Kendati Aksi Penembakan Marak di Dunia

Kepemilikan Senjata di Beberapa Negara Diperbolehkan

kepemilikan-senjata-di-beberapa-negara-diperbolehkan

PENGGUNAAN  senjata  ter­gan­tung pada siapa yang meme­gangnya.  Bisa digu­nakan untuk kejahatan atau keamanan diri sendiri. Di beberapa negara, ada negara yang memperbo­lehkan dan memu­dahkan warga­nya untuk memiliki senjata se­bagai keamanan diri.

Namun ada juga negara yang melarang warganya memiliki senjata. Atau setidaknya harus memiliki izin khusus untuk membeli dan menggunakan sen­jata api. Indonesia adalah salah satu negara yang mewa­jibkan orang memiliki izin untuk kepe­milikan sen­jata dan meng­guna­kannya. Tapi ada ba­nyak negara di luar negeri yang warganya da­pat dengan mudah membeli dan menggu­nakan senjata api. Berikut beberapa negara yang memper­mudah warganya memi­liki sen­jata:

-  Amerika Serikat (AS) menjadi negara di dunia yang sangat mudah untuk menda­patkan senjata api. Kebe­basan yang diberi­kan  pemerintah ter­hadap warganya tidak disia-siakan warganya untuk  membeli, me­mi­liki, dan menggunakan senjata api.

Bila negara lain masih mem­batasi senjata api yang boleh digunakan bernomor regis­trasi, Amerika benar-benar tidak ada peratu­ran seperti itu. Senjata api tak terdaftar pun ada dan dapat diperoleh dengan mudah. Tentu saja kebebasan memiliki senjata api ini bukan tak ada dampak. Beberapa kasus penembakan massal yang terjadi adalah salah satu akibat dari begitu mudahnya warga Amerika dalam memiliki senjata api.

-  Republik Ceko menem­pati negara nomor dua di dunia yang memper­bolehkan warganya memiliki senjata api. Toko sen­jata ada dimana-mana dan war­ganya diperbolehkan untuk mem­beli senjata api jenis apapun.

Selain itu, pemerintah Ceko bahkan mem­berikan hak pada warganya untuk menembak orang-orang yang diyakini seba­gai teroris. Meski senjata api diperjual beli­kan dengan sangat mudah dan warganya diperboleh­kan mem­ba­wa senjata di area publik, angka kejahatan di Ceko termasuk rendah. 

-  Swiss ternyata juga memperbolehkan warganya memiliki senjata api.  Ini mengi­ngat betapa amannya negara tersebut. Namun, kepemilikan senjata api udah ada sejak lama dan malahan sudah menjadi budaya.Pada 2010, bila Anda adalah pria dewasa dan sehat, malah diwajibkan untuk memiliki minimal satu senjata api.

Kepemilikan senjata api di Swiss sudah ada sejak 1997. Ter­catat sebanyak 30% warga Swiss diketahui memiliki senjata api. Warga Swiss bisa membeli sen­jata api tanpa izin apapun. Tapi apabila orang tersebut kedapatan melakukan tindakan kriminal atau senjata apinya digunakan oleh orang lain untuk berbuat kriminal, si pemilik harus dihukum.

Warga Swiss bisa membeli senjata api tanpa izin apapun. Tapi apabila orang ter­sebut kedapatan melakukan tindakan krimi­nal atau senjata apinya digunakan  orang lain untuk berbuat kriminal, sang pemilik harus dihukum.

- Kanada tak kalah dengan negara lain dalam memperbo­lehkan penduduknya memiliki senjata.  Saking mudahnya men­dapatkan senjata api, pemerintah Kanada terpaksa membuat ba­nyak peraturan untuk mengatur jumlah senjata api yang tersebar di negaranya. Peraturan tersebut terus diper­ketat hingga sekarang ini.

Beberapa jenis senjata yang mulai dibatasi penggunaannya adalah senjata jenis semi-oto­matis dan senjata api berukuran kecil. Butuh izin khusus untuk bisa membawa senjata jenis tersebut di tempat umum.

Namun, untuk senjata jenis rifle yang biasa digunakan untuk berburu, penyeba­rannya masih tidak terkendali. Orang dapat dengan mudah mendapatkan senjata jenis rifle hanya dengan bertukar dengan sesama teman atau ada orang yang punya dan mem­berikan senjatanya untuk temannya.

- Panama  menjadi negara yang aman walau  negara itu membolehkan warganya memi­liki senjata api. Berbeda dengan Honduras, yang memilik keja­hatan tinggi.

Sudah sejak lama Panama mendapat pre­dikat sebagai salah satu negara di Ame­rika Tengah yang paling aman meski sangat mudah mendapatkan senjata api disana. Selain jenis senjata otomatis, Anda dengan mudah bisa mendapatkan senjata api jenis apapun di Panama.

Hal menarik lainnya, meski sangat mu­dah mendapatkan senjata api, sangat sedikit warga Panama yang memiliki senjata api di rumahnya.

- Serbia yang pernah dilanda perang ini memiliki kemudahan dalam mendapatkan senjata api. Jatuhnya Yugoslavia pada 1990­an, diikuti dengan keterlibatan Serbia dalam perang antara Slo­venia, Kroasia, Bosnia, dan Kosovo membuat negara ini dibanjiri dengan senjata api. Meski begitu, pemerin­tah Serbia sebenarnya sudah berusaha keras membuat regulasi untuk memba­tasi kepe­milikan senjata api. Tapi usaha itu tidak 100% efektif.

Warga Serbia yang ingin me­miliki sen­jata api tetap diharuskan memiliki izin. Namun izin terse­but dapat diperoleh dengan mudah. Ada beberapa peraturan lain yang dibuat untuk memper­ketat penggunaan senjata api se­perti butuh izin khusus bila ingin membawa senjata api di jalanan.

 - Israel  tidak berada dalam keadaan perang konstan. Mes­kipun begitu, ada ba­nyak hal tak terduga yang bisa terjadi di negara tersebut dan itu   hal yang biasa di Israel. Oleh karena itu, peme­rintah mem­bebaskan warganya untuk memiliki senjata api. Syaratnya hanya satu, ia adalah warga asli Israel.

Untuk bisa menjadi warga negara Israel, wajib untuk tinggal di Israel minimaldua tahun. Setelah menjadi warga negara Israel, barulah diperbolehkan memiliki senjata api. Siapapun itu, orang tua, anak muda, boleh memiliki senjata api untuk perlindungan diri.

- Honduras membatasi kebe­basan, kecuali kepemilikan senjata.  Apabila Anda  penduduk Honduras atau pernah mengun­jungi Honduras, Anda bisa men­dapatkan senjata api dengan sangat mudah.

Apakah aman bila melakukan perjalanan liburan ke Honduras. Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Dengan kemudahan mendapat­kan senjata api kemudian berdam­pak pada peningkatan angka kejahatan di salah satu negara di Amerika Tengah tersebut. Meski ada peraturan tertulis mengenai izin memi­liki senjata, peraturan hanya menjadi hiasan di Hon­duras. (tpc/listvc/tst/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi