Tanggapan Aplikator Terkait Tuntutan Driver Ojol

Tanggapan Aplikator Terkait Tuntutan Driver Ojol
Tuntutan driver ojol (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily.com, Medan - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Gojek Indonesia, di Kompleks CBD Polonia Medan, ditanggapi langsung oleh pihak manajemen.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penghapusan sistem alokasi order atau jeger.

"Kalau untuk penghapusan tidak bisa. Karena kita juga sudah melihat adanya perkembangan yang positif, di mana driver yang rajin menyarakan order yang dia dapatkan semakin baik," katanya, Rabu (15/1).

Dian menjelaskan, sistem alokasi order yang dituntut dihentikan oleh para driver adalah hasil pembaharuan dari sistem yang sebelumnya, yang memperhatikan bagaimana agar mitra ojol dapat maju bersama PT Gojek Indonesia.

"Itu sebabnya, mitra yang tidak pilih-pilih order akan digunakan untuk mendapatkan orderan. Sehingga dengan mendapatkan banyak orderan, maka mitra kami akan semakin maju," jelasnya.

Terkait dengan pemutusan mitra, menurut Dian hal itu sudah diatur dalam tata tertib, dan sudah dijelaskan saat pertama kali mitra ojol bergabung dengan aplikator.

"Di dalam tata tertib terdapat sejumlah aturan. Terdapat konsekuensi apabila mitra melanggar. Pemutusan dilakukan karena adanya pelanggaran berat," ucapnya.

Dian menambahkan, sebagai perusahaan yang berbasis kepada teknologi, seluruh aktivitas mitra Gojek terekam.

"Jadi pertimbangan kami pemutusan tersebut berdasarkan bukti yang ada dan mengutamakan prinsip keadilan," tambahnya.

(JW/RZD)

Baca Juga