Senjata-senjata Paling Mematikan Dalam Sejarah

senjata-senjata-paling-mematikan-dalam-sejarah

SENJATA merupakan sua­tu alat yang digunakan untuk melu­kai, membunuh, atau menghan­curkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang mau­pun mempertahankan diri, dan juga untuk me­ngan­cam dan melindungi.

Senjata bisa berbentuk seder­hana seperti pentungan atau kom­pleks seperti peluru kendali ba­listik. Seiring perjalanan wak­tu, per­kembangan senjata pun se­ma­kin canggih, bahkan dapat mem­bu­nuh lawan dalam jumlah banyak sekaligus. Berikut senjata-senjata paling mematikan yang tercatat da­lam sejarah:

Senapan Maxim

Revolusi senjata api terjadi pa­da abad 19. Saat itu, pembuat­an sen­jata api didukung peralatan se­derhana. Pada 1884, seorang pe­nga­cara bernama Hiram Maxim me­­ngom­binasikan semua perala­tan yang ada saat itu sehingga bisa mem­buat senjata bernama Sena­pan Maxim. Senjata ini memiliki pen­dingin udara yang bisa menem­bakkan le­bih 500 putaran per menit pada j­a­rak efektif lebih 2.000 yard (1.830 meter) dan digunakan da­lam Perang Dunia I.

Nuklir

Nuklir juga dikenal sebagai sen­jata perang yang mematikan kare­na merupakan salah satu pemusnah massal yang tercipta pada Perang Dunia II berkat pro­yek Manhattan yang dikem­bangkan Sekutu.

Dampaknya, lebih 70.000 jiwa meninggal dunia ketika "Little Boy" dijatuhkan di Hiroshima, Je­pang pada 6 Agustus 1945. Semen­tara, puluhan ribu jiwa terkena damp­ak radiasi beberapa tahun se­te­lah nuklir dijatuhkan.

Selain "Little Boy", nuklir "Fat Man" juga dijatuhkan di Kota Na­ga­saki pada 9 Agustus 1945. Meski perjanjian pembatasan senjata se­cara drastis mengurangi ukuran per­­senjataan nuklir, masih ada se­kitar 15.000 senjata nuklir di Bumi.

Lebih 90 persen dari senjata-senjata itu milik Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Senapan Serbu

Senapan serbu adalah sena­pan api otomatis/semi otomatis berla­ras panjang yang memiliki pilihan dalam menembak. Sen­jata ini meng­gunakan peluru ukuran pistol sebagai senjata api jarak dekat.

Pengembangan senapan serbu selama Perang Dunia II mengu­bah pertempuran infantri men­jadi lebih cepat dengan saling berbagi tembakan di antara kubu yang ber­perang.

Senapan serbu AK-47 milik Ru­sia adalah bagian yang menen­tu­kan dari perangkat militer pada abad 20. Gerilya yang tak terhi­tung jumlahnya, militan, dan ge­rakan revolusioner meng­gu­nakan senjata itu, dan diperkira­kan ada sebanyak 100 juta AK-47 yang beredar pada awal abad 21.

Kapal Selam

Kapal selam jauh lebih me­matikan bagi kru mereka sendiri dibandingkan terhadap target yang dituju sehingga kru kapal selam harus sangat berhati-hati dalam mengoperasikan kapal tersebut.

Pada Perang Dunia I, semua ke­­kua­tan besar angkatan laut meng­gunakan kapal selam dalam ar­mada mereka, tak terkecuali Jer­man yang menggunakan U-boat sebagai sa­rana Kapal Selam­nya untuk berta­rung dalam pe­rang.

U-boat Jerman mempunyai pe­ngaruh besar terhadap sekutu. Ia me­nenggelamkan lebih 10 juta pe­ngi­riman kapal sekutu. Saat itu, prak­tik penggunaan tak dibatasi se­hing­ga Jerman bisa leluasa meng­gunakan kapal selam.

U-boat memiliki peran yang sa­ma selama Perang Dunia II ketika Jerman hampir memu­tuskan jalur vital Inggris dengan AS. Selain itu, beberapa kapal selam modern di­bangun sebagai senjata anti-ka­pal. Kapal selam dilengkapi rudal balistik seperti kapal selam milik AS yang membawa 24 rudal Trident.

Senjata Biologi

Dalam sejarah konflik ber­­sen­jata, penyakit sering menelan lebih ba­nyak korban daripada pertem­pu­ran. Oleh karena itu, ada ilmu­wan dalam peperangan untuk men­ciptakan senjata biologis.

Bibit-bibit sumber penyakit se­ngaja dibawa dalam sebuah pe­pe­rangan untuk melumpuhkan lawan. Virus dan bakteri tak me­ngenal ras dan bangsa dari setiap kelompok yang berperang.

Jepang menggunakan senjata bio­logis di Tiongkok dan mela­ku­kan program percobaan. Lebih 3.000 orang tewas karena perco­ba­an ini. (ngi/intsr/wkp/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi