Medan, (Analisa). Porkot (Pekan Olahraga Kota) Medan telah menjadi ajang olahraga multi event kebanggaan Kota Medan yang telah sukses digelar dengan beruntun sebanyak sebelas kali. “Porkot Medan yang awalnya digagas almarhum Zulhifzy Lubis sudah jadi event kebanggaan yang telah digelar 11 kali berturut,” kata Ketua Umum KONI Medan, Drs Zulhifzy Lubis dalam temu pers di kantor KONI Medan, Kamis (5/9).
Dalam penyelenggaraan yang telah memasuki untuk kesebelas kalinya, KONI Medan bertekad menggelarnya sebaik mungkin agar berlangsung semakin profesional dan semakin meriah.
Porkot Medan XI/2019 yang akan berlangsung pada 7 sampai 14 September 2019, akan diikuti sebanyak 3.829 atlet.
Tercatat, atlet yang mewakili 21 kecamatan Kota Medan akan bersaing di 35 cabang olahraga dengan 325 nomor yang dipertandingkan.
Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani menyebut, gelaran Porkot XI tahun ini menjadi strategis, karena menjadi sarana seleksi bagi atlet-atlet muda Kota Medan, yang kemudian dipersiapkan menuju PON XXI Tahun 2024.
"Atlet yang ikut Porkot Medan kali ini, adalah atlet lapisan kedua yang proyeksikan sebagai atlet yang masuk dalam kontingen Sumut dalam rangka PON 2024, di mana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh," ungkap Eddy.
Eddy Sibarani didampingi Ketua PB Porkot XI HT Daniel Mozard, Wakil Ketua Siwo PWI Sumut Jhonny Ramadhan Silalahi dan Sekretaris SIWO PWI Sumut, M Samsir, menyebutkan atlet utama atau lapis pertama Medan sendiri, saat ini sedang dipersiapkan untuk meraih tiket PON 2020 di Papua.
"Porkot ini tidak untuk PON 2020, tapi dipersiapkan dalam menyongsong PON 2024 mendatang. Karena atlet untuk PON 2020 yang merupakan lapisan pertama kita, sudah disiapkan bersama kontingen Sumut di arena Pra PON maupun Porwil Sumatera dan juga Kejurnas, serta di Pelatnas SEA Games 2019 di Filipina," jelasnya.
Katanya, jika atlet yang ambil bagian di ajang ini ada yang memiliki batasan usia karena untuk dipersiapkan bersaing di PON 2024 mendatang. Sehingga, persiapan yang dilakukan Sumut tak hanya fokus pada persiapan sarana dan prasarana saja, namun juga prestasi.
Soal syarat bagi atlet yang tampil di Porkot ini, Eddy menegaskan, disesuaikan dengan masing-masing cabor, terutama pada cabor terukur. "Tidak ada batasan spesifik. Hanya batasan pada masing-masing cabor. Kita serahkan sepenuhnya kepada cabor untuk melihat potensi atlet layak atau tidak untuk bertanding," pungkasnya.
Sedangkan Ketua PB Porkot XI/2019, HT Daniel Mozard mengatakan, Porkot 2019 direncanakan dibuka oleh Walikota Medan HT Dzulmi Eldin di Stadion Teladan Medan, Sabtu (7/9) siang. "Persiapannya sudah mencapai progres 90 persen," katanya. HT Daniel berharap semua pihak dapat berpartisipasi dan ikut serta mensukseskan gelaran multi event olahraga tahunan ini. (fp)











