Penumpang Pertanyakan Trolley Berbayar di Bandara Kualanamu

Penumpang Pertanyakan Trolley Berbayar di Bandara Kualanamu
Para porter yang menawarkan jasa trolley di Bandara Kualanamu (Analisadaily/Kali Harahap)

Analisadaily.com, Kualanamu - PT Angkasa Pura Solusi (APS) mengkomersilkan kereta dorong (trolley) milik PT Angkasa Pura II yang selama ini digunakan penumpang pesawat secara gratis untuk membawa barang bagasi.

Penumpang harus membayar Rp 35.000 jika menggunakan trolley yang didorong petugas (porter) dari mobil hingga area check in tiket pesawat. Sementara kalau lebih dari ketentuan barang (tiga koper), penumpang dikenakan biaya tambahan.

Jhonsen, seorang penumpang tujuan Jakarta menyayangkan kebijakan ini. Apalagi trolley tersebut berada di Bandara Kualanamu untuk melayani penumpang secara cuma-cuma.

"Saya kira gratis, tetapi bayar. Memang jasa mereka yang dibayar, tetapi kenapa trolley yang selama ini gratis untuk penumpang digunakan mereka," tanyanya.

Untuk itu ia minta adanya evaluasi penggunaan porter berbayar di Bandara Kualanamu. Kalaupun ada pihak yang menyediakan jasa angkut barang penumpang, baiknya tidak menggunakan trolley milik Angkasa Pura II sebab bisa mengurangi trolley yang tersedia secara gratis.

"Buat aturan yang jelas mengenai penggunaan trolley. Kalaupun ada, tidak trolley ini yang dikomersilkan supaya penumpang tidak bingung," imbaunya.

Manager Airport Duty Bandara Kualanamu, Luas Tambunan, tidak menampik adanya trolley berbayar. Menurutnya hal ini dibuat untuk pelayanan penumpang yang ingin memakai jasa porter.

Kebijakan ini dilakukan sebagai kreasi bisnis Angkasa Pura Solusi yang merupakan anak perusahaan Angkasa Pura II.

"Diharapkan ini bisa menambah penghasilan AP II yang lagi merosot. Penerapan ini masih dalam tarap uji coba. Ke depan akan terus dilakukan evaluasi, dan cara kinerjanya juga tidak ada paksaan. Kalau ditawarkan pada penumpang dan tidak mau dengan jasa yang ditawarkan, tak apa dan tak boleh paksa," ujar Luas, Jumat (17/1).

Terkait menggunakan trolley milik Angkasa Pura II, Luas menyebut hal ini karena masih tahap uji coba sambil melihat segmen pasar.

"Kalau nanti ini menguntungkan pasti trolley-nya yang digunakan akan tersendiri dari APS," jelasnya.

Pantauan Analisadaily.com, para porter yang menawarkan jasa angkut barang kepada calon penumpang diberi target harian untuk kemudian disetor kepada PT APS.

Sedangkan penggajian mereka langsung dari APS dengan ketentuan bulanan sesuai UMK. Mereka bekerja secara dengan jumlah tiga orang per shift.

(KAH/EAL)

Baca Juga