SEBAGAI negara maju, Mesir memiliki banyak kota besar dengan sistem kehidupan yang modern.
Kairo sebagai ibu kota menjadi pusat perkembangan, tidak heran jika di kota tersebut terdapat sistem transportasi paling sibuk pertama di Afrika dan menempati urutan ke lima belas di dunia. Setiap hari, sistem transportasi rutin menjadi tumpuan penduduk lokal maupun wisatawan asing dalam menjalankan mobilitas aktivitas mereka.
Dengan demikian, bagi yang berniat tempat wisata di Kairo tidak selayaknya merasa bingung dengan masalah transportasi. Banyak tempat wisata di Mesir yang bisa dicapai dengan mudah, apalagi jika wisatawan hanya memfokuskan wisata di kota Kairo saja. Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Kairo dan setiap tempat tersebut memiliki latar belakang sejarah berbeda yang menarik.
Salah satu obyek wisata yang hampir tidak pernah dilewatkan wisatawan yang berkunjung ke Mesir adalah mengunjungi Piramida Giza.
Piramida di Mesir selalu menjadi alasan utama kenapa banyak wisatawan yang melakukan perjalanan ke negara ini. Piramida selain menjadi bukti sejarah dari peradaban besar mesir kuno juga merupakan tempat wisata yang tidak bisa ditemukan dengan mudah di tempat lain. Piramida Giza menjadi yang paling terfavorit dari wisata piramida di Mesir.
Untuk sampai di Piramida Giza bisa ditempuh sejauh 25 km dari pusat kota Kairo. Bangunan yang megah ini selalu berhasil menarik ratusan juta pengunjung setiap tahunnya. Dalam kompleks piramida Giza, terdapat tiga piramid yakni Piramida Khufu, Piramida Chepren, serta Piramida Mycerinus. Selain piramida Giza, di Kairo masih terdapat banyak wisata piramida lain yang antara lain: Djoser Step Pyramid, salah satu makam paling terkenal di Meisr; Dahshur Pyramids, sebuah kerajaan peninggalan kuno Necropolis Mesir yang cukup dikagumi; dan Understanding The Pyramids of Egypt.
Sebagai tempat yang penuh dengan sejarah, sudah selayaknya tempat wisata di Kairo terdiri dari deretan museum untuk menampung itu semua. Untuk itulah, pemerintah membangun Grand Egyptian Museum atau dikenal juga dengan sebutan Giza Museum. Museum ini baru dibuka pada tahun 2018 lalu.
Rumah
The Grand Egyptian Museum dibangun dengan luas mencapai 480.000 meter persegi dan pemerintah Mesir mengharapkan menjadi muesum arkeologi terbesar di dunia. Museum ini juga kelak akan menjadi rumah bagi banyak barang-barang peninggalan sejarah seperti makam raja Tutankhamen.
Sebagai komplek museum terbesar, Giza Museum juga memiliki deretan restoran tempat para wisatawan menikmati makanan khas Mesir. Selain The Grand Egyptian Museum, wisatawan juga bisa mengunjungi museum lain di Kairo seperti The Egyptian Museum; The Amazing Museum of Antiquities; Museum of Islamic Art.
Juga mengunjungi Gayer Anderson Museum; The Art Museum in Sayyida Zeinab, Cairo; Memphis, Egypt; dan The Ancient Capital Of The Old Kingdom.
Sebagai kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Kairo memiliki banyak bangunan masjid. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, deretan bangunan Mesjid di Kairo memiliki keindahan arsitektur dan kerap menajdi tempat tujuan wisata. Salah satu yang paling populer adalah Aqmar Mosque.
Aqmar Mosque dikenal dengan nama Grey Mosque, merupakan mesjid yang terletak di kompleks Old Cairo. Mesjid ini dibangun pada tahun 1125 masehi dan memiliki ukuran yang tidak begitu besar. Meski begitu, Aqmar Mosque dengan latar belakang sejarah pembangunannya pada Egypt’s Fatimid Era rutin dirawat dan berdiri hingga kini.
Selain Aqmar Mosque, pengunjung juga beribadah sekaligus berwisata di mesji Kairo lainnya seperti Al-Hakim Mosque; Aqsunqur Mosque ; Mosque Of Muhammad Ali; Al Hussein Mosque yang menjadi salah satu situs paling suci di Mesir.
Berbeda dengan town square yang dimiliki oleh banyak kota besar di dunia yang dipenuhi dengan berbagai atraksi turis serta penjaja souvenir, Tahrir Square sesungguhnya tidak lebih dari bundaran di antara jalur lalu lintas yang ramai.
Mayoritas orang-orang yang menginjak rumput Tahrir Square adalah mereka yang sedang menyeberang atau menuju metro bawah tanah, bukan wisatawan yang berharap bisa menikmati tempat wisata di Kairo lewat keberadaan Tahrir Square.
Ikon
Meski begitu, Tahrir Square menjadi salah satu ikon Kairo dan kerap menjadi pusat demonstrasi seperti yang terjadi saat revolusi Mesir pada tahun 2011. Meski tidak gerai souvenir khas Mesir, ada monumen yang patut dikunjungi di utara Tahrir Square.
Monumen tersebut berbentuk Omar Makram yakni seorang pahlawan nasional Mesir. Selain Tahrir Square, ada banyak tempat wisata modern di Mesir yang bisa orang kunjungi antara lain: Baron Empain Palace; Al Azhar Park; Cairo Opera House; Qasr El Nil Bridge; Egypt’s Most Famous Bridge over the Nile.
Jika pelancong pencinta sejarah, selain mengunjungi tempat menarik di Alexandria Mesir, juga harus mengunjungi bangunan-bangunan yang berasal dari abad pertengahan Mesir yang terletak di Kairo. Salah satu dari bangunan tersebut adalah Cairo Citadel yang dibangun pada tahun 1183 setelah masehi.
Cairo Catidel juga kerap disebut dengan nama Mohamed Ali Citadel atau Saladin Citadel menilik pada sejarah yang melatarbelakanginya. Di Cairo Citadel atau benteng Kairo terdapat banyak bangunan bersejarah juga deretan Mesjid seperti Albaster Mosque of Muhammad Ali Pashar.
Banyak yang mengatakan bahwa wisata ke Kairo tidak lengkap jika tidak mengunjungi benteng ini. Wisatawan bisa melihat banyak pemandangan seperti sungai nil serta landskap modern kota Kairo. Selain mengunjungi Cairo Citadel, jangan lupa memasukkan ke dalam daftar perjalanan beberapa tempat wisata berikut ini.
The Khan El Khalili Bazaar, satu-satunya pasar dengan gaya unik seperti ini; Babylon Fortress, kota tua yang tidak ada duanya; Sultan Al-Ghuri Complex, sebuah kawasan yang mengingatkan orang akan zaman Mamluk di Mesir dan Al-Gawhara Palace, sebuah istana yang sangat menarik dengan kecantikan arsiteknya.
Sebagai pusat peradaban masa lalu, Kairo adalah salah satu kota besar di dunia yang harus dikunjungi ketika berwisata ke Mesir atau Timur Tengah. Kairo bisa menjadi contoh nyata dari kehidupan modern yang berdampingan dengan peradaban-peradaban sebelum masehi dan abad pertengahan.
Keduanya beriringan dan membentuk atmosfer yang tidak bisa ditemukan dengan mudah di negara lain. (awc/wkdp/ar)











