aktivitas masyarakat meng­gunakan KRL sangat padat se­hing­ga diharapkan bisa selesai secepat­nya,” ujarnya.

Sementara, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memerintahkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melakukan eva­luasi atas anjloknya KRL ini.

“Pak Menteri sudah memerintahkan Dirjen Perkeretaapian segera melaku­kan evaluasi sambil menunggu hasil in­vestigasi mengenai penyebab kece­laka­an,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hengki Angkasawan, di Jakarta, Ming­gu.

Dikatakannya, berdasarkan laporan dari Balai Perkeretaapian Jakarta dan Banten Kemenhub dan PT KAI, keja­dian anjloknya kereta komuter terjadi Minggu (10/3) pukul 10.08 WIB.

Posisi anjlok yaitu di daerah antara Cilebut-Bogor km 51+500, JPL 28 Kebon Pedes Bogor. Kereta commuter 1722 tersebut dilapor­kan anjlok dan tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA).

Terpisah, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih menyelidiki penyebab anjloknya kereta komuter ini dan saat fokus untuk melakukan proses evakuasi akibat kecelakaan tersebut.

“Penyebab kejadian belum dapat di­sampaikan karena masih proses eva­kuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan, Eva Chairu­nisa, dalam pesan singkatnya, Minggu.

Dia menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota. Hingga kini perjalanan KRL lintas Bogor Jakarta Kota-Jatinegara dan sebaliknya belum dapat dilayani.

Diharapkan tuntas Senin

Di sisi lain, Edi Sukmoro mengata­kan, PT KAI menyiapkan alternatif ang­kutan umum untuk rute Bogor-Jakarta jika hingga Minggu malam be­lum bisa menye­lesaikan proses eva­kuasi tiga rangkaian gerbong KRL yang anjlok di Bogor.

“Kalau masih kurang waktu untuk menyelesaikannya, kami me­nye­diakan alternatif angkutan umum lainnya untuk penumpang yang biasa meng­gunakan KRL untuk bekerja,” katanya.

Namun, dia berharap proses penye­lesaian KRL anjlok ini selesai pada Minggu malam ini sehingga proses per­jalanan KRL pada Senin (11/3) dapat berjalan normal kembali. “Kami ingin secepatnya bisa kembali sehingga bisa melayani penum­pang secara normal,” ujarnya.

Edi menyadari pada Senin (11/3) merupakan hari sibuk bagi karya­wan Bogor yang akan memulai aktivitasnya kembali untuk bekerja dari Bogor ke Jakarta.

Pernyataan serupa disampaikan Eva Chairunisa, yang menyampai­kan, PT KCI akan mengupayakan perbaikan jalur dan evakuasi KRL 1722 rute Ja­tinegara-Bogor selesai pada Minggu malam dan perjalanan KRL bisa kem­bali normal hari ini, Senin (11/3)

“Proses perbaikan diupayakan sele­sai pada Minggu malam dan ditargetkan perjalanan KRL dapat kembali normal pada Senin,” katanya dalam keterangan tertulis.

Dijelaskannya, selain evakuasi gerbong yang anjlok dengan peralatan berat, pihak terkait juga harus mela­kukan perbaikan dan pemeriksaan sa­rana pendukung untuk memastikan keamanan rute tersebut.

“Selain evakuasi KRL, proses per­bai­kan prasarana perkeretaapian se­perti jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA), jalur rel dan penggantian tiang LAA juga terus dilakukan secara para­lel oleh tim prasarana,” tambahnya.

Ditangani dengan baik

Di bagian lain, Dirut Edi Sukmoro menegaskan para penumpang yang men­jadi korban kecelakaan KRL an­jlok di Bogor sudah ditangani dengan baik.

“Tentunya kami prihatin dengan kor­ban yang mengalami luka-luka. Me­reka semua sudah ditangani dengan baik,” katanya.

Berdasarkan catatannya, ada 5 orang yang sudah diperbolehkan pulang ke rumah dari 19 orang yang menga­lami luka-luka. Jadi ada 14 orang lagi yang menjalani perawatan.

“Kita selalu berdoa, mudah-muda­han mereka cepat sembuh dan bisa kembali pulang,” harapnya.

Sementara, menurut Eva Chairu­nisa, sebanyak 17 korban luka-luka aki­bat anjloknya kereta listrik ini telah dievakuasi PT KCI.

Disampaikannya, hingga Minggu pukul 12.10 WIB tercatat jumlah kor­ban luka mencapai 17 orang. Rincian­nya, 9 orang di Rumah Sakit Salak Bo­gor dan 8 lainnya di pos kesehatan Sta­siun Bogor.

“Identitas korban luka dapat dilihat di RS Salak Bogor. Bagi para peng­guna yang menjadi korban maka akan mendapatkan perawatan kesehatan,” katanya.

Eva menambahkan evakuasi selan­jut­nya akan diupayakan terhadap ba­dan kereta di lokasi. Rencananya, ke­reta yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut.

Sementara kereta yang anjlok me­nunggu proses evakuasi lanjutan kare­na terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian.

Untuk perjalanan KRL dari dan tu­juan Bogor sejauh ini belum dapat di­layani oleh KRL.

Perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke/Jatinegara sejauh ini hanya sampai Stasiun Depok.

“Bagi para pengguna yang telah membeli tiket atau melakukan tap in dapat melakukan refund di loket sta­siun. Untuk pelayanan KRL di lintas lainnya berlangsung normal,” pung­kasnya. (dtc/Ant)

()

Baca Juga

Rekomendasi