Pantailabu, (Analisa). Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang sedang melakukan tugas akademik Kuliah Kerja Nyata (KKN) tergabung dalam Kelompok II di Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, melakukan inisiasi pengembangan tanaman hortikultura jenis kangkung bagi masyarakat sekitar.
Megawati Siregar, mahasiswi Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis kepada Analisa, Senin, (19/8) menuturkan, budidaya tanaman hortikultura jenis kangkung dipilih karena pengembangannya lebih praktis, cepat, mudah dan murah namun bernilai ekonomi kerakyatan.
Di areal yang tidak begitu luas dengan membuat bedengan, uji coba itu dilakukan yang diharapkan bisa menjadi hasil praktik berguna bagi petani dan masyarakat di Desa Perkebunan Ramunia pascakepulangan mereka ke kampus.
Hortikultura jenis tanaman kangkung sengaja dipilih, karena secara finansial modalnya terjangkau, pengembangannya mudah dan dengan waktu sekira 25 hari sudah dapat dipanen baik untuk dikonsumsi pribadi maupun untuk dijual menjadi penghasilan ekonomi rumah tangga.
Megawati menguraikan, bagi warga yang mungkin tidak punya tanah luas masih bisa menggunakan halaman berukuran 2 meter juga bisa dikembangkan. Bahkan bagi yang tidak punya halaman pun dapat mengembangkannya menggunakan media seperti botol bekas tempat air minum mineral.
“Praktis pengembangannya. Bahkan pakai botol air mineral bekas dengan memberikan air, kangkung bisa tumbuh,” urainya
Menurut Megawati, pengembangan ini akan membantu warga sekitar untuk bisa mengonsumi sayuran dan bisa pula dikembangkan menjadi pendapatan yang dapat membantu perekonomian rumah tangga.
Qaidi Qhisti selaku Ketua Kelompok II menuturkan, mereka 10 orang dari 4 fakultas yakni, Pertanian (FP), Ekonomi (FE), Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan melaksanakan KKN selama 10 hari mulai 16-26 Agustus 2019.
Selain mengembangkan tanaman holtikultura, beberapa program lainnya juga dilakukan yakni, sosialisasi dampak positif dan negatif penggunaan gawai serta memanfaatkan peluang menghasilkan uang melalui gawai.
Dalam sektor pemberdayaan ekonomi kreatif, pelatihan kewirausahaan juga dilakukan dengan mengenalkan pengolahan jagung, susu dan keju (Jasuki) selain program keagamaan seperti mengajar Alquran dirangkai bakti sosial. (ak)











